smakin mahir d bidang tertentu maka kt akan smakin peka. sore ini sy asyik main badminton. 1 set main keras, capek tp masih oke. 2 set, capek bener2 capek. biasanya sy main keras 3 atau 4 set tidak terlalu capek. mengapa? minggu ini sy overload kerja dan kurang disiplin olahraga. wah…hrs sy tebus minggu depan.
Masukan dari Mei 2008
BELAJAR BAIK
Mei 30, 2008 · 1 Komentar
Pertama kali punya mobil tua keluarga BEJO bahagia sekali. ketika ganti dg mobil yg benar2 baru, kel BEJO makin bahagia. mulus, berkilau, kinclong. ktk tetangga yg miskin terjatuh dr pohon, berdarah2, BEJO mengangkut dg mobil barunya k rumah sakit. tentu sj darah bceceran d mobil.
Kategori: Inspirasi
CINTA BELAJAR
Mei 30, 2008 · 1 Komentar
IVA suka belajar. juga suka sekolah. belakangan IVA tdk suka skolah. tp tetap sk belajar. mengapa?
Kategori: Inspirasi
BERLIPAT GANDA
Mei 29, 2008 · & Komentar
ANI ikut org tuanya naik haji k Makkah. d pintu masjid seorang pengemis mengulurkan tangan. ANI hanya punya uang 1 real. apakah aku hrs mberikannya? tp ini satu2nya uangku. ANI mmutuskan u mberikan uang terakhirnya k pengemis itu. lalu ANI masuk k masjid. d dalam masjid, seorang ibu mhampiri ANI kecil itu. ibu yg bwajah turki itu mcium ANI dg kasih sayang. lalu mberi ANI uang 2 real. kbaikan yg blipat ganda!
Kategori: Inspirasi
Cara Hebat Belajar Sempoa yang Baik dan Benar
Mei 28, 2008 · & Komentar
Dalam sebuah training atau workshop yang saya pimpin, seorang peserta mengatakan,
“Saya heran, mengapa sempoa diajarkan pada anak-anak kecil?”
“Apa masalahnya?”
“Dulu, ketika saya kuliah di IKIP, sempoa hanya diajarkan bagi para tuna netra – orang buta.”
“Pasti sempoa sangat membantu bagi saudara-saudara kita yang tuna netra.”
“Betul. Mereka sangat cepat menguasai sempoa. Tidak harus belajar angka Braile lagi. Bahkan mereka dapat menguasai sempoa lebih cepat dari kita. Mungkin karena mereka telah terlatih menggunakan tangan untuk meraba mengenali berbagai hal.”
”Bagaimana dengan mental aritmetika mereka?”
”Tentu mereka bisa lebih hebat dari kita. Pendengaran mereka lebih peka dari kita. Sehingga setelah kita membacakan soal aritmetika, mereka dapat menyelesaikannya hanya dalam mental.”
”Mengagumkan!”
Ada lagi yang lebih mengagumkan. Inovasi bisnis banyak melahirkan hal-hal baru yang lebih mengagumkan. Sempoa sudah menghilang dari pendidikan umum sejak tahun 1200-an ketika Leonardo Fibonacci memperkenalkan metode Aljabar AlKhawritzmi dari Baghdad ke Eropa. Kemudian metode AlKhawaritzmi menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia sampai sekarang.
Sejak saat itu orang meninggalkan sempoa beralih ke AlKhawaritzmi – sistem angka Arab. Perkembangan AlKharitzmi ini memicu kemajuan pada sistem digital. Sehingga kita dapat menyaksikan lahirnya teknologi-teknologi hebat semacam kalkulator, komputer, internet, dan lain-lain.
Tetapi inovasi bisnis membuat sebuah kejutan. Sempoa masuk kembali ke sistem pendidikan umum di Indonesia pada tahun 1990-an dalam bentuk kursus aritmetika – setelah 700 tahun menghilang. Gebrakan sempoa memang menakjubkan. Seorang anak TK yang menguasai matematika dapat berhitung cepat melebihi kalkulator. (Tolong dicatat dalam hati, hitung cepat ini hanya berlaku untuk hitung penjumlahan saja. Dan sedikit hitung pengurangan).
