APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

Indonesia Tercinta, Jangan Kau Terpuruk lagi! Arisan Berantai, Money Game, MLM

Juni 3, 2009 · & Komentar

Beberapa bulan yang lalu saya memperoleh penawaran,

“Mas gabung DBS yuk…”
“Apa itu DBS?” saya balik tanya.
“Duta Business School, bisnis MLM pulsa elektrik.”
“Maksud bagaimana?”

Lalu teman saya menjelaskan MLM DBS tersebut. Seperti sebelum-sebelumnya saya belum berminat dengan MLM konvensional seperti itu. Saya berminat dengan MLM revolusioner – apakah gerangan?

Beberapa hari lalu saya kedatangan lagi teman yang membawa DBS. Dia menjelaskan tentang cara kerja DBS.

“Bagaimana dengan money game?” saya bertanya.
“DBS memang money game!” ia menegaskan.

Saya terhenyak. Lebih kaget lagi dengan kabar berikutnya.

“Setelah Agym gabung DBS, member melonjak pesat!”

Saya pikir, saya harus hati-hati.
Apakah DBS memang money game?
Apakah DBS adalah MLM?
Apakah DBS bisnis seperti layaknya bisnis yang lain?

Saya coba cari informsasi di Internet. Terjadi banyak pro – kontra terhadap DBS.

Tentu yang paling pro adalah situs resmi DBS yang banyak memberi motivasi dan harapan-harapan cemerlang.

Sedangkan ada yang kontra yang menyebutkan banyaknya kekecewaan dan penyesalan orang bergabung dengan DBS. Mereka juga menuding bahwa DBS adalah money game.

Beberapa hari lalu saya menerima sms dari orang yang tidak saya kenal,

“Perkenalkan saya xyz, Mari bergabung bisnis bersama DBS. Tanpa menjual pulsa. Dijamin sukses!”
“Hati-hati DBS adalah money game!” saya hanya menggertak. Saya berharap akan dapat jawaban yang gamblang dari member resmi DBS.
“DBS bukan money game. Karena DBS menjual pulsa. Agym saja sudah gabung.”
“Tolong ingatkan Agym agar hati-hati. Masih banyak cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Member DBS itu tidak menjawab lagi sms terakhir sama. Mungkin dia sudah tahu bahwa saya bukan prospek yang menarik.

“Oh…Indonesiaku tercinta… Jangalah terpuruk lagi!”

Bagaimana menurut Anda?

Kategori: Isu
Ditandai: , , , , ,

21 tanggapan so far ↓

  • dbs pulsa // Juni 4, 2009 pada 4:50 am | Balas

    DBS bukan money game karena ada produk yang dijual yaitu Pulsa. Sedangkan money game hanyalah permainan uang yang tidak ada sama sekali transaksi barang atau jasa di dalamnya.

  • apiqquantum // Juni 4, 2009 pada 6:37 am | Balas

    Sebagai pertimbangan juga, silakan kunjungi:

    http://sufimatre.wordpress.com/2008/04/16/dbs-mlm-berbulu-pulsa/

    Salam…

  • adhi1987 // Juni 4, 2009 pada 3:49 pm | Balas

    Bagi APLI (ASOSIASI PENJUALAN LANGSUNG INDONESIA) perusahaan tersebut adalah illegal karena tidak memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan. Perusahaan tersebut membentuk jaringan sehingga diwajibkan memiliki SIUPL. Dan bagi APLI, perusahaan MLM yang benar adalah :
    1. Biaya pendaftaran tidak mahal, sesuai dengan starter kit yang diberikan.
    2. Ada produk yang dijual, dan bukan sekedar kedok
    3. Pendapatan yang utama dari pembelian/penjualan produk, bukan dari rekruting
    Lihat juga kutipan surat edaran dari Majelis Mujahidin Indonesia melalui website APLI tentang perusahaan tersebut.

  • angger // Juni 5, 2009 pada 1:10 am | Balas

    Terima kasih atas ide dari teman-teman semua,

    Apakah sudah ada komunikasi antara DBS dan APLI?
    Bagaimana hasilnya?

