APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

Cara Hebat Belajar Sempoa yang Baik dan Benar

Mei 28, 2008 · 9 Komentar

Dalam sebuah training atau workshop yang saya pimpin, seorang peserta mengatakan,

“Saya heran, mengapa sempoa diajarkan pada anak-anak kecil?”
“Apa masalahnya?”
“Dulu, ketika saya kuliah di IKIP, sempoa hanya diajarkan bagi para tuna netra – orang buta.”
“Pasti sempoa sangat membantu bagi saudara-saudara kita yang tuna netra.”
“Betul. Mereka sangat cepat menguasai sempoa. Tidak harus belajar angka Braile lagi. Bahkan mereka dapat menguasai sempoa lebih cepat dari kita. Mungkin karena mereka telah terlatih menggunakan tangan untuk meraba mengenali berbagai hal.”
”Bagaimana dengan mental aritmetika mereka?”
”Tentu mereka bisa lebih hebat dari kita. Pendengaran mereka lebih peka dari kita. Sehingga setelah kita membacakan soal aritmetika, mereka dapat menyelesaikannya hanya dalam mental.”
”Mengagumkan!”

Ada lagi yang lebih mengagumkan. Inovasi bisnis banyak melahirkan hal-hal baru yang lebih mengagumkan. Sempoa sudah menghilang dari pendidikan umum sejak tahun 1200-an ketika Leonardo Fibonacci memperkenalkan metode Aljabar AlKhawritzmi dari Baghdad ke Eropa. Kemudian metode AlKhawaritzmi menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia sampai sekarang.

Sejak saat itu orang meninggalkan sempoa beralih ke AlKhawaritzmi – sistem angka Arab. Perkembangan AlKharitzmi ini memicu kemajuan pada sistem digital. Sehingga kita dapat menyaksikan lahirnya teknologi-teknologi hebat semacam kalkulator, komputer, internet, dan lain-lain.

Tetapi inovasi bisnis membuat sebuah kejutan. Sempoa masuk kembali ke sistem pendidikan umum di Indonesia pada tahun 1990-an dalam bentuk kursus aritmetika – setelah 700 tahun menghilang. Gebrakan sempoa memang menakjubkan. Seorang anak TK yang menguasai matematika dapat berhitung cepat melebihi kalkulator. (Tolong dicatat dalam hati, hitung cepat ini hanya berlaku untuk hitung penjumlahan saja. Dan sedikit hitung pengurangan).

Sempoa berhasil mempesona ibu-ibu yang memiliki anak-anak kecil. Ibu-ibu itu mendaftarkan anak-anaknya ke kursus aritmetika sempoa. Sukses! Sebuah bisnis yang sukses. Apakah sempoa juga merupakan sebuah pendidikan atau pembelajaran matematika yang sukses?

Itu dua hal yang berbeda. Sukses bisnis tidak sama dengan sukses pendidikan.

Saya berpikir tentu saja kita dapat menyatukan sukses bisnis sekaligus sukses pendidikan. Tetapi tidak mudah meraih kedua hal di atas dengan media kursus sempoa.

Mari kembali ke anak-anak ajaib yang mampu berhitung cepat melebihi kalkulator di atas. Bagaimana perkembangan mereka setelah SMP atau SMA? Kita tidak memperoleh kabar yang jelas. Tetapi salah satu tetangga saya, yang waktu kecil juara sempoa, ketika besar justru repot memakai sempoa. Dia terpaksa harus belajar matematika kembali dari dasar.

Jadi berhati-hatilah jika belajar sempoa.

Bagaimana cara belajar sempoa yang baik dan benar?