Sempoa berhasil mempesona ibu-ibu yang memiliki anak-anak kecil. Ibu-ibu itu mendaftarkan anak-anaknya ke kursus aritmetika sempoa. Sukses! Sebuah bisnis yang sukses. Apakah sempoa juga merupakan sebuah pendidikan atau pembelajaran matematika yang sukses?
Itu dua hal yang berbeda. Sukses bisnis tidak sama dengan sukses pendidikan.
Saya berpikir tentu saja kita dapat menyatukan sukses bisnis sekaligus sukses pendidikan. Tetapi tidak mudah meraih kedua hal di atas dengan media kursus sempoa.
Mari kembali ke anak-anak ajaib yang mampu berhitung cepat melebihi kalkulator di atas. Bagaimana perkembangan mereka setelah SMP atau SMA? Kita tidak memperoleh kabar yang jelas. Tetapi salah satu tetangga saya, yang waktu kecil juara sempoa, ketika besar justru repot memakai sempoa. Dia terpaksa harus belajar matematika kembali dari dasar.
Jadi berhati-hatilah jika belajar sempoa.
Bagaimana cara belajar sempoa yang baik dan benar?
1. Perhatikan siswa Anda. Apakah tuna netra atau tidak? Jika tuna netra, sempoa akan banyak membantu. Jika tidak, Anda harus lebih hati-hati.
2. Perhatikan apakah siswa Anda sudah menguasai bilangan dasar 1 sampai dengan 100. Jika siswa Anda belum menguasai bilangan – bukan sekedar angka – 1 sampai dengan 100 sebaiknya jangan diajarkan sempoa.
3. Apakah siswa Anda menyukai sempoa? Jika sudah mulai bosan atau tidak suka, hentikan segera. Biasanya, seorang anak suka pada awalnya dan bosan tidak lama kemudian.
4. Tetap bedakan antara sempoa dan matematika. Sempoa bukan matematika dan matematika bukan sempoa. Jadi, jika anak Anda cocok dengan sempoa, ia tetap harus belajar matematika sewajarnya.
5. Posisikan sempoa sebagai pelengkap matematika – bukan pengganti matematika sama sekali. Untuk kemajuan bidang matematika tempatkan kursus sempoa seperti kursus musik atau kursus olah raga. Lagi-lagi, bukan kursus matematika.
6. Setelah poin 1 sampai 5 di atas kita cermati dengan teliti, baru ajarkan sempoa dengan riang gembira. Belajarlah sempoa seperti belajar musik. Jangan belajar sempoa seperti belajar matematika.
7. Selamat menikmati. Semoga sukses.
Jika ada waktu, silakan cari informasi tentang sempoa melalui internet. Di internet banyak orang bercerita pahit-getirnya pengalaman anak-anak mereka kursus sempoa. Tentu, cerita paling indah tentang sempoa adalah yang bersumber dari lembaga-lembaga penyelenggara kursus sempoa. Tetap waspada. Dengarkan juga suara dari para konsumen.
Semoga bermanfaat…
Salam hangat…
(angger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
Kategori: Inovasi Pembelajaran
Ditandai: anak, belajar, kursus, matematika, sempoa
Kualitas Dimulai dari…
Mei 27, 2008 · & Komentar
Seorang ahli kreativitas terkenal selalu mengagumkan orang-orang di sekitarnya.
“Apa yang membuat Anda selalu memiliki pemikiran kreatif yang begitu berkualitas?” tanya orang-orang kagum.
“Setiap orang juga dapat memiliki pemikiran yang berkualitas.”
“Bagaimana caranya?”
“Apakah Anda serius? Mau mencobanya bila saya beri tahu?”
“Pasti. Saya pasti mau mencobanya. Apa itu rahasianya?”
“Rahasianya adalah pertama: kuantitas. Munculkan ide dengan kuantitas yang sebanyak-banyaknya. Baru pilih yang paling berkualitas. Atau kombinasikan di antara pemikiran-pemikiran itu untuk menghasilkan yang berkualitas.”
Blogging adalah sarana paling efektif untuk memunculkan banyak ide. Ayo nge-BLOG………..
Kategori: Inspirasi
Ditandai: blog, kreatif, kualitas, kuantitas, pemikiran
JANGAN BERKATA JANGAN
Mei 26, 2008 · & Komentar
“Jangan dimakan mainan itu!” BEJO memasukkan mainan k mulutnya. “Jangan menangis!” BEJO terisak-isak mneteskan air mata. “Jangan marah!” BEJO smakin marah. Jangan bkata jangan.
