APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

Cerdasnya Aa Gym Gabung DBS: Dilema MLM, Money Game, Arisan Berantai, atau CRP

Juni 5, 2009 · & Komentar

Saya tahu Agym memang cerdas. Di sela-sela kesibukannya yang padat saat itu, ia menyempatkan belajar matematika dengan saya. Tetapi, tentu sangat sulit mencari waktu luang bagi Agym untuk belajar matematika dengan saya.

Bagi saya, sikap Agym yang mau belajar itu menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang memiliki pemikiran terbuka – mau belajar dari siapa pun, termasuk belajar kepada saya yang baru saja menyelesaikan studi di ITB.

Mengapa Agym berminat belajar matematika kepada saya?

Tentu Agym memiliki alasan yang kuat. Saat itu, saya bersama-sama dengan beberapa tim dari DT (Daarut Tauhiid) menyusun sebuah Training Quantum. Salah satu materi itu adalah matematika kreatif quantum. Program Quantum ini ternyata sukses di DT.

Banyak santri DT dan jamaah DT yang memperoleh manfaat dengan belajar matematika kreatif Quantum. Tampaknya berita ini sampai kepada Agym. Itulah salah satu yang membuat Agym berminat belajar matematika kreatif Quantum.

Masalah waktu belajar, Agym sendiri yang berhasil menemukan solusinya. Agym mengusulkan belajar sehabis sholat subuh. Habis subuh, biasanya tidak banyak tamu. Tapi kami tidak bisa langsung belajar matematika setelah sholat subuh karena Agym harus siaran radio dulu dari jam 5 subuh sampai mendekati jam 6. Setelah siaran radio itulah kami belajar bersama tentang matematika kreatif.

Saat itu saya memang bekerja sebagai guru matematika – saat ini juga sih masih tetap guru matematika.

Dari proses belajar dan mengajar Agym saya tahu Agym adalah orang yang cerdas. Ia cepat menangkap maksud dari suatu persoalan. Ia sering melontarkan beberapa pertanyaan dengan kritis.

Proses belajar sehabis subuh itu berlangsung beberapa kali. Tentu Agym telah memperoleh banyak kemajuan.

Beberapa waktu kemudian, Agym semakin populer dengan mengisi acara di TV. Belajar matematika sehabis subuh tidak dapat dilanjutkan lagi.

Beberapa tahun kemudian…(kira-kira 7 tahun berlalu)
DT semakin melejit…lalu kita tahu ada isu poligami…kita tahu akhir dari cerita itu.

Beberapa bulan lalu, Agym bergabung dengan DBS (Duta Business School). Tentu ini mengagetkan bagi saya. Apa saja pertimbangan Agym bergabung dengan DBS?

Tentu saya kaget karena DBS sedang penuh pro-kontra seputar bisnis MLM, money game, arisan berantai, CRP, bisnis haram atau lainnya.

Saya tahu, Agym sebagai orang yang cerdas dan kapasistasnya sebagai panutan banyak orang, pasti punya pertimbangan khusus. Berikut ini adalah pernyataan Agym yang dimuat resmi pada situs DBS:
….

Semoga Usaha Kita ini Penuh Berkah…

Untk mnjadi bagian dari DBS ini memerlukan perjalan yg panjang dan berliku… diawali dengan keingintahuan ttg status DBS dlm pandangan hukum islam, sesudah mendengar langsung dari pimpinan DBS, lalu membaca fatwa MUI kodya Bdg, diskusi bersama Prof.DR.KH.Miftah Faridl ketua MUI Bdg, dilanjutkan diskusi bersama DR.Syafii Antonio yg kita kenal sbg pakar ekonomi syariah, maka diputuskan bergabung.

Dgn niat sbg upaya mmbantu mmbuka lapangan kerja bg masyarakt luas dlm situasi ekonomi yg sdng sulit, mmbantu membina agr member smkin mningkat keimanannya dan bersinergi utk mmberdayakn dhuafa dg zakat infak shodaqoh. Bagi siapapun yg akn brgabung, silakan luruskan niat, dan jalani dg sungguh2 dijalan Allah SWT dan bila sdh dititipi rizki berbagilah dengan sesama. Terimakasih. -Abdullah Gymnastiar DBS1302960-

….

Mari berasumsi bahwa Agym jujur dengan pernyataan di atas. Saya berharap Agym memang jujur dalam hal ini. Saya sendiri lebih percaya bahwa Agym memang jujur.

