APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

Masukan dari Mei 2009

Orang Jahat Pun Tidak Boleh Berbohong

Mei 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Setiap orang memiliki reputasi dan kredibilitasnya masing-masing. Tidak mudah membangun reputasi nama baik. Tetapi saya tahu cara termudah untuk menghacurkan reputasi nama baik. Cara itu sangat mudah: Berbohong!

Saya menekankan kepada anak-anak saya dan orang-orang terdekat saya agar tidak berbohong – agar senantiasa jujur atau setidaknya diam saja. Kejujuran membangun kepercayaan. Kepercayaan yang akan membangun reputasi nama baik.

Tentu saja kepada keluarga besar APIQ, saya menyerukan agar senantiasa jujur, memenuhi segala janji, dan segera memperbaiki diri bila terdapat kesalahan. Sebagai manusia, kita tak lepas dari potensi salah. Jangan menutupi suatu kesalahan dengan kebohongan. Tetapi perbaiki kesalahan dengan tebusan yang lebih baik.

Saya bahkan menyatakan,

“Orang jahat pun tidak boleh berbohong. Apalagi bila Anda bukan orang jahat.”

Misalnya ada sekawanan pencuri atau mafia. Mungkin bagi sebagian besar orang, sekawanan pencuri adalah orang jahat. Bolehkan di antara pencuri itu saling berbohong? Tentu boleh-boleh saja! Tetapi orang jahat yang berbohong tersebut pasti tidak akan dipercaya oleh rekan-rekannya.

Dalam sekawanan pencuri, biasanya ada pemimpinnya. Bagaimana dengan pemimpin tersebut? Bolehkah dia berbohong? Tidak! Sama sekali tidak boleh berbohong. Ketika diketahui sang pemimpin berbohong maka anak buahnya akan meninggalkannya.

Orang jahat pun tidak boleh berbohong. Apalagi bila Anda bukan orang jahat.

Dalam bisnis, kebohongan sulit ditoleransi. Baru-baru ini saya menemukan seseorang yang berbohong. Dengan berat hati, saya mulai menjaga jarak dengan orang tersebut dalam urusan bisnis. Dalam urusan pribadi pun saya tidak akan berani menaruh kepercayaan besar padanya. Namun secara pribadi saya berusaha mengingatkan dia agar tidak berbohong demi kebaikan dirinya.

Masihkah Anda ingat dengan tokoh dari Bandung yang terjatuh karena di anggap berbohong kepada publik?

Tokoh tersebut hanya dianggap berbohong. Belum tentu berbohong beneran. Tetapi sebagian besar masyarakat telah menarik kepercayaan kepada tokoh itu. Seperti kita tahu, kerajaan bisnis tokoh itu mulai surut satu demi satu.

Jaga nama baik kita!
Jaga reputasi kita!
Jaga kredibilitas kita!

Orang jahat pun tidak boleh berbohong. Apalagi Anda bukan orang jahat.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kategori: Inspirasi
Ditandai: , , , , ,

Permainan Aritmetika: Sederhana Tetapi Menakjubkan

Mei 28, 2009 · & Komentar

Kadang-kadang sesuatu terjadi di luar dugaan kita. Justru itu lebih menarik kan? Seperti bumbu penyedap dalam kehidupan. Semoga bumbu kehidupan tersebut adalah kejutan positif bagi kita.

Permainan aritmetika selalu menakjubkan. Saya mencoba menunjukkan beragam permainan aritmetika APIQ beberapa waktu yang lalu. Anak-anak menikmati permainan aritmetika APIQ tersebut. Bukan hanya anak-anak, ternyata, para orang tua juga tertarik dan penasaran dengan permainan aritmetika APIQ itu.

Yang membuat saya terkejut adalah permainan sederhana yang saya kira akan menjadi biasa-biasa saja tetapi ternyata anak-anak sangat menyukainya.

Berikut ini adalah permainan aritmetka APIQ sederhana yang menakjubkan.

1. Tuliskan sebuah angka antara 1 sampai dengan 9.
(Misal anak menulis angka 4. Kita sebagai pemandu permainan tidak diijinkan melihat tulisan anak itu. Apa yang dituliskan anak adalah rahasia bagi kita.)

2. Tambahkan dengan 5, tuliskan hasilnya…
(Anak menghitung 4 + 5 = 9)

3. Kalikan dengan 3, tulis hasilnya…
(Anak menghitung 9 x 3 = 27.)

4. Kalikan lagi dengan 3, tulis hasilnya…
(Anak menghitung 27 x 3 = 81.)

5. “Kamu memperoleh berapa angka hasilnya?”
“Dua angka,” jawab anak.
“Sebutkan angka yang terakhir…”
“Satu…” jawab anak.
“Angka yang depan adalah…8,” kita menebak dengan pasti.
“Kok tahu sih…!?” anak-anak kagum.

