”Aku tidak punya pilihan. Apa lagi yang bisa aku lakukan?”
”Kamu tidak punya pilihan ketika kamu menyatakan bahwa kamu tidak punya pilihan.”
”Tetapi aku benar-benar tidak punya pilihan!”
”Memang kamu jadi tidak punya pilihan sekarang.”
Manusia selalu punya pilihan. Karena hakikat manusia adalah ”kebebasan memilih”. Ada yang memilih untuk bebas terus berkarya. Ada pula yang memilih agar tidak punya pilihan. Anda punya kebebasan memilih?
Hamka di penjara. Dia tidak punya pilihan. Dia dipaksa, dijebloskan ke penjara. Tetapi Hamka punya pilihan. Memang Hamka tidak bisa serta merta memilih keluar penjara. Hamka memilih pilihan-pilihan berkualitas yang lain.
Di dalam penjara, Hamka bisa meminta kertas dan pena. Hamka memilih untuk berpikir. Hamka memilih untuk menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan.
Hasilnya?
Sebuah maha karya luar biasa!
Di dalam penjara, Hamka berhasil menulis Kitab Tafsir Alquran yang fenomenal.
Prestasi yang diakui sampai jaman sekarang.
Bagaimana dengan pilihan-pilihan Anda?
1 response so far ↓
gajahkurus // April 29, 2008 pada 12:24 pm |
Pak, kadang saya dihadapkan pada pilihan yang sulit. Menentukan pilihan antara yang tua atau yang muda. Sebab semuanya sama-sama saya cintai. Misalnya kalau saya mau pergi ke suatu tempat, apakah yang tua yang harus saya bawa atau yang muda. Akhirnya lebih sering membawa yang muda dari pada yang tua