    Salam…

  • dbs=money games // Juni 11, 2009 pada 6:04 pm | Balas

    Bisnis Jaringan Pulsa DBS Dilarang Di Bukittinggi
    Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan Himpunan Da,i Indonesia (HDI) Cabang Kota Bukittinggi, melarang bisnis jaringan pulsa atau Network Marketing yang saat ini santer disebut Duta Business School (DBS).

    DBS yang dikelola manajemen PT. Duta Future International (PT.DFI) itu dinilai tidak sesuai dengan konsep usaha syariat Agam Islam.

    “Mulai saat ini bisnis jaringan pulsa atau DBS tersebut harus dihentikan, karena tidak sesuai dengan konsep usaha syariat Agama Islam. Sebab selain tidak adil, menguntungkan jaringan posisi tertinggi, perusahaan, dan akad (perjanjian) investasi yang ditanam member sebesar Rp 200 ribu akan hilang begitu saja,” tegas H. Gusrizal, Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Barat dalam diskusi bersama pimpinan DBS Cabang Kota Bukittinggi di Mesjid Agung Tengah Sawah Kota setempat Senin (1/6).
    Gusrizal, yang akrab disapa Buya itu menyatakan, DBS belum bisa diketegorikan halal walaupun pengelolaan-nya merujuk kepada fatwa MUI Bandung.

    Maksud dari Fatwa MUI Bandung, kata Buya, hanya tertuju kepada bisnis Network Marketing dan MLM secara global dimana intinya adalah usaha berbentuk penjualan barang. Sedangkan khusus untuk bisnis DBS dalam pengertian umum adalah money game atau permainan uang.

    “Belum ada fatwa dikeluarkan MUI tingkat pusat maupun daerah untuk bisnis DBS ini. Fatwa MUI Bandung tertuju kepada bisnis MLM secara global, sementara DBS adalah permainan uang dan menguntungkan sepihak. Soal pembagian laba yang diperoleh tidak merata antara posisi jaringan diatas dengan posisi paling dibawah termasuk keuntungan besar yang diraup perusahaan dari uang pendaftaran member,” sebutnya.

    Jadi, lanjut Buya, kesimpulan dari diskusi atau pembahasan soal DBS, untuk sementara belum difatwakan haram, tetapi telah mendekati haram. Dalam Syariat Agama Islam disebut Subhat.

    “Pembahasan kategori bisnis pulsa DBS ini akan terus diproses sampai ketingkat provinsi dan pusat. Untuk sementara kategori usahanya disebut Subhat yang artinya telah hampir mencapai kepada tingkatan usaha haram. Guna kemaslahatan umat, walaupun fatwa belum dikeluarkan, sistem usaha ini harus dihentikan,” tandasnya.

    Sementara Erwin, pimpinan cabang DBS Kota Bukittinggi, mendengar keterangan dari Buya tidak bisa berkomentar lebih banyak. Ia hanya menyarankan agar para ulama yang membahas permasalahan bisnis DBS segera mempertanyakan langsung kepada pimpinan perusahaan.

    “Jika di Bukittinggi memang saya pimpinan-nya, tapi untuk melanjutkan atau menghentikan bisis DBS, tergantung kepada pimpinan perusahaan. Alangkah baik, para ulama yang terhormat ini mempertanyakan langsung kepada pimpinan perusahaan kami yang ada di Pulau Jawa sana,”ucapnya.

    sumber : padangmedia

  • apiqquantum // Juni 11, 2009 pada 11:08 pm | Balas

    Yth Para pimpinan DBS
    Di Bandung (tetangga saya)

    Mohon kiranya memberikan penjelasan mengenai situasi di Bukit Tinggi di atas.

    Salam…

  • ummu zahra // Juni 13, 2009 pada 8:29 pm | Balas

    wah tengkyu info nya, saya juga di tawari DBS…

  • Uang // Juni 16, 2009 pada 4:06 pm | Balas

    DBS itu bisnis plin plan

    baca nih kata mereka
    ——————————————————–
    Perkenalkan saya xyz, Mari bergabung bisnis bersama DBS. Tanpa menjual pulsa. Dijamin sukses!”
    ——————————————————–

    “DBS bukan money game. Karena DBS menjual pulsa
    ——————————————————
    Bingung khan. itulah karakter orang2 dbs, penipu….. mereka sendiri memutar2 omongan mereka sendiri….., pertma gak jual pulsa.. eh ternyata mereka bilang jual pulsa…hihiiiii