Kategori: Inspirasi
Hebatnya Sempoa
Mei 26, 2008 · & Komentar
Sempoa memang hebat. Anak usia kanak-kanak dapat berhitung lebih cepat dari kalkulator bila menguasai sempoa (swipoa, cipoa, abakus, abacus, abaci). Mengagumkan!
Ada lagi yang lebih mengagumkan. Sempoa sangat membantu bagi orang-orang tuna netra ( buta). Saudara-saudara kita yang tuna netra dapat dengan mudah belajar berhitung dengan alat bantu sempoa. Di perguruan tinggi (pendidikan luar biasa), mengajarkan berhitung sempoa kepada para tuna netra. Hasilnya, menakjubkan.
Saya bangga dengan inovasi sempoa yang banyak membantu saudara kita yang tuna netra. Tetapi saya agak heran mengapa sempoa menjadi kursus matematika bagi anak-anak umum? Bagi anak-anak sehat?
Kemarin, di Tasik, salah seorang guru menceritakan efek negatif dari belajar sempoa bagi anak-anak didiknya. Awalnya , anak senang, lalu bosan. Mulai muncul banyak masalah.
Berhati-hatilah belajar sempoa!
(angger: agus Nggermanto; pendiri APIQ)
Kategori: Inovasi Pembelajaran
Ditandai: bahaya, buta, sempoa
Internet Blogging Penolong APIQ: Sebuah Pengantar
Mei 26, 2008 · 1 Komentar
Saya tidak tahu pasti harus dari mana memulai menulis. Sudah lama saya menulis. Sudah berhasil menjadi satu buku APIQ. Tetapi belum behasil. Sudah berhasil tetapi juga belum berhasil.
Bila Anda membaca tulisan ini dari media digital – internet blog atau komputer – maka hal itu menunjukkan bahwa saya sudah berhasil menulis buku APIQ secara digital. Tetapi belum tentu buku secara fisik – off line.
Tetapi bila Anda membaca tulisan ini melalui buku APIQ maka hal itu menunjukkan bahwa saya telah berhasil menuliskan buku APIQ dan menerbitkannya. Buku APIQ menjadi buku paling panjang penggarapannya. Saya telah merampungkan tulisannya sejak 2004 tetapi baru akan selesai diterbitkan 2008.
Saya bermaksud menulis tulisan ini adalah sebagai pengantar buku APIQ yang saya cintai. Saya menyusun buku APIQ menjadi 2 bagian besar plus 1 bagian kecil. Bagian 1 akan membahas konsep awal dari matematika kreatif APIQ. Pada bagian ini kita akan mendiskusikan beberapa contoh perhitungan matematika APIQ. Silakan menikmatinya.
Di bagian 1 ini saya mendapat banyak bantuan dari teman saya Dadi Supriadi. Banyak tulisan di bagian ini yang ditulis oleh A Dadi. Terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada A Dadi atas partisipasinya yang luar biasa. A Dadi adalah salah satu guru APIQ yang kaya pengalaman membimbing siswa-siswa APIQ. Gaya mengajarnya yang santai banyak disukai para siswa APIQ.
Di bagian 1 ini terdapat tulisan yang mudah dicerna tetapi ada pula beberapa bagian yang mengharuskan Anda terlibat pemikiran penuh untuk mencernanya. Tetapi jangan khawatir saya telah berusaha untuk mengemasnya sesederhana mungkin. Anda tidak harus membacanya secara urut dari awal sampai akhir. Kita dapat membaca bagian 1 ini dengan melompat-lompat sesuai cara kerja otak kanan. Mulailah dari yang menarik menurut Anda.
Tetap menjadi kekhasan dari buku APIQ adalah konsep-konsep ini sebagian besar sudah kita ujikan di kelas-kelas APIQ. Tentu saja, sejauh ini sudah memberikan hasil yang sangat baik. (Jika tidak memberikan hasil sangat baik, mengapa repot-repot menulis buku APIQ?).
Bagian 2 adalah pemikiran-pemikiran saya yang pada awalnya saya tulis di blog internet: apiq.wordpress.com atau apiqquantum.wordpress.com. Bagian 2 ini mengambil spektrum pemikiran yang lebih luas di banding dengan bagian 1. Bagian 2 juga memuat berbagai filosofi dasar APIQ yang biasanya saya tulis berupa kisah atau pengalaman sehari-hari siswa APIQ.