Pernyataan Agym di atas bagaikan pedang. Pedang dapat kita gunakan untuk memotong kayu sebagai alat bantu manusia. Tetapi pedang juga bisa dipakai orang untuk melawan kemanusiaan.

Pertama, pernyataan Agym di atas langsung dimanfaatkan oleh DBS untuk menggenjot pemasaran DBS. Tentu ini adalah langkah yang sah bagi DBS.

Pertanyaannya adalah apakah DBS merupakan bisnis yang bermanfaat bagi kemaslahatan ummat? Jika demikian, kita harus mendukung DBS dan mendukung Agym – tentu bagi yang bersedia saja.

Tetapi jika DBS ternyata adalah money game atau jenis bisnis yang curang maka kita, sebagai masyarakat, harus saling bahu-membahu menyelamatkan bangsa dari jurang kehancuran tersebut.

Bagaimana pun, menurut saya, DBS adalah aset nasional. Hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun, DBS telah berhasil mengumpulkan member (anggota) lebih dari 2 juta. Menakjubkan…!

Jadi seandainya DBS salah, misal ternyata DBS adalah money game, maka menurut saya DBS tidak perlu dihancurkan. Tetapi DBS perlu mendapatkan pembinaan dari masyarakat – atau negara. DBS masih muda. Masih banyak peluang untuk sukses sebagai aset bangsa. Semoga!

Mari kembali kepada kecerdasan Agym. Menurut saya, Agym sangat cerdas melontarkan pernyataanya.

“…lalu membaca fatwa MUI kodya Bdg, diskusi bersama Prof.DR.KH.Miftah Faridl ketua MUI Bdg, dilanjutkan diskusi bersama DR.Syafii Antonio yg kita kenal sbg pakar ekonomi syariah, maka diputuskan bergabung. “

Seakan-akan pernyataan Agym di atas menunjukkan:
1. fatwa MUI mendukung DBS
2. KH Miftah Faridl mendukung Agym gabung DBS
3. DR Syafii Antonio mensahkan DBS secara syariah
4. diputuskan bergabung; semua pihak memutuskan agar Agym gabung DBS.

Tetapi semua hal di atas hanyalah seakan-akan. Dengan cara yang sama seseorang juga dapat menyimpulkan dari pernyataan di atas (seakan-akan):

1. Agym membaca fatwa MUI dan tidak ada dukungan MUI terhadap DBS.
2. Agym berkonsultasi dengan Miftah Faridl dan Miftah Faridl melarang Agym gabung DBS.
3. Agym berdiskusi dengan DR Syafii Antonio dan DR Syafii melarang Agym gabung DBS.
4. diputuskan bergabung DBS, atas inisiatif pribadi Agym saja.

Dua macam kesimpulan yang saling bertentangan di atas sama kuatnya. Mana yang benar? Tentu Agym yang lebih tahu.

Dalam hal ini Agym mungkin saja tidak bohong, dia orang yang jujur. Dia hanya belum mengungkapkan fakta secara lengkap. Bila kemudian hari, Agym memberi pernyataan yang lebih lengkap, menurut saya itu lebih baik bagi kebaikan kita semua.

Mari kita bersatu, saling tolong-menolong dalam kebenaran…!

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

Kategori: Isu
Ditandai: , , , , , , ,

17 tanggapan so far ↓

  • Didit Permana // Juni 15, 2009 pada 8:20 pm | Balas

    menunggu update info tentang DBS apakah bermanfaat bagi kita..? Agar kita mendapat informasi yang seimbang. Saat ini baru bergabung karena didaftarkan oleh teman

  • edy // Juni 16, 2009 pada 5:48 am | Balas

    bingung……… belajar terus cari hukumnya, ragu-ragu tinggalkanlah, kalo dah mantap yaa bolehlah diikuti resiko ditanggung sendiri oee

  • heri // Juni 20, 2009 pada 9:04 am | Balas

    Pokoknya DBS mantap euyy..

  • heri // Juni 20, 2009 pada 9:07 am | Balas

    Mau berangkat Umroh sama Agym gabung bersama kami
    Amin

  • Jabir // Juni 25, 2009 pada 11:05 pm | Balas

    Assalamu’alaikum,
    Macam mana kita kan berangkat haji saat sudah sukses sementara dipihak yg paling bawah sedang gencar2nya berlomba mencari downline agar segera selamat dari posisi nol. Kasihan mereka yg paling bawah. Semakin banyak downline sebenarnya semakin besar resiko upline untuk jadikan merek sukses.
    Kawan, sadarlah kalau ini bukan MLM yg dimaksud.