    =================================
    Sebagai ilustrasi:6 orang gabung baru 1 orang yang balik modal,12 orang gabung baru 2 orang yang balik modal
    12 x 200.000 = 12 juta.balikin modal 2 orang dbs keluar 420.000
    12 juta – 420.000= 11580000.11580000 ( hasil bersih dbs )
    kita baru balik modal, tapi dbs udah pesiar kemana-mana.Anda mau jadi pesuruh?sadarlah….., buka mata hatimu…jika anda tidak percaya akan bermasalahnya dbs, segeralah anda tahajjud dan mintalah petunjuk-Nya

  • achmad // Juni 20, 2009 pada 2:14 am | Balas

    DBS bisa diartikan Haram bila salah menjelaskan,membeli hak keagenan pulsa plus fasilitas yang lain kita sudah mendapatkan keuntungan terlepas dia mau menjalankan system atau tidak (tidak ada paksaan untuk bergabung).DBS adalah suatu system yang luar biasa,sementara ini memang banyak peryataan negatif .tapi sebenarya system seperti ini sudah banyak dikeluarkan MLM lain.tapi kenapa tidak banyak komentar……?sudah adakah fatwa MUI yg dikeluarkan untuk semua system MLM…?jangan kalo sudah besar semua berkomentar……

  • Jabir // Juni 23, 2009 pada 4:12 am | Balas

    MLM prosesnya perusahaan yg melakukan ikatan dengan member dengan mendaftar dan melakukan pembayaran member ke perusahaan diseimbangi dengan adanya produk dari perusahaan yg bisa dimanfaatkan dan dijual ulang. member mendapat bonus dari perusahaan karena membeli produk dan karena keberhasilannya mendapat jaringan member lainnya. Selama ada produk dan manfaatnya setara dengan harga yg diberikan, disisi lain ada keterikatan perusahan dengan membernya maka inilah unsur MLM yang sah. Selain itu adalah money game.

  • yodi // Juni 23, 2009 pada 3:10 pm | Balas

    Mohon tanggapannya mengenai peraturan yang saya copy paste dari web DBS seperti berikut ini : 15. Perusahaan tidak bertanggung jawab terhadap kewajiban-kewajiban kepada Member jika di Perusahaan terjadi bencana alam, kerusuhan, huru-hara, perubahan kebijakan hukum atau politik yang mengakibatkan ditutupnya perusahaan. Thanks atas komentarnya.

  • henry // Juni 23, 2009 pada 6:18 pm | Balas

    ass,
    ini haram..itu haram…tp negara bagi2in duit kerakyat miskin dibilang halal…duh gawat pada,..JANGAN PERNAH KASIH DUIT….KASIH KERJAAN DOOONG….DBSlah dibilang haram,justru di DBSlah gw n temen2 gw bisa belajar ilmu sosial lebih banyak dari pada gw belajar disekolah,ilmu silaturahmi,ilmu gotong royong,kekeluargaan,..jangan lihat duitnya dong di DBS,tapi lihat cara DBS memberikan ilmunya dooong….DBS tidak memberikan IKAN tapi DBS memberikan KAIL untuk kita berusaha,gw rasa gabung 200rb gw ga rugi…toh gw dapet fasilitas yg gw nilai itu lebih dari 200rb,
    1.teknologi isi pulsa melalui hp sendiri,
    2.asuransi jiwa gratis dr BRINGIN LIFE
    3.kartu diskon di 5rb store
    4.starter kit,5.training2 pengembangan diri (pendidikan enterpreneur)
    6.content2 di DBS (website).
    7.untuk praktek pengembangan usaha (CRP) customer refferal program

    (kira2 gabung 200rb wajar ga..? rugi ga…??)

    apa gw rugi gabung 200rb dapetin itu semua..??
    apa dengan 200rb gw bisa buat dagang somai?? baso?? gado2?? or usaha lain??

