Tentu kita kagum dengan kehebatan Einstein dalam berpikir yang revolusioner.
Bagaimana Einstein dapat sehebat itu?
Einstein suka bermain. Dia bahkan mengatakan bahwa bermain adalah bentuk riset tertinggi. Dahsyat! Salah satu permainan yang di sukai Einstein adalah “tantangan mustahil”. Bagaimana cara menggambar sebuah lingkaran dengan titik di tengahnya tanpa mengangkat alat tulis dari kertas?
Sepertinya mustahil. Tetapi setelah dipikir-pikir ternyata bisa juga. Cobalah!
Saya juga menyukai permainan. Salah satu permainan yang saya sukai adalah permainan matematika. Saya membuat KARTU ULAR ANGKA APIQ. Awalnya kartu ular angka hanya khusus untuk bermain dengan anak-anak siswa APIQ. Karena banyak yang minta untuk beli dibawa pulang akhirnya saya buatkan versi massalnya.
Anak-anak hanya bermain saja. Seru. Penasaran. Tertantang. Bonusnya: anak bisa berhitung. Anak bisa matematika.
Orang tua ternyata juga bisa ikut bermain. Lebih seru.
Seorang Bapak beli satu.
“Untuk main dengan siapa Pak?”
“Untuk main dengan istriku!” jawab si Bapak itu.
Memang kartu ini juga asyik dimainkan untuk suami istri juga kok.
Untuk lebih lengkap…
Silakan klik
http://mozamal.multiply.com/journal/item/5/Kartu_Permainan_Angka_Edukasi_untuk_Anak-anak_dari_APIQ
Selamat menikmati!
(angger: agus Nggermanto; pendiri APIQ)
6 tanggapan so far ↓
amir // Juli 15, 2008 pada 4:08 am |
Bedanya Einstein dengan aku cuma dikit Ko, Aku bermain dengan permainan yang udah baku untuk menghasilkan uang (main gapleh, remi, catur, dllnya) tapi jarang menang rugi deh ?
, bukan menciptakan permainan kaya kang Einstein, yang bisa menghasilkan penemuan2 menakjubkan
doelsoehono // Juli 15, 2008 pada 5:56 am |
ya namanya juga ” APIQ ” Harus mempunyai Einsting yang tajem ,satajem Silet
bambang // Juli 15, 2008 pada 7:54 am |
Mari kita belajar dari Einstein, Tapi karena Einstein sdh tiada. Kita belajar saja dari Pak Angger.
tukangobatbersahaja // Juli 15, 2008 pada 8:06 am |
saya kerjanya maen mulu….
balajar sambil bermain, wah itu metode pelajaran yang ingin saya terapkan buat anak saya kelak
*seperti einstein*
nedz // Juli 15, 2008 pada 5:00 pm |
Einstein ja suka maen! Brarti qt yg blm sepinter einstein g blh dong sok g mw maen demi mathfis…^_^
Sombong bgd c mpe g mw maen!
Cara Jenius Berpikir Gaya Einstein « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum // Januari 5, 2009 pada 12:27 am |
[...] Tampaknya, langkah nomor 3, melanggar aturan, adalah langkah yang paling kontroversial. [...]