  • rizky // Juli 3, 2009 pada 12:47 pm | Balas

    ass…
    setuju dengan saudara Jabir, memang saya juga sangat kagum dengan sosok AA gym, beliau cerdas, ramah, dan juga sangat taat . . . tapi kembali ke kodrat kita sebagai manusia biasa, termasuk A’a Gym, maka tak akan pernah luput dari KESALAHAN & DOSA . . . maka perhatikanlah orang-orang yg paling bawah, yg paling akhir, sesungguhnya mereka akan kehilangan peluang untuk mengembalikan uang mereka yg dipakai untuk mendaftar di DBS , , ,
    wss . . .

  • pamungkas // Juli 11, 2009 pada 2:19 pm | Balas

    Assalamualaikum wr wb.
    Akang yang baik, kelihatannya akang belum selesai mengajarkan matematika kepada AA Gym :)

    Sistem MLM seperti ini selalu mengasumsikan penduduk negri ini sedemikian banyaknya sehingga peserta paling bawah akan selalu bisa mencari downline baru.

    Padahal dengan matematika dasar saja bisa dihitung, jika dalam 2 tahun DBS bisa merekrut 2 juta orang, dengan rate seperti itu, tidak lebih dari 5 tahun DBS akan merekrut seluruh rakyat Indonesia yang “cuma” 200 juta orang lebih, termasuk bayi.

    Lalu bagaimana nasib 100 juta-an rakyat yang menjadi dasar piramida? Kemana mereka harus mencari downline?

    Sungguh disayangkan jika MUI/ulama menghalalkan cara seperti ini, padahal negara (yang disebut2 kapitalis) Amerika (dan banyak negara lain) saja sudah melarang praktek piramida seperti ini. (sumber: wikipedia: pyramid scheme)

    Wassalam, semoga bermanfaat.

  • nadia // Juli 30, 2009 pada 6:02 am | Balas

    Menurut sy money game atau tdk, tinggal di tanya aja, saya rugi ga klo tdk merekrut. Klo jwbn nya rugi berarti itu MONEY GAME. Rugi atau tidak tinggal di lihat saja dari uang yang di keluarkan ketika dia gabung, sesuai tdk dengan yang di dapatkan. Artinya klo yang ikutan money game pgn ga rugi, ya dia harus merugikan org lain,,,…

  • yerni // Agustus 5, 2009 pada 8:39 pm | Balas

    sistem yg diterapkan DBS cukup membuat bingung…., jadi menurut saya ini MLM murni atau apa yaaa???

  • Sidiq // Agustus 10, 2009 pada 2:54 am | Balas

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.
    Menurut saya sich, bagi Anda2 yang berfikir tentang DBS.. mengenai halal haramnya untung ruginya, mendingan langsung tanya aja ama AA Gym dan langsung tanya sekalian sama MUI yang jadi panutannya (yang sudah memperhitungkan dari berbagai dalil2 Al-Qur’an dan Hadist dan dari realita yang ada saat ini) daripada saling mempengaruhi dengan jalan fikiran yang berbeda2… yang belum jelas bener gak nya. Kalo langsung nanya kan bisa langsung dirundingin, mana lho masalahnya… kan bisa ketauan. Trus kalo berpendapat tuh harusnya diliat dulu secara keseluruhan, jangan baru tau sekilas dah komentar… Itu bisa mempengaruhi juga fikiran orang untuk menduga2 yang gak pasti apalagi untuk orang awam, kecuali kalo ada bukti yang sah… Sebelumnya mohon ma’af. Wassalammu’alaikum.