    gw ngelamar kerjaan dah abis 2jt lebih wat biaya sana sininya..ga ada hasilnya,gw sarjana ekonomi..ssekolah pake biaya,bukan dibiayain…sapa yg mo ngasih kerjaan ke gw,…ga ada bos…tp dengan gw gabung di DBS,gw bisa nerapin ilmu ekonomi gw disini…membantu temen2 gw…alhmdlh temen2 gw juga sudah bisa…dan temen2nya yg lain pun sudah bisa…disini usaha bos,bukan leha2 dapet duit..uangnya jelas dari mana…namanya juga bisnis pulsa…kalo mo di liat barangnya coba aja cari bentuknya pulsa seperti apa…sama kayak angin/kentut/udara…pernahkah ente liat bentuknya?????

    disni bisnis komunikasi…gw jadi dket lagi sama temen2 gw dikampung,gotong royong bareng2 ngebangun n belajar berbisnis (berusaha) membangun mental enterpreneur..yang RATA2 BELUM DIMILIKI OLEH ORANG INDONESIA…

    gw maklumin DBS ini banyak yang nyindir2,ngata2in,ngeharam2in..wajar bro…semakin tinggi poon semakin kencang anginnya…ada pula yg ga rela merasa tersaingi mungkin…sapa tau..itulah sifat dasar manusia : SIRIK n DENGKI…gmn bangsa mo maju bro…kita selalu berfikir negatif terus…ya selamanya bangsa ini akan negatif..diri lo juga akan negatif..kekuatan pikiran negatif bisa membunuh loh..hati2….banyak yg udah bunuh diri gara2 berfikir negatif…jangan sampe bro..naudzubillah….

    gw ga belain DBS,di DBS gw ambil ilmunya yang gw nilai paling bermanfaat..buat hidup gw..buat masa depan gw,istri gw,anak gw,temen2 gw,orang tua gw,sodara2 gw dan orang lain..itu aja..tengkiaaww…

    wass

  • Distributor Pulsa // Juni 25, 2009 pada 2:43 am | Balas

    salam kenal.. kami dari bisnis pulsa konvensional.. silahkan berkunjung… sapa tau ada yg tertarik :)

  • achmad // Juni 25, 2009 pada 6:09 pm | Balas

    Salam Sukses untuk Member DBS
    Setelah mengikuti Trainning for Trainer Padang sangat terbuka dan jelas mengenai marketing plan DBS sesungguhnya:1.Kuasai marketing plan dan ada kemauan untuk bertanya(mau tau) bila belum paham2.coba untuk bersikap positif.Bila tertarik bisa gabung DBS (tdk ada paksaan kok)Sangat besar manfaatnya :BUKAN hanya masalah duit melulu.Refferensi seluruh nusantara sudah aku dapatkan,Klo mungkin Pak Febrian mencalonkan jadi presiden sayalah orang pertama yang akan memilihnya…..tidak banyak janji……tapi memberikan solusi….salam sukses untuk semua member DBS .Untuk sukses memang perlu perjuangan.GO FREEDOM…

  • bang juki // Juli 4, 2009 pada 10:36 am | Balas

    Apa sih di dunia ini yg tidak bersistem piramid? Memangnya kalau kita kerja di kantor, atau kerja pada orang lain, kita bekerja di sistem yg tidak piramid?

    Apa bisa kita jadi kaya kerja pada orang lain tanpa membuat majikan kita jauh lebih kaya lagi daripada kita? Apa bisa kita naik peringkat di tempat kerja tanpa harus membuat orang yg jadi atasan kita kehilangan jabatannya dulu, entah dipecat, dimutasi, atau meninggal misalnya?

    Sistem piramid yg seperti ini, sebetulnya lebih jahat daripada sistem piramid yg spt DBS dkk itu, karena di sini terjadi yang namanya eksploitasi manusia oleh manusia lainnya. Bagi para pegawai kecil/buruh di sistem piramid seprti ini, satu-satunya jalan untuk mengubah nasib adalah dengan keluar dari sistem dan membangun sistem/usahanya sendiri.

    Lalu kalau sistem piramid yg sejahat itu tidak dipermasalahkan, kenapa sistem piramid spt yg di DBS dll itu diharam-haramkan? Paling tidak, di sistem piramid model DBS itu mereka yang bergabung punya kesempatan untuk memperbaiki standar hidup, tidak seperti kalau bekerja pada orang lain. Kalau bekerja pada orang lain, tidak mungkin kita bisa naik pangkat atau naik gaji tanpa perkenanan/belas kasihan atasan, bahkan walaupun prestasi kita setinggi langit.

