APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

Bahaya!!! Hade Menang Pilkada Gubernur Jabar (Belajar Matematika Yuk…)

April 20, 2008 · & Komentar

Sangat berbahaya!
Hade menang, masa depan penuh tanda tanya!

Dalam matematika kita mengenal berbagai fungsi yang memiliki titik kritis, titik ektrem, tipping point. Kondisi Hade yang memenangkan pilkada Jabar tidak jauh dari kondisi titik kritis ini.

Fungsi sederhana yang banyak dipelajari siswa pemula adalah f(x) = (ax+b)/(cx+d)

Bagian atas (pembilang) ax + b tidak mempengaruhi titik kritis.
Tetapi bagian bawah (penyebut) cx + d menentukan titik kritis.
Jika bagian bawah mendekati 0 maka fungsi di atas bernilai tak hingga, besar sekali.

Kemenangan Hade dapat kita umpamakan (modelkan) sebagai penyebut (bagian bawah) menuju 0. Kondisi Jawa Barat akan menjadi tak terhingga. Ada dua kemungkinan tak terhingga. Pertama, tak terhingga positif. Besar sekali positif. Dalam kondisi ini, jabar meraih sukses luar biasa. Kepemimpinan Hade membawa jabar ke masa depan cemerlang. Semoga kondisi ini yang terjadi.

Kedua, tak terhingga negatif. Besar sekali negatif. Dalam kondisi ini, jabar terpuruk pada titik terendah. Jabar hancur lebur. Kepemimpinan gubernur baru menggiring jabar terpeleset pada jurang kehancuran. Tentu kita tidak mengharap ini terjadi.

Ketiga, mungkin saja Hade tidak menggeser jabar ke kondisi kritis. Jabar tetap pada wilayah linier (hampir linier) seperti sebelumnya. Kepemimpinan Hade tidak membawa perubahan yang berarti. Memang, kesuksesan pemimpin tidak hanya ditentukan oleh pemimpin. Tetapi peran serta rakyat sangat menentukan. Apakah para pemimpin kita akan berhasil merebut hati rakyat agar bersama-sama membangun Indonesia?

Mari kembali ke fungsi matematika di atas. Fungsi ini menjadi idola dalam ujian nasional (UN) maupun ujian saringan masuk perguruan tinggi – SPMB, UMPTN, SNM PTN. Soal dalam ujian ini sering menanyakan invers dari fungsi tersebut.

Contoh soal:
Jika g(x) adalah invers dari f(x) = (2x + 3)/(4x -1) maka g(1) = …

Pertama; Kita menentukan invers dengan cara biasa dengan memisalkan f(x) = y
y = (2x + 3)/(4x – 1)
4xy – y = 2x + 3
4xy – 2x = y + 3
x (4y – 2) = y + 3
x = (y + 3)/(4y – 2)

Kita peroleh invers f(x) = g(x)
g(x) = (x + 3)/(4x – 2)
g(1) = (1 + 3)/(4.1 – 2)
= 4/2 = 2 (Selesai)

Kedua; Dengan beberapa kali latihan kita tahu bahwa invers dari f(x) = (ax + b)/(cx + d) adalah g(x) = (-dx + b)/(cx – a)
Cukup hanya tukarkan nilai a dengan nilai d dan beri tanda negatif.

f(x) = (2x + 3)/(4x -1) maka
g(x) = (x + 3)/(4x – 2)
g(1) = (1 + 3)/ (4 – 2) = 2 (Selesai)

Ketiga; Dengan memahami fungsi invers adalah fungsi kebalikan, g(1) memberi kita

1 = (2x + 3)/(4x – 1)
4x – 1 = 2x + 3
2x = 4 maka x = 2 (Selesai)

Seandainya, para pemimpin kita rajin belajar matematika, apa yang akan terjadi dengan Indonesia?
Salam hangat…

 (aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

 

Kategori: Inovasi Pembelajaran · Matematika Populer · SPMB · Ujian (UN
Ditandai: , , , , , , ,

21 tanggapan so far ↓

  • bojongfarm // April 21, 2008 pada 2:30 am | Balas

    siapapun yang menang memiliki ketiga kemungkinan itu. bisa tambah maju, bisa tambah mundur bisa juga stagnan. kita doakan aja siapapun yg menang membwa pd perubahan yg lebih baik. yang terpenting berantