Di daerah, internet pakai im3 masih ok juga. meski gak dpt 3g, gprs lumayan!
Masukan dari September 2008
JALUR MUDIK
September 28, 2008 · & Komentar
Berangkat dari bandung malam hari 21.00 wib dg membawa 5 anggota yunior.
jalur selatan menuju tasik, ciamis, cilacap, kebumen, purworejo trus shalat shubuh. mampir dulu di magelang lanjut jogja terus ke jatim.
Kategori: ramadhan
PERTOKOAN DISERBU
September 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Pertokoan diserbu, dihabisi menjelang lebaran. tidak sungkan2 para pengunjung memborong macam2 produk.
Kategori: ramadhan
SIAP MUDIK
September 26, 2008 · & Komentar
Sebelum mudik banyak jg yg hrs kami siapkan. maklum dg lima anak kecil2, nomor 1, 8 tahun, nomor 5, usia 2 minggu. pasti akan jd petualangan yg mengasyikkan.
mohon doa kawan2 semua!
terimakasih…
Kategori: ramadhan
Selamat Idhul Fitri 1429 H
September 25, 2008 · & Komentar
Dia selalu membuka pintu taubat dengan menganugerahkan Ramadhan, Lalilatulqadar, dan Idhul Fitri.
Dengan kerendahan hati, mohon buka pintu maaf untuk kami.
Selamat hari raya Idhul Fitri.
Mohon maaf lahir batin.
Hormat kami
agus Nggermanto & segenap keluarga besar APIQ.
Kategori: ramadhan
Ditandai: idhul fitri, idul fitri, maaf, selamat, ucapan
Mau Mudik? Download dulu Peta Mudik 2008
September 25, 2008 · 1 Komentar
Sebentar lagi akan tiba musik mudik. Beberapa mahasiswa dekat rumah malah sudah pada mudik. Mau lewat jalur utara atau jalur selatan ya mudiknya?
Cari peta dulu ah…
Untungnya ada peta mudik 2008 dan juga peta wisata 2008 online.
Saya masih ragu apakah jalur utara pantura apakah sudah bagus jalannya. Terutama jalur Pati-Juwana. Rusak sepanjang 6,2 km. Kabarnya baru 2 km yang telah diperbaiki. Kapan sisanya selesai?
Lewat jalur selatan? Nagrek sudah jadi langganan macet. Tetapi Rabu kemarin sudah resmi dibuka jalur lingkar Nagrek. Jadi Nagrek bakal lancar tahun ini. Setidaknya Nagrek tidak akan semacet tahun-tahun sebelumnya.
Jadi, kami sekeluarga akan memilih jalur selatan. Mohon doa kawan-kawan semua.
Selamat Idhul Fitri 1429 H. Mohon Maaf Lahir Bathin!
O ya, bagi yang ingin lihat peta mudik 2008 atau downloand peta mudik 2006 silakan mencobanya!
Salam…
agus Nggermanto
Kategori: ramadhan
Ditandai: 1429 H, download, idhul fitri, jalur selatan, juwana, mudik, nagrek, pantura, pati, peta mudik 2008, titik macet
Dampak Aritmetika Jari, Sempoa, atau Jarimatika
September 23, 2008 · & Komentar
Saya selalu berusaha untuk berpikir positif dalam segala hal. Tetapi saya harus siap menghadapi suatu risiko dengan lambat. Kadang sangat terlambat. Tampaknya saya harus lebih waspada dan siaga. Berpikiran positif tetap penting, saya yakin itu.
Misalnya dalam menyikapi pengajaran aritmetika (aritmatika) dasar. Saya biasanya mengijinkan orang tua untuk mengajari anaknya apa saja asalkan anaknya fun, gembira, semangat tentangnya. Di belakang hari, masalah bisa muncul sewaktu-waktu.
“Mas, sebaiknya apakah anak saya, saya daftarkan ke sempoa?”
“Jika anaknya memang menyukainya silakan mendaftar. Bila tidak ya jangan. Menurut saya sih, sebaiknya jangan mendaftarkan anak Ibu ke sempoa. Tetapi terserah Ibu dan anaknya.”
Di belakang hari, ketika anak yang kursus sempoa itu mendapat masalah. Saya yang harus ikut membantu. Butuh perjuangan ekstra keras untuk membantunya. Mengapa?
Karena sempoa mengganti logika/nalar aritmetika (aritmatika) dasar menjadi sebuah proses mekanis menggerak-gerakkan biji sempoa. Akhirnya nalar aritmetika anak itu tidak berkembang. Meski anak itu pernah juara lomba sempoa – bisa berhitung penjumlahan dengan sangat cepat sampai ribuan – tetapi tidak menjamin adanya perkembangan nalar aritmetika.
Ketika ia menemui soal 8 + 3 = ….
dan ia lupa proses yang diperlukan untuk menggerakkan biji sempoa, mandeglah dia. Kita coba alternatif menghitung pakai jari pun tetap susah.
Bagaimana dengan Jarimatika?
Saya berharap banyak Jarimatika jauh lebih baik dari sempoa. Tetapi jika prinsip Jarimatika adalah menggantikan biji-biji sempoa dengan jari maka tidak akan banyak perbedaan dengan sempoa.
Kami di APIQ mengenalkan sempoa tangan – kami menamainya sebagai sempoa tangan sebelum mengenal istilah Jarimatika – kepada anak-anak yang sudah matang nalar aritmetikanya. Bagi mereka, sempoa tangan – atau jarimatika – menjadi sebuah alternatif alat hitung yang menarik. Sempoa tangan ini tidak pernah menggantika posisi nalar aritmetika. Apalagi nalar matematika. Seperti kita ketahui, matematika jauh lebih luas dari sekedar aritmetika.
Bahkan perhitungan pakai jari biasa pun, dapat memperlambat proses nalar aritmetika anak-anak.
“Berapa 4 + 3 ?”
4 di kepala, 3 di tangan. Habis 4? …5…6…7.
Sepertinya tidak ada yang salah kan?
Tapi saya menemukan banyak anak bermasalah dengan cara mengajar seperti itu. Bahkan ketika anak sudah mulai besar, sampai kelas 4 SD, masih tergantung dengan tangannya. Anak itu sudah lancar menghitung perkalian dan beragam penjumlahan. Tetapi bila ia bertemu hitungan 6 + 8, ia akan masih tergantung dengan jarinya.
Tugas saya lagi, tim APIQ maksud saya, untuk membantunya. Dengan pendekatan khusus dapat membantu anak itu untuk lebih mendaya-gunakan kekuatan imajinasi.
Apa solusi terbaik?
1. Gunakan lidi. Seperti kita waktu masih kecil dulu berhitung memanfaatkan lidi. Sejauh ini saya tidak menemukan efek negatif dari lidi. Mungkin, lidi kurang menarik karena monoton. Cobalah mewarnai lidi dengan warna-warna yang cemerlang. Saya yakin akan lebih menggugah minat anak.
2. Gunakan kelereng. Kelereng jauh lebih menarik.
3. Gunakan Onde Milenium. Tentu sangat menarik. Segaimana siswa-siswa APIQ memanfaatkannya. Bukan hanya untuk nalar aritmetika. Tetapi Onde Milenium juga mengajak anak-anak untuk kreatif.
4. Gunakan Dadu Milenium. Ini juga menakjubkan. Siswa-siswa APIQ mengidolakannya. Belajar konsep aritmetika dengan fun dan kreatif.
5. Dan lain-lain.
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Kategori: APIQ · Inovasi Pembelajaran
Ditandai: anak, APIQ, aritmatika, aritmetika, bisnis kursus matematika, cerdas, dasar, hitung, jarimatika, kreatif, kursus, kursus matematika franchise, matematika, sempoa, usaha kursus anak, usaha kursus matematika
Akhir-Akhir Ramadhan: Berprestasi dalam Segala Situasi
September 22, 2008 · 1 Komentar
Semakin terasa kondisi tubuh mulai melemah setelah berpuasa 21 hari. Tapi justru saat-saat ini adalah saat paling besar peluangnya untuk meraih lailatul qodar. Tubuh melemah, panggilan berseru untuk ibadah.
Tantangan bagi kita menemukan cara-cara kreatif beribadah yang bernilai tinggi dengan keterbatasan fisik yang makin melemah. Melemahnya fisik adalah suatu kepastian. Usia bertambah. Fisik akan melemah. Tetapi prestasi beribadah justru harus semakin megah, indah, dan berbuah.
Bertakwa adalah berprestasi. Tujuan kita berpuasa adalah agar bertakwa. Sepadan agar kita berprestasi. Mari berprestasi dalam segala situasi!
Salam hangat…
agus Nggermanto
Kategori: Inspirasi · ramadhan
Ditandai: akhir, fisik, ibadah, lailatul qadar, melemah, prestasi, qodar, ramadhan
Catatan Visi Misi APIQ
September 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Setelah mengembangkan APIQ bertahun-tahun, saya mencoba merumuskan visi misi APIQ secara formal. Bentuk tidak formal sudah menjadi spirit APIQ selama ini.
Rumusan visi misi APIQ yang formal ini akan terus kita uji sampai ketemu rumusan yang paling OK. Mohon para pembaca ikut berpartisipasi memberi berbagai macam masukan. Terima kasih atas bantuannya!
VISI:
Terciptanya generasi muda yang kreatif, bertanggung jawab, dan peduli dengan mendaya-gunakan matematika kreatif.
MISI:
1. Memfasilitasi generasi muda untuk menjadi kreatif melalui matematika kreatif yang holistik.
2. Mengembangkan inovasi pembelajaran matematika kreatif yang berkesinambungan.
3. Mengembangkan pembelajaran matematika kreatif melalui beragam media: digital dan non-digital.
4. Menjadi organisasi yang sehat secara spiritual dan finansial.
5. Menjadi organisasi yang memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan.
6. Memberdayakan masyarakat luas melalui usaha dan pendidikan matematika kreatif.
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto: Pendiri APIQ)
Kategori: APIQ
Ditandai: APIQ, formulasi, kreatif, kursus, matematika, misi, visi