1. Perhatikan siswa Anda. Apakah tuna netra atau tidak? Jika tuna netra, sempoa akan banyak membantu. Jika tidak, Anda harus lebih hati-hati.
2. Perhatikan apakah siswa Anda sudah menguasai bilangan dasar 1 sampai dengan 100. Jika siswa Anda belum menguasai bilangan – bukan sekedar angka – 1 sampai dengan 100 sebaiknya jangan diajarkan sempoa.
3. Apakah siswa Anda menyukai sempoa? Jika sudah mulai bosan atau tidak suka, hentikan segera. Biasanya, seorang anak suka pada awalnya dan bosan tidak lama kemudian.
4. Tetap bedakan antara sempoa dan matematika. Sempoa bukan matematika dan matematika bukan sempoa. Jadi, jika anak Anda cocok dengan sempoa, ia tetap harus belajar matematika sewajarnya.
5. Posisikan sempoa sebagai pelengkap matematika – bukan pengganti matematika sama sekali. Untuk kemajuan bidang matematika tempatkan kursus sempoa seperti kursus musik atau kursus olah raga. Lagi-lagi, bukan kursus matematika.
6. Setelah poin 1 sampai 5 di atas kita cermati dengan teliti, baru ajarkan sempoa dengan riang gembira. Belajarlah sempoa seperti belajar musik. Jangan belajar sempoa seperti belajar matematika.
7. Selamat menikmati. Semoga sukses.

Jika ada waktu, silakan cari informasi tentang sempoa melalui internet. Di internet banyak orang bercerita pahit-getirnya pengalaman anak-anak mereka kursus sempoa. Tentu, cerita paling indah tentang sempoa adalah yang bersumber dari lembaga-lembaga penyelenggara kursus sempoa. Tetap waspada. Dengarkan juga suara dari para konsumen.

Semoga bermanfaat…

Salam hangat…

(angger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

Kategori: Inovasi Pembelajaran
Tagged: , , , ,

9 tanggapan so far ↓

  • Menyelamatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak dari Kursus Matematika « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum // September 16, 2008 pada 10:39 pm | Balas

    [...] mengajarkan sempoa ke anak-anak kita. Sempoa memang bagus. Tetapi bila tepat pemanfaatannya. Sempoa adalah sekedar alat bantu hitung dasar penjumlahan dan pengurangan khusus untuk bilangan bulat positif. Untuk perkalian dan pembagian [...]

  • aslam // Nopember 11, 2008 pada 7:05 pm | Balas

    yup, sempoa emang alat spt halnya kalkulator jd sempoa bukanlah matematika.

  • Lynda Bisyerka // Februari 14, 2009 pada 4:11 am | Balas

    ada buku panduannya ngga buat belajar plus cd nya…, mau dong diinfokan kalo emang ada….

  • ray // Mei 7, 2009 pada 4:27 am | Balas

    kayaknya sempoa serem banget sich,,
    setau saya ga seseram itu kok,,,

  • rosx // Mei 27, 2009 pada 12:58 pm | Balas

    betul ray
    ini artikel kok rasanya jelek2in sempoa
    jangan gitu dong
    g obyektif deh

  • M. Farid // Mei 27, 2009 pada 4:41 pm | Balas

    Mental Aritmatika dengan menggunakan sempoa, sebetulnya bertujuan untuk menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan otak kanan (tentunya semua tahu maksudnya).
    Tetapi karena tolok ukurnya “anak bisa menghitung cepat” (seperti yang banyak didemokan), maka memang menimbulkan penilaian yang demikian (hanya belajar menghitung cepat). Yang sebetulnya kemampuan manusia jauh lebih hebat dari sekedar bisa menghitung.
    Sebetulnya kalau kita bisa menempatkan belajar sempoa pada posisi yang lebih baik dari sekedar menghitung tentu besar manfaatnya.

  • Ardani // Juni 19, 2009 pada 3:11 am | Balas

    aku jadi takut. krn anakku sekarang ini lagi asik2xnya dg sempoanya. amakku 6,5 th. sdh 1.5 th belakangan iniia ikut sempoa. malah aku kadang ngajari. SESERAM ITUKAH SEMPOA BAGI ANAK

  • Udi // Juli 1, 2009 pada 6:54 am | Balas

    Gak seseram itu ah, belajar apa saja bagus asal sesuai porsinya

  • fath // Juli 10, 2009 pada 4:23 pm | Balas

    belajar sempoa itu artinya belajar menjalankansebuah alat… kebetulan sempoa itu alat hitung yang berhitung itu identing dengan matematika.
    Asal tujuan belajar sempoa itu bukan agar jago matematika itu tak akan mendatangkan perbedaan NAMUN bila tujuannya demikian ya akan mendatangkan perbedaan dan kasian pada anak yang menjalaninya… Benar tak ada ilmu yang tak berguna ALLAH Maha Besar!!

Tinggalkan sebuah Komentar