  • achmad // Juli 5, 2009 pada 6:23 am | Balas

    setuju buat bang Juki……..
    klo kita berpositif thinking mudah mudahan semua bisa sukses.Tidak saling curiga ,mengklaim ini itu haram.BIARLAH lembaga yang lebih mengerti hukum agama & negarayang memberikan penjelasanttg hal itu .SALAM SUKSES untuk SEMUANYA

  • warung teguh // Juli 5, 2009 pada 4:40 pm | Balas

    saya juga bingung lihat dbs ini..3 tahun lalu saya pernah ikut voucher key..dan saya lihat kok pakem modelnya sama dengan dbs ini…
    dbs ini bisnisnya apa..dibilang jualan pulsa..kok sepertinya enga yah?? dia lebih mengutamakan pada mencari keangotaannya..dimana yg dihargai untuk 1, 3, 7, masing2 beda dan maksimal 31… makanya sya sering bingung ini bisnis apah dan bagaimana bisa tdk jual produk tapi menjanjikan angotanya akan kaya nantinya…
    mohon penjelasan selengkapnya dan saya minta kalo diperbolehkan untuk melihat neraca keuangan dbs serta omset laba mereka dari penjualan voucher hp… krn saya tdk mau tahu dgn bbrp byk keanggotaan yg mereka peroleh/bulannya.. terimakasih.

  • alaniga // Juli 16, 2009 pada 3:59 pm | Balas

    Saya diberitau login orang yg join dbs.. biasa pamer “gaji buta”…
    lalu sy login dengan account-nya, ternyata apa yg ada di dalamnya membenarkan semua keragu-raguan saya ttg bisnis ini, ..

    saat saya lihat laporan transaksi jual beli pulsa, tidak ada satupun yg melakukan transaksi penjualan pulsa dari semua anggota yg berada di dalam jaringan ini, padahal jumlah jaringannya sudah mencapai puluhan orang hampir seratus orang…

    padahal mereka kadang2 suka obral pulsa dengan harga murah, akhirnya saya tau itu adalah penghasilan merekrut bawahan yg sebagian berupa deposit pulsa. pulsa ini yg diobral… bukan produk bisnis ini..

    parah!! parah!! mereka jg berlomba-lomba membuat banyak HU.. ada yg 7 HU, 9 HU, dsb… padahal orangnya ya itu-itu aja… kalo ditotal paling ga ada setengahnya.. kalo mau bukti liat aja beberapa account yg sengaja diperlihatkan untuk pamer “gaji buta”, banyak account di internet..

  • Santo (DBS2142657) // Juli 28, 2009 pada 3:39 am | Balas

    DBS ada unsur money gamenya,itu benar! tapi DBS tidak haram! karena yg ditawarkan adalah jelas!perusahaan jelas!transaksi prodak jelas!omset perusahaan jelas!masa depan perusahaan dan member jelas!visi & misi jelas!
    Yang haram adalah yg serba tidak jelas! Klw DBS haram karena ada unsur money gamenya! berarti saham dan yg sejenisnya juga harus di haramkan dan dilarang keberadaanya karena mengandung unsur money game!

  • DBs g ada // Agustus 13, 2009 pada 5:27 am | Balas

    Aku udah liat di http://www.apli.or.id nama DBS kok ga ada yah………
    Hmmmm????????

  • ari // September 15, 2009 pada 4:52 am | Balas

    ciri-ciri money game:
    1. Tidak ada barang-produk saat mendaftar
    2. Bonus-bonus dari rekruting member-member baru.
    3. kalaupun ada barang-produk tapi tidak senilai dengan uang yang disetor.
    4. Terjadi mark-up harga, harga mahal.
    5. kalaupun ada produk yang kita dapatkan, kalau kita jual lagi harganya turun = rugi.
    6. Money game hanya perputaran uang.
    7. jika pakai sistem MLM, tidak ada SIUPL dari pemerintah RI

    semoga kita terhindar dari transakasi yang tidak Islami.

Tinggalkan sebuah Komentar