  • E. Marwanto, S.H.I, C.M.H // September 25, 2009 pada 1:50 am | Balas

    Assalaamu ‘alaykum wr. wb.
    Saudaraku Aa Gym Yth. Pandangan Anda mengenai usaha, bisnis dgn bergabung dengan DBS Saya akui Insyaa alloh berkah. Lanjutkan perjuangan Anda dan teman-teman DT dan semua kaum muslimin dan muslimat untuk membangun ekonomi umat Islam. Juga dalam hal ini produksilah obat-obatan herbal tanpa kimia, bekam, ruqyah, bedah Islami, klinik Syari’ah, Perbankan Syari’ah, Suransi Syari’ah, Kampus Syari’ah, Kolam renang Syari’ah, Angkutan Umum Syari’ah, dll. Bangun Semangat Syari’ah di tengah-tengah kebangkitan Islam dan Ummat, Jayid, Aa Gym. Untuk shilaturrohim sesama muslim, dapat menghubungi Saya di 085693428654. Aa Gym, Saya sudah perbah mengunjungi DT beberapa kali. Saya ingin banyak berdiskusi dengan Anda dan keluarga Anda. Tolong Saya dihubungi, ya. Saya sangat megharapkan sekali Anda dan atau pihak keluarga Anda menghubungi Saya di nomor tsb. Dari E. Marwanto, S.H.I., C.M.H. di Kampung Tanh 80, Klender, Jakarta Timur.

  • E. Marwanto, S.H.I, C.M.H // September 25, 2009 pada 1:55 am | Balas

    TaqobbalalLoohu minnaa wa minkum, syiyaamaa wa syiyaamakum, kullu aamin wa antum bil khoiir. Minal A’idziin wal fa iziin. Mohon ma’af Lag\hir dan Bathin, yaa Aa Gym dan Keluarga. LANJUTKAN PERJUANGAN>>ISLAM KAAFFAH>>>>JANGANLAH NGEBOM-NGEBOM, JANGAN BERBUAT ANARKIS, SAUDARAKU SEMUAA…DARI E. MARWANTO, S.H.I., C.M.H. (MARWA)

  • Iffan // September 25, 2009 pada 3:06 pm | Balas

    TaqobbalalLoohu minnaa wa minkum, syiyaamaa wa syiyaamakum, kullu aamin wa antum bil khoiir. Minal A’idziin wal fa iziin. Mohon ma’af Lag\hir dan Bathin..
    Soal DBS AaGym mungkin sudah memperhitungkan secara matang keuntungannya. Tapi yang saya pikirkan bukan itu…yang saya pikirkan bagaimana saudara-saudara kita yang berada di piramida dasar? Uang yang didapat dari DBS sebenarnya dari mana? Apa dari downline-downline yang kita masukan?

  • AloNg CaPR // September 27, 2009 pada 12:16 am | Balas

    Jangankan Aa Gym, saya pun kalau berpeluang ignin belajar juga. Ilmu untuk dituntut tanpa mengira masa dan ketika. Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat.

    Profesional dalam bidang agama juga perlu menuntut ilmu-ilmu yang lain barulah dapat membina pemikiran yang lebih baik.

  • cakhadi // Oktober 16, 2009 pada 7:32 am | Balas

    SATU SAJA…
    Gimana AA GYM gak mau gabung lha beliau sendiri sebagai komisaris DBS ? Walah….
    O ya AA GYM yang baik ada lagi sistem yang hampir mirip dengan DBS dan siap untuk MELEDAKK !! Namanya SMART-V !!!
    Silakan AA GYM menjadi komisarisnya juga agar semakin BOOM !

  • Ade // November 1, 2009 pada 11:03 pm | Balas

    SAYA PERNAH IKUT MONEY GAME DAFTAR 200RB 25% UNTUK PENGELOLA, 75% UNTUK YANG MEREKRUT SAYA, BILA SAYA REKRUT ORANG MAKA 150RB BUAT SAYA, 50RB BUAT PENGELOLA DST TANPA KITA NGELUARIN UANG LAGI. DBS PINTAR DARI HASIL KITA NGEREKRUT ORANG YANG PUNYA 200RB HANYA DIA BIAYAI UNTUK BAYAR PREMI ASURANSI JIWA UNTUK PERTANGGUNGAN 10 JUTA (CEK SAJA PREMINYA PASTI KECIL) SEDANGKAN HAK HAK LAIN YANG DIJANJIKAN (DISKON,SMS GRATIS,DLL)KITA HARUS MENGELUARKAN LAGI MODAL DAN TERGANTUNG ADANYA PENDAFTAR BARU.
    KESIMPULAN:
    PENGELOLA DBS LEBIH PINTAR DALAM MENGAMBIL UNTUNG DARI PENGELOLA MONEY GAME.
    KALAU MONEY GAME DAPAT 200RB UANGNYA DIBAGIKAN LEBIH BESAR UNTUK YANG NGEREKRUT, KALAU DBS DAPAT 200RB MASUK SEMUA KE KANTONG PENGELOLA YANG NGEREKRUT HANYA DAPAT HAK-HAK YANG BARU DI DAPAT KALAU PENDAFTAR BARU TERSEBUT MENGELUARKAN BIAYA LAGI (BELI MOTOR, BELI PULSA,DLL).
    “DENGAN 200RB KITA BELI HAK UNTUK IKUT MONEY GAME”