Lebih jauh dari itu, bagian 2 juga menyoroti sekilas beberapa kursus matematika yang ada di Indonesia selain APIQ. Saya sering menyebut-nyebut nama Sempoa, Kumon, Sakamoto, Jarimatika dan lain-lain. Saya mohon maaf bila ada yang tidak berkenan dengan tulisan saya di bagian 2 ini. Di beberapa tempat saya mengkritisi kursus-kursus matematika tersebut. Tetapi di beberapa tempat yang lain saya memberi apresiasi yang tulus. Sejatinya, saya banyak berhutang budi kepada mereka semua.
Masih di bagian 2 ini juga saya membahas beberapa soal matematika untuk UN, SPMB, UMPTN, dan SNMPTN. Pembahasan mengambil pendekatan yang beragam. Saya berharap para siswa dapat mengambil manfaat dari berbagai macam pilihan yang tersedia.
Rumus cepat matematika menjadi salah satu tema yang sering saya bahas pada bagian 2 ini. Di Internet (blog) sudah banyak komentar-komentar tentang tulisan ini. Anda dapat melihat langsung komentar-komentar itu melalui blog APIQ: http://apiqquantum.wordpress.com.
Berbagai macam jenis permainan matematika kreatif banyak saya ceritakan di bagian 2. Bagi Anda seorang guru atau orang tua dapat memanfaatkan bagian 2 ini untuk mengajarkan matematika secara kreatif. Permainan ini berkisar dari permainan aritmetika sampai permainan aljabar. Terdapat juga beberapa jenis permainan fisik seperti onde milenium, kartu milenium, dadu milenium, dan lain-lain.
Saya banyak berhutang budi kepada para siswa APIQ dan civitas akademika APIQ dalam menuliskan bagian 2. Hampir seluruh kisah bagian 2 adalah pengalaman kami bersama para siswa APIQ. Tidak mungkin saya dapat menulis bagian 2 ini tanpa interaksi dengan para siswa. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada para siswa APIQ, orang tua siswa, dan para guru APIQ.
Blogging di wordpress.com juga memicu saya untuk terus menulis bagian 2 ini. Salut kepada wordpress yang memberi layanan blog gratis dengan kualitas profesional.
Bagian 3, bagian terakhir adalah bagian terpendek dalam buku APIQ ini. Saya menuangkan pengalaman pribadi saya dalam menulis buku dan harapan-harapan saya di masa depan.
Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang membantu atas terbitnya buku APIQ ini. Mohon maaf, hanya sebagian saja yang dapat saya cantumkan dalam pengantar ini.
Terima kasih kepada Tuan Hunain yang telah bersusah payah untuk menerbitkan buku APIQ ini.
Terima kasih kepada tim editor – Zaenal, Hendri dkk - yang harus berjuang ekstra mengedit tulisan yang berupa angka dan simbol matematika.
Terima kasih kepada para blogger yang telah memicu banyak pemikiran kreatif.
Teristimewa, terima kasih kepada istriku tercinta yang telah mengikhlaskan suaminya menatap layar komputer berjam-jam. Bukan hanya mengikhlaskan, tetapi memberi dukungan sepenuhnya. I love u 4ever.
Kepada anak-anak saya yang lucu-lucu dan cerdik-cerdik, saya sampaikan ribuan terima kasih. Kaulah sumber inspirasiku.
Kepada para pembaca, saya ucapkan banyak terima kasih. Kritik dan saran sangat saya harapkan. Bila berkenan, tolong sampaikan melalui blog kami http://apiq.wordpress.com atau http://apiqquantum.wordpress.com.
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmatNya kepada kami semua.
Salam hangat…
(angger; agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
Mei 2008
Kategori: Inovasi Pembelajaran · Pembelajaran Mandiri
Ditandai: APIQ, blog, buku, pengantar, penulis
ILMU YG TIDAK BERMANFAAT
Mei 25, 2008 · & Komentar
Adakah ilmu yg tdk bmanfaat? BEJO kluar dr ITB stelah kuliah 4 bulan d ITB. Mengapa? “ILMU yg sy pelajari tdk banyakt mberi manfaat,” kata BEJO. Adakah ilmu yg tdk manfaat?
Kategori: Uncategorized