Tulisan ini melanjutkan tulisan sebelumnya yang berjudul RUMUS MUDAH.
LT = WIP/CR
LT adalah lead time, waktu, seberapa lama kita dpt menyelesaikan suatu pekerjaan dg kualitas yg diharapkan.
semakin kecil LT menunjukkan semakin cepat kita dpt menyelesaikan tugas, dan semakin bagus.
Tujuan setiap orang, setiap perusahaan adalah memperkecil LT, yang berarti mempercepat penyelesaian suatu tugas dengan kualitas yang sesuai harapan.
Bagaimana cara memperkecil LT?
Sesuai rumus mudah di atas, LT = WIP/CR, maka ada dua cara:
1. Memperkecil WIP.
WIP adalah Work in Progress, menggambarkan banyaknya pekerjaan yang sedang kita tangani. Semakin banyak bekerjaan yang menumpuk pada diri kita maka akan semakin lambat kita mampu menyelesaikannya, LT makin membesar.
Jadi, agar LT kecil maka kita buat WIP juga tetap kecil.
Toyota memilih pendekatan ini – menjaga agar WIP tetap kecil. Toyota menetapkan berapa WIP yang mereka inginkan agar memberikan kinerja yang terbaik. Mereka menetapkan WIP maksimum. Kemudian mereka menjaga agar WIP tetap berada pada nilai WIP maksimum. Tidak diijinkan untuk melampaui WIP maksimum.
Jika, misalnya, ketika musim lebaran tiba dan permintaan mobil Toyota meningkat maka permintaan ini akan menyeret WIP melampaui WIP maksimum. Apa yang dilakukan Toyota?
Toyota membuat sistem indent (waiting list). Dengan cara ini Toyota mampu menjaga WIP stabil di nilai WIP maksimum. Menjaga LT tetap kecil, yang artinya produksi cepat selesai. Dan akhirnya menjaga kepuasan konsumen.
Bagaimana dengan pengalaman Anda?
2. Memperbesar CR: Completion Rate.
CR menunjukkan kecepatan kita bekerja. Tentu, masuk akal, dengan menambah kecepatan kita bekerja – memperbesar CR – maka akan mempercepat penyelesaian pekerjaan tersebut – LT mengecil.
Inilah yang sering salah kaprah.
Ketika pekerjaan menumpuk, agar cepat selesai, maka kita menambah CR dengan cara bekerja lembur atau menambah tenaga kerja dengan outsource, menambah mesin produksi dan lain-lain. Toyota tidak melakukan hal ini. Karena menambah CR begitu saja dapat berakibat fatal.
Mahasiswa – juga para siswa – sering melakukan pendekatan ini: menambah CR. Ketika musim ujian tiba mereka lembur sehari semalam belajar terus menerus. Apa hasilnya?
Seandainya berhasil, badan bisa hancur!
Bagaimana solusi yang terbaik?
Gunakan pendekatan 1: menjaga WIP tetap kecil di nilai kurang dari WIP maksimum. Ketika proses sudah stabil (heijunka) kemudian berpikirlah untuk memperbesar CR dengan cara yang bijak.
Itu lah rumus mudah yang akan mengantar kita menraih sukses dengan ceria.
Bagaimana menurut ANda?
Salam…
(angger: agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
3 tanggapan so far ↓
soerdjak // November 6, 2008 pada 10:09 pm |
ternyata rumusnya simpel bgt ya, tapi hasilnya sangat berpengaruh.
filosofi yang bagus pak.
LASKAR PELANGI // November 8, 2008 pada 9:52 am |
q ga ngerti mas
ananto // November 17, 2008 pada 10:10 am |
Alhamdulillah saya baca filosofi ini, mas tolong masukkan filosofi-filosofi yang lain agar semakin banyak orang yang baca tentang itu