Salut…
Kagum…
Selamat…
Selamat kepada tim Thomas dan Uber Indonesia. Mereka telah berjuang mati-matian. Mereka telah memberikan yang terbaik yang mereka bisa. Tetapi kita tahu untuk menjadi unggul, untuk menjadi nomor satu di dunia bukanlah hal mudah.
Sejauh ini, tim Thomas dan Uber Cina adalah tim yang bertanding dengan cara konsisten. Mereka memang pantas menyandang gelar kehormatan itu. Meski di lapangan kadang dapat saja terjadi sesuatu yang tidak terduga. Tetapi itu hanya kadang-kadang dan jarang terjadi.
Dalam kehidupan kita sehari-sehari, konsistensi memegang peran yang amat penting. Ketika masih kecil, saya sering kehilangan pulpen ( atau pensil). Tidak yakin apakah itu hilang di kelas, di rumah atau entah di mana. Repotnya lagi pulpen itu, jika hilang, tidak bisa saya missed call. Jika HP lupa kita taruh di mana, kita masih bisa me-missed call untuk menemukannya.
Saya berpikir keras untuk menemukan cara agar tidak sering kehilangan pulpen. Setiap pulang sekolah saya langsung menyimpan pulpen saya di atas lemari, di pojok kanan. Jika suatu ketika saya lupa tidak menaruhnya di atas lemari, begitu ingat saya langsung mengambil pulpen itu dan segera menaruhnya di atas lemari.
Dengan cara itu saya menjadi mudah menemukan pulpen saya di atas lemari. Setiap setelah selesai memakai pulpen itu saya selalu segera menaruhnya kembali di atas lemari. Saya melakukannya secara konsisten hari demi hari. Hasilnya? Satu bulan berlalu saya tidak kehilangan pulpen. Satu tahun berlalu saya juga masih tidak kehilangan pulpen.
Bagaimana dengan pengalaman Anda?
Saya sering melihat rekan-rekan sibuk mencari kunci. Kadang kunci motor, kadang kunci mobil, kadang kunci kebahagiaan hidup.
Dengan cara yang sama – cara konsisten – saya memperlakukan kunci. Saya menaruh kunci motor selalu di gantungan paku pada dinding. Saya selalu menaruh kunci mobil di atas rak buku. Hal ini sudah berjalan secara otomatis. Ketika saya memerlukan kunci-kunci itu, saya dapat segera menemukannya dengan mudah – tidak perlu missed call.
Awalnya, teman hidup saya tidak begitu yakin dengan manfaat konsistensi itu. Kadang ia menaruh kunci di gantungan paku pada dinding, kadang di atas kulkas, kadang di laci, kadang di tempat lain. Suatu ketika ia memerlukan kunci itu, ia frustasi mengapa kuncinya tidak ada. Di gantungan paku tidak ada. Di atas kulkas tidak ada. Di laci tidak ada. Di missed call juga tidak bisa. Ia tanya ke saya,
”Di mana kuncinya?”
”Saya tidak tahu. Terakhir kali kamu taruh mana?”
”Itu masalahnya. Saya lupa menaruhnya di mana!”
”Coba kamu missed call saja!”
Makin marah saja ia kepada saya. Kejadian itu sering berulang. Akhirnya ia menyerah. Ia mencoba setuju dengan saya untuk menaruh kunci di tempat tertentu secara konsisten. Sekarang ia dengan mudah menemukan kunci itu ketika diperlukan.
Bagaimana dengan kunci kehidupan Anda?
Dalam pembelajaran matematika kreatif APIQ, saya mengamati pentingnya seorang siswa belajar secara konsisten. Siswa yang belajar secara konsisten berhasil meraih kemajuan yang luar biasa.
Mengapa umat islam tidak diperintah mengerjakan sholat? Tetapi mereka diperintahkan ”mendirikan” sholat?
Di situlah tersimpan nilai-nilai konsistensi.
Jadilah konsisten dalam kebaikan! Niscaya sukses dan bahagia menjadi milik kita. Amin!
Salam hangat…
(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Tinggalkan Komentar