Kunci dari permainan ini adalah angka 9. Hasil akhir dari operasi hitung yang kita mainkan selalu berjumlah 9 – bila angka-angkanya kita jumlahkan.

Mari kita coba dengan angka yang lain!

1. Tuliskan sebuah angka antara 1 sampai dengan 9.
(Misal anak menulis angka 8. Kita sebagai pemandu permainan tidak diijinkan melihat tulisan anak itu. Apa yang dituliskan anak adalah rahasia bagi kita.)

2. Tambahkan dengan 5, tuliskan hasilnya…
(Anak menghitung 8 + 5 = 13)

3. Kalikan dengan 3, tulis hasilnya…
(Anak menghitung 13 x 3 = 39.)

4. Kalikan lagi dengan 3, tulis hasilnya…
(Anak menghitung 39 x 3 = 117.)

5. “Kamu memperoleh berapa angka hasilnya?”
“Tiga angka,” jawab anak.
“Sebutkan angka pertama dan terakhir…”
“Satu…dan tujuh,” jawab anak.
“Angka yang di tengah adalah…1,” kita menebak dengan pasti.
“Kok tahu sih…!?” anak-anak kagum.

Sekali lagi, kuncinya adalah angka 9.

Selamat bermain-main…!
Selamat bergembira…!

Tentu saja kita dapat berganti peran dengan anak kita. Biarkan mereka berganti menjadi tukang sulapnya. Ijinkan anak kita mencintai matematika. Itu pula yang sering kami lakukan di matematika kreatif APIQ.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kategori: APIQ · Inovasi Pembelajaran
Ditandai: , , , , , , , ,

Tulisan 27 Mei

Mei 27, 2009 · 1 Komentar

Kategori: Uncategorized
Ditandai: , ,

Berpikir Kreatif, Berpikir Terbalik, Gunakan Otak Kanan

Mei 25, 2009 · & Komentar

Kita sudah sering mendengar kehebatan otak kanan yang sangat kreatif. Salah satu keunikan berpikir dengan otak kanan adalah berpikir terbalik – lawannya berpikir otak kiri yang urut, logis.

Ketika banyak orang menjual produknya dengan berbagai macam harga, ketika banyak orang menjual service-nya dengan harga premium melambung, Google malah menawarkan produknya dengan gratis. Harga produk layanan google adalah gratis. Layanan utama google adalah search engine – mesin pencarian di internet – yang gratis bagi siapa pun.

Google telah berpikir kreatif dengan menggunakan otak kanan. Google berpikir terbalik dari umumnya orang berpikir. Harga layanan yang bagus tentulah mesti mahal. Tetapi google dengan gaya berpikir otak kanannya malah berpikir sebaliknya: memberikan layanan kualitas tinggi dengan harga 0 atau gratis. Seperti kita tahu google meraih sukses luar biasa.

Berpikir otak kanan memang mengagumkan. Ketika orang berbagi file mp3 (musik, lagu) gratis di mana-mana, Apple (Steve Jobs) berpikir sebaliknya. Apple menawarkan musik mp3 dengan harga yang cukup tinggi – hampir 1 dolar Amerika. Tentu semua orang menertawakan ide Steve Jobs.

Siapa yang akan bersedia membeli file musik mp3 dengan harga 1 dolar bila file yang sama dapat diperoleh gratis? Semua orang juga dengan mudah dapat memperoleh file gratis melalui internet. Dengan handphone, bahkan file gratis ini lebih mudah lagi tersebar.

Tapi Apple – Steve Jobs – bersikeras akan menjual file mp3 dengan harga 1 dolar (tepatnya 99 sen). Para pengamat meragukan Apple. Steve Jobs tetap bersikukuh dengan pendekatan otak kanannya.

Catatan sejarah menunjukkan, beberapa minggu setelah Apple meluncurkan produknya, Apple berhasil mengantongi pendapatan lebih dari 1 juta dolar. Apple telah berhasil menjual 1 juta file lagu mp3 hanya dalam hitungan minggu. Otak kanan memang dahsyat!

Berpikir terbalik otak kanan memang kreatif dan hebat. Tetapi karena pendekatan ini tidak umum maka banyak orang yang meragukannya.

Saya di APIQ mencoba membalik pemikiran bahwa belajar harus selalu serius. Lebih-lebih belajar matematika. Saya menciptakan berbagai macam permainan yang membuat anak-anak senang bermain sekaligus belajar matematika. Belajar matematika tidak lagi menjadi pembelajaran yang kaku menegangkan. Di matematika kreatif APIQ, belajar matematika adalah petualangan premainan yang mengasyikkan.