  • ana // November 1, 2009 pada 11:13 pm | Balas

    Charles K. Ponzi, penemu Money Game, asal mula MLM dan bisnis piramida

    August 18th, 2005 in Celoteh | 54 Responses

    Catatan harian Priyadi dengan judul “Curhat Seorang Korban Money Game” dapat komentar lebih dari 100. Lho… kenapa kok ribut? Lalu apa sebenarnya Money Game, MLM, Elite Marketingnya Anne Ahira, dan sejenisnya. Semua jenis bisnis ini dinamakan bisnis piramida atau “schema Ponzi”. Sekarang siapa lagi Ponzi?

    Lahir tahun 1882, Charles K. Ponzi adalah seorang imigran asal Itali yang berangkat ke Canada tahun 1903. Dia ditangkap karena melakukan pemalsuan dan dipenjara di Canada. Sepuluh hari lepas dari penjara, kembali dia ditangkap karena melakukan penyelundupan orang ke Amerika dan kemudian ditahan penjara Atlanta.

    Pada tahun 1920 Ponzi dan perusahaannya jasa “kupon pos” di Boston menjadi perbincangan di Pantai Timur Amerika. Dia berhasil meraup 9,5 juta dollar dari 10.000 investor dalam waktu singkat, dengan menjual surat perjanjian (promissory notes) “Bayar 55 sen untuk setiap sen, hanya dalam waktu 45 hari.”.

    Ponzi kemudian disidangkan dengan tuduhan melakukan penipuan finansial. Metodanya dia namakan “buble burst”, dan kemudian kita kenal menjadi “skema Ponzi”. Ponzi kemudian berusaha kabur ke Itali pada saat sidang sedang ditunda, akan tetapi diculik oleh Sherrif saat kapalnya bersandar di New Orleans. Ponzi dibawa ke negara bagian Texas kemudian dipindahkan ke Massachusset, dan akhirnya di ektradisi ke Itali. Dari Itali, Ponzi berimigrasi ke Brazil. Ponzi meninggal di RS Rio de Janeiro pada tahun 1949 dengan meninggalkan warisan berupa uang pensiun dari pemerintah Brazil sebesar $75 untuk menutupi biaya penguburannya.

    Cerita Ponzi di atas adalah asal mula bisnis “Money Game” dan saat ini diharamkan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri terjadi banyak kasus serupa, dengan mengelabui calon investor bahwa mereka perlu modal untuk bisnis mereka yang sah (ingat QSAR?) dan menjanjikan keuntungan yang besar dalam waktu singkat.

    Di sisi lain, skema Piramid dari sistem Ponzi ini ternyata menarik para pebisnis untuk mengadopsi cara bisnis piramid ini dan kemudian kita kenal dengan Multi Level Marketing. Ini skema piramid yang dimodifikasi, lebih lunak, lebih merata dan diberi aturan, untuk menjadi alat marketing produk/jasa. Skema piramida ini terbukti cukup ampuh untuk memasarkan produk/jasa yang tadinya tidak terkenal sama sekali, untuk langsung meraih pasar dalam waktu singkat, tanpa harus bersusah payah dan keluar biaya iklan di media massa.

    Kembali ke catatan Priyadi, yang diperdebatkan adalah kasus Anne Ahira dengan Elite Marketingnya. Ada yang bilang Anne Ahira tidak menjual apa-apa. Ada yang bilang dia menjual jasa konsultasinya, dengan mengajari bangsa Indonesia agar menjadi lebih pintar untuk memulai bisnis Internet Marketing. Mana yang benar?

    Akhirnya, sesuai dengan ‘hukum alam’-nya, suatu skema piramid ini pada suatu saat akan mencapai titik jenuh. Jika anda berada di puncak, anda akan tersenyum senang. Akan tetapi jika anda berada di bagian paling bawah (terakhir) maka dipastikan anda yang menanggung kerugiannya. Seberapa hebat pun anda menjadi seorang marketing.

    Saya sendiri? Maaf, saya tidak tertarik untuk menjadi bagian dari bisnis piramid apapun.

Tinggalkan sebuah Komentar