APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

SNMPTN 2 – 3 Juli 2008: Susah dan Mahalnya Kuliah di Perguruan Tinggi

Mei 23, 2008 · 13 Komentar

“Hanya 5% kursi mahasiswa yang diterima melalui SNMPTN 2008.”
“Ah…mana mungkin hanya 5%? Salah baca kali?”
“Ini…ni…baca di berita resmi Kompas!”

Saya hampir tidak percaya bahwa sebuah perguruan tinggi besar di pulau Jawa itu hanya menerima 5% mahasiswa barunya melalui SNMPTN. Betapa sulitnya calon mahasiswa baru untuk memenangkan perebutan kursi yang tinggal 5% itu. Sedangkan 95% yang lain sudah diisi melalui jalur penerimaan mahasiswa baru mandiri lain. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan UMPTN atau SPMB yang nyaris 100% mahasiswa baru diterima melalui jalur UMPTN atau SPMB.
Ada apa dengan pendidikan kita?
Beberapa hari sebelumnya, saya membaca sendiri di Kompas bahwa ITB akan menerima mahasiswa baru melalui SNMPTN ini sekitar 55%. Itu pun sudah membuat saya sangat kaget. Mengapa hanya 55%? Mengapa jalur khusus USM ITB begitu banyak, sampai 45%? Pejabat ITB tentu memiliki pertimbangan khusus.

Salah satu teman saya, yang dosen ITB, mengatakan,
“Dulu saya setuju ITB menyelenggarakan penerimaan mahasiswa melalui jalur khusus dengan membayar mahal (minimal 45 juta). Wajar saja, orang kaya membayar lebih demi pendidikan.”
“Kalau sekarang bagaimana?”
“Sekarang saya tidak setuju dengan jalur khusus yang mahal itu. Karena membuat beberapa dosen malas berpikir produktif.”
“Maksudnya?”
“Misalnya, saya nih…untuk menghasilkan uang 500 juta harus berpikir keras. Saya harus berusaha menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi sehingga masyarakat mau membelinya senilai 500 juta rupiah. Jadi saya harus memanfaatkan ilmu dan profesionalisme saya.”
“Lalu apa masalahnya dengan hal itu?”
“Bagi saya tidak masalah. Tetapi bagi beberapa teman dosen lain berpikir, mengapa susah-susah amat untuk menghasilkan 500 juta? Cukup promosi penerimaan mahasiswa baru 10 orang, sudah dapat uang 500 juta atau lebih. Lagi pula siapa yang tidak mau ditawarin masuk ITB?”
“Tapi kan, calon mahasiswa baru itu juga harus lulus seleksi? Tidak sekedar membayar 500 juta!”
“Bagaimana pun kan selalu ada 10 mahasiswa atau lebih yang diterima.”

Saya tercenung. Sampai begitu berat dampak dari sebuah sistem penerimaan mahasiswa baru.

“Saya juga punya pengalaman pahit tentang USM ITB.”
“Apa itu?”
“Masyarakat menganggap bahwa untuk masuk ITB itu cukup hanya dengan bayar mahal saja. Padahal bukan bayarannya yang menentukan kelulusan calon mahasiswa. Tetapi hasil tesnya.”
“Masalahnya apa?”
“Masyarakat tetap menilai bahwa soal-soal test itu hanya permainan belaka. Tetapi yang terpenting adalah setoran uangnya kepada ITB.”
“Mengapa tidak kamu yakinkan bahwa yang terpenting itu hasil testnya, bukan uangnya?”
“Sudah berkali-kali aku coba. Tetapi mereka tetap bersikeras dengan pendiriannya.”

Saya hanya berharap semoga sistem penerimaan mahasiswa baru di Indonesia segera menjadi lebih baik lagi. Demi kebaikan kita bersama. Demi kemajuan pendidikan kita.
Bagi adik-adik yang akan menempuh SNMPTN 2-3 Juli 2008 ini, saya doakan semoga sukses. Teruslah berjuang, belajar dengan baik, dan pantang menyerah. Memang untuk meraih sukses perlu upaya yang tidak mudah dan tidak murah. Jaga semangat tetap tinggi. Maju terus…Sukses menyertai kalian!
Salam hangat…

(angger; agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

 

Kategori: SPMB
Tagged: , , , , , ,

13 tanggapan so far ↓

  • edratna // Mei 23, 2008 pada 12:17 pm | Balas

    Pendidikan memang mahal, saat saya dulu diterima di PTN, seluruh Indonesia yang diterima di PTN tsb hanya 300 orang (saya satu-satunya dari kota keil saya), dan satu Fakultas maksimum 50 orang. Tahun berikutnya sistem gugur, yang naik hanya separuh nya, separuhnya tinggal, dan nanti rata2 30% nya drop out. Begitu kerasnya persaingan saat itu, jadi memang untuk menjadi mahasiswa tak sekedar punya uang, tapi tetap otak encer dan kerja keras.