Hasilnya sangat mengagumkan. Anak-anak menguasai konsep matematika dengan lebih bagus, lebih cepat, dan…lebih kreatif.

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

Kategori: APIQ
Ditandai: , , , , ,

Tanpa Internet

Mei 24, 2009 · 1 Komentar

Beberapa hari terakhir ini saya tidak tersambung internet dengan layak – tak tahu mengapa koneksi internetku lambat banget.

Untungnya, APIQ tetap dapat berinteraksi dengan masyarakat luas. APIQ masuk tabloid Moms&Kiddies edisi terbaru. Terima kasih kepada Redaksi Moms&Kiddies dan seluruh tim APIQ atas kerja samanya.

Salam hangat…
agus Nggermanto

Kategori: APIQ
Ditandai: , ,

Inovasi Matematika Kreatif di Training APIQ 23-24 Mei 2009

Mei 20, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Inovasi terus berhamburan. Ide-ide terus mengalir. Tetapi bagaimana kita menatanya? Bagaimana kita memanfaatkannya?

Saya beruntung dalam hal inovasi matematika kreatif. Salah satunya karena tiap bulan kami menyelenggarakan Training APIQ Quantum. Training terdekat akan kami selenggarakan 23-24 Mei 2009 di Jakarta.

Mengapa saya beruntung dengan Training APIQ Quantum?

1. Training tersebut memicu saya dan tim APIQ untuk terus berinovasi. Bagi kami di APIQ, inovasi adalah suatu keniscayaan. Karena APIQ adalah Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif. Ada training atau tidak, kami tetap berinovasi. Tetapi dengan adanya training rutin, membuat kami lebih konsisten dalam berinovasi.

2. Training APIQ juga mengajak kami untuk menata dan mendokumentasikan inovasi-inovasi APIQ lebih rapi lagi. Misalnya, saat ini, saya mulai mengumpulkan hasil inovasi APIQ sepanjang April-Mei 2009.

3. Dan lain-lain.

Menjelang training 23 Mei ini saya sangat tertarik dengan fenomena geometri segitiga. Ini juga menjadi inovasi terbaru APIQ dalam bidang geometri. Dengan permainan sederhana yang kreatif, anak-anak (dan kita), akan memahami mengapa jumlah dari sudut-sudut dalam sebuah segitiga selalu 180 derajat.

Dari permainan segitiga ini juga, anak-anak akan memahami rumus luas sebarang segitiga adalah 1/2 x alas x tinggi. Semua kita lakukan dengan permainan.

Bagaimana cara memainkan “segitiga milenium” ini?

1. Siapkan selembar kertas (ukuran A4 atau folio).
2. Buatlah segitiga dari kertas tersebut dengan memotong beberapa bagian.
3. Dari segitiga yang kita peroleh buatlah persegi panjang “cantik” dengan cara melipat kertas – tidak boleh memotong atau menyobek segitiga.
4. Siapa yang berhasil membuat 3 buah persegi panjang lebih dulu adalah pemenangnya.
5. Lakukan permainan beberapa kali.

Kunci inovasi pembelajaran matematika kreatif ada pada langkah 3, yaitu ketika membuat persegi panjang cantik dari sebuah segitiga.

Perhatikan baik-baik persegi panjang cantik yang kita miliki. Maka dengan jelas kita melihat bahwa jumlah dari sudut-sudut sebuah segitiga adalah 180 derajat. Dan luas dari sebarang segitiga adalah 2 x 1/2 alas x 1/2 tinggi = 1/2 x alas x tinggi.

Selamat bermain…
Selamat bertualang…
Selamat berinovasi…

Bagaimana menurut Anda?

Salam hangat…

Kategori: APIQ · Inovasi Pembelajaran
Ditandai: , ,

Ayo Bangkit… Indonesiaku…!

Mei 20, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bangkitlah dari tidur panjangmu,
Bangkitlah dari kungkungan ilusi,
Bangkitlah dari kematian suri,

Indonesia, ayo bangkit…!

Kategori: Inspirasi
Ditandai:

Manfaat Belajar Matematika Kreatif

Mei 19, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Matematika selalu mendahului jamannya, 10 tahun atau 100 tahun di depan.

George Boole menulis buku tentang pemikiran di tahun 1854 yang berjudul An Investigation of the Laws of Thought, on Which are Founded the Mathematical Theories of Logic and Probabilities. Sebuah buku tentang teori matematika yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kenyataan praktis.

Apa manfaatnya mempelajari teori matematika yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari?

