Meti kecil sangat gembira karena telah mengerti jam. Bangun pagi jam 5 atau jam 6. Menjelang jam 7 berangkat sekolah. Dan seterusnya.
Paman APIQ lebih cenderung mengenalkan bilangan jam saja. Sedangkan pengenalan menit dan detik agak belakangan menyusul.
Seperti kita tahu, AlGeoMeti juga tahu:
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
1 jam = 60 x 60 detik
1 jam = 3600 detik
“Jika
7 + 8 = 3
5 x 6 = 6
maka
5 x 10 = ….?”
“Mana ada 7 + 8 = 3?” ungkap Al.
“Lagi pula 5 x 6 = 6, bagaimana?” tanya Geo.
“Pasti ada sesuatu!” kata Meti.
“Paman APIQ, tolong beri petunjuk dong…”
“Itu… lihat di dinding!” kata Paman APIQ.
“Aku tahu… 5 x 10 adalah 2,” sahut Al.
“Ya, betul!” Meti mendukung.
“O…ya, benar,” Geo juga setuju.
Mereka mulai mengenal bilangan jam 12-an. Dalam istilah matematika kita kenal sebagai modulo 12. Sedangkan bilangan biner adalah modulo 2 yang sangat berguna untuk teknologi komputer dan digital.
Bagaimana menurut Anda?
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
2 tanggapan so far ↓
Yudhi // Oktober 27, 2009 pada 2:59 am |
Bikin jam dinding sendiri juga asyik kok. Cukup dengan mesin jam bekas atau kalau mo beli yang baru juga murah, 5.000 – 10.000 saja.
Dengan mesin jam beneran, setiap satu putaran jarum detik, Al, Geo dan Meti bisa memberikan tanda sebagai penunjuk menit. Dstnya, juga untuk penunjuk jam nya.
Juga mo nanya pak?
Setelah bisa membuat sendiri kartunya, iseng-iseng mengenalkan bilangan biner.
Misal 1 = 001, 2 = 010 dan 4 = 100 dst seperti yang pernah dibahas disini.
Eh, ternyata muncul pertanyaan, kalo pake abjad bisa nggak ?
Saya jawab aja bisa ?
Misal, 1 = a , 2 = b, 4 = c
3 = ab
5 = ac
6 = bc
7 = abc
Eh, malah nanya lagi ? Kalo yang abjad-abjad yang di komputer gimana tu?
Gimana ni pak, salah nggak dengan penggunaan abjad sebagai pengganti bilangan biner ?
Salam
angger // Oktober 27, 2009 pada 3:36 am |
Salam…
Bisa.
Yang penting bisa dulu.
Nanti disambung lagi ya…