    Masalah ITB sebenarnya bisa dikomunikasikan. Saya melihat salah satu contoh Fakultas di UI, yang membuka jalur internasional. Saat ada kuestioner pada mahasiswa (dana terbatas), pilih mengecat gedung atau komputer? Jawaban mahasiswa selalu komputer. Nahh setelah masing-masing mahasiswa bebas menggunakan komputer di lab (hanya ijin satpam, dan menulis buku absen), mereka bisa gunakan komputer dengan bebas. Dan beberapa minggu lalu, saat melihat lomba debat bahasa Inggris, yang diadakan antara lain pada fakultas tsb…terlihat gedungnya rapih, ada lift, perpustakaan lengkap…ini adalah karena adanya uang yang dibayar mahasiswa int”l (kuliah pake bhs Inggris), tapi yang menikmati semuanya. Tahukah…dari mahasiswa yang berasal dari UMPTN, banyak yang ga punya komputer, namun tahun kedua mereka bisa bekerja sambil kuliah, fakultas tadi menyediakan beasiswa (dari iuran ortu anak kaya)…dan banyak yang dikirim S2 ke luar negeri. Jadi, yang penting adalah hasilnya….dan saya bersyukur anak saya termasuk salah satu anggota Fakultas tsb, dosennya kekeluargaan, bahkan saya merasa anak-anak dilindungi dan diarahkan. Bagi anak yang punya masalah, ada dosen yang berperan sebagai psikolog, bekerja sama dengan psikologi UI.

  • abahoryza // Mei 23, 2008 pada 6:51 pm | Balas

    apakah kehidupan yang lebih baik harus kuliah ajah?

  • AGLC // Mei 24, 2008 pada 5:49 am | Balas

    Bagi BIKERS yang Minat Ayo gabung disini

    http://aglc.wordpress.com/

  • zoel chaniago // Mei 24, 2008 pada 8:28 am | Balas

    semuanya dah mahal……… hiks hiks

  • a i u // Juni 9, 2008 pada 5:33 am | Balas

    sebenernya apa c yg dCari ma pmRintah d bDg pnddkan? ?msuk Univrsitas makin susah, tambah mahal pula. .
    toh, indoneswia masih bgini” ajj? ?
    sbNr’a yg sLh sstm’a atw orang”a c? ?
    w jenuh jadi mahasiswa di indonesia, w iri sama bangsa luar! ! !

  • fatieh // Juni 11, 2008 pada 4:08 am | Balas

    wah!!!!!
    parah banget sich masa hanya tersedia bangku sejumlah5%????????
    biaya mahal,mutu belum tentu,kenapa jadi begini sich pendidikan di negeri kita.
    tak terbayang bagaiman dengan siswa yang tidak mampu seperti saya ini??????
    kemana pendidikan ini akan berjalan?????????????

  • udin bojonegoro // Juni 11, 2008 pada 2:44 pm | Balas

    kenapa kalau mau belajar saja sudah susah, BELUM TENTU PINTAR ITU SEGALANYA,JIKA PEMERINTAH DAN JAJARANNYA TERIS MEMPERSULIT BEGINI JANGAN HARAP NEGERI INI MAJU……..!!!!!!!!!!!

  • ZUHDI DI DESA // Juni 11, 2008 pada 2:57 pm | Balas

    MARI TEMEN2 DARI SELURUH PENJURU NEGERI INDONESIA SAYA MINTA UNTUK MENUNTUT HAK2 KITA YANG YELAH DIRAMPAS OLEH KAUM2 berUANG,MAU JADI APA NEGERI INI JIKA PENDDIKAN HANYA UNTUK KAUM BORJUIS2 YANG BISANYA HANYA MENGANDALKAN KEKEYAAN ORTU MEREKA. JIKA TMEN2 MEMANG CINTA TANAH AIR MARI KITA REBUT KEMBALI PENDDIKAN INDONESIA UNTUKI SELURUH RAKYAT INDONESIA.KUTUNGGU DI ISTANA NEGARA 17 AGUSTUS 2008MARI PELAJAR SELURUH INDONESIA KITA KESANA MENUNTUT HAK KITA .MERDEKAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!111

  • ghifar // Juni 17, 2008 pada 7:00 am | Balas

    Industrialisasi apa yang paling menghancurkan keadaan suatu negara?? ya apalagi selain ‘industrialisasi pendidikan’ !

  • Adhi // Juni 17, 2008 pada 12:31 pm | Balas

    Menurut saya, itu sah2 saja terjadi di negara kita yang BOBROG ni..

    gmn mau maju pendidikan di Indonesia kalau hal ini terus terjadi..
    disana-sini selalu ada kecurangan2..

    KATANYA NEGARA HUKUM…

    MANA????

  • miland // Juni 20, 2008 pada 1:54 pm | Balas

    UNIVERSITAS di NEGARA ini JANGAN ASAL BIKIN “PROGRAM BARU” aja donk….

    Uda gitu yg diterima hanya 10 org la…
    15 org la….

    Yg bener2 aja la ngasi tampungan untuk yang beru2 ini yang masih amat sngt butuh pendidikan….

    Jgn Universitas ini hnya untuk siswa yg baru lulus tp khusus anak2 ORANG KAYA ja….

  • linha // Juni 25, 2008 pada 8:55 am | Balas

    saya salah satu calon mahasiswa yang akan mengikuti snmptn 2008!Saya berharap snmptn tahun ini benar benar murni dan tak ada kecurangan,khususnya di UNRI( karna saya akan menikuti ujian di UNRI) tgl 2-3 juli mendatang. Kita berharap bangsa kita ini benar benar adil dalam hal manapun .

  • nedz // Juli 15, 2008 pada 5:16 pm | Balas

    duh kacian!pd bingung y kul mahal.q msh blm ngrasain.msh 4th lg.doain g tmbah mahal…
    Inget!Allah SWT da mbuka “Universitas Kehidupan”.dbuka sjak nabi Adam as.Semuanya bs dplajari.tgl manusianya aja.g perlu daftar uda jd anggota.g pke bayar uda dpt ilmu buwanyuak.kurang pa coba’??

Tinggalkan sebuah Komentar