Belasan tahun setelah Boole menulis teori matematika itu, beberapa pecinta matematika mulai menduga-duga bahwa teori Boole mungkin dapat diaplikasikan untuk kehidupan nyata. Tetapi ternyata memang tidak dapat diterapkan.

Seratus tahun kemudian, teori Boole menjadi landasan utama untuk kemajuan teknologi yang mencengangkan: teknologi komputer dan teknologi digital. Teori Boole ini sering kita sebut sebagai Aljabar Boolean – sebuah sistem aljabar yang hanya menggunakan bilangan 0 dan 1. Setiap mahasiswa komputer atau informatika harus belajar Aljabar Boolean dari awal agar dapat memahami teknologi komputer dan informasi.

Tanpa Aljabar Boolean bagaimana kita dapat mengenal komputer? Bagaimana kita dapat mengenal internet? Bagaimana kita dapat mengenal dunia digital?

Jadi, mengapa belajar matematika – semisal Aljabar Boolean ?

Bila kita bertanya pada tahun 1854, mungkin memang tidak ada manfaatnya – tampaknya.

Tetapi bila kita mengajukan pertanyaan di atas kepada mahasiswa komputer dan informatika di tahun ini, justru sebaliknya. Kami ada karena ada Aljabar Boolean.

Mengapa belajar matematika kreatif APIQ?

Mungkin tidak ada manfaatnya saat ini.

Tetapi untuk masa depan, pasti banyak sekali manfaat belajar matematika kreatif APIQ!

Kategori: APIQ · Inspirasi
Ditandai: , , , , , , ,

Cerdas Otak Cerdas Perilaku

Mei 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kategori: Uncategorized

Teknik Berhitung Cepat Akar (Irasional)

Mei 17, 2009 · & Komentar

Membuat soal matematika tidak semudah yang dibayangkan. Tidak cukup sekedar membuat sebarang soal. Tujuan membuat soal itu haruslah jelas. Kepada siapa soal itu ditujukan juga harus jelas sejak awal.

Saya menemukan beberapa guru yang baik kesulitan membuat soal yang berhubungan dengan akar kuadrat (atau akar kubik). Tetapi guru yang kurang baik justru sering merasa tidak ada masalah dalam membuat atau menyusun soal tentang akar kuadrat.

Misal, untuk anak SD (sekitar kelas 5) mulai mengenal konsep kuadrat atau akar. Tentu seorang siswa tidak akan sulit memahami bahwa akar 9 adalah 3. Karena para siswa sudah paham dengan akar 9, guru mencoba memberi soal yang lebih mudah:

Berapakah akar 8?
Berapakah akar 3?
Berapakah akar 2?

Apanya yang lebih mudah?

Bilangan lebih kecil tidak secara otomatis menjadi lebih mudah. Saya telah mengembangkan banyak cara untuk menghitung akar kuadrat yang mudah dan menyenangkan di matematika kreatif APIQ. Lebih-lebih untuk menghitung akar pangkat tiga (akar kubik), siswa-siswa APIQ sangat menyukainya.

Tentu saya dengan sengaja dari awal telah memisahkan antara akar rasional dan akar irasional. Orang sering terjebak memaksa diri agar bisa menghitung akar rasional dan irasional dengan sebuah metode yang sama. Menurut pengalaman saya, akan lebih mudah bila kita memisahkan dua hal di atas.

Untuk menghitung akar irasional, saya mencoba mengembangkan berbagai macam cara:

1. Teknik Bintang Aritmetika; teknik ini menurut saya bagus. Tetapi tidak selalu mudah untuk melakukannya. Secara prinsip cara ini adalah menghitung akar dengan cara membalik algoritma menghitung kuadrat.

2. Teknik Pecahan Tak Hingga; inilah teknik yang saya sukai. Bentuknya cantik dan (tampak) sederhana. Pertama, kita perlu tahu bagaimana mengubah bentuk akar ke bentuk pecahan. Lalu menghitung pecahan tersebut.

3. Menggunakan program komputer; tentu ini metode yang ampuh. Bagi Anda yang menyukai pemrogramman komputer silakan mencobanya dengan berbagai macam alternatif algoritma pemrogramman.

Saya berniat eksperimen dan sharing cara menghitung akar kuadrat ini dalam forum Training APIQ Quantum yang akan kami selenggarakan 23-24 Mei 2009 di Jakarta. Selamat berpartisipasi…!

Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)

*Ngomong-ngomong akar 2 adalah = 1.41421 35623 73095 04880 16887 24209 69807 85696 71875 37694 80731 76679 73799….

Kategori: APIQ · Inovasi Pembelajaran
Ditandai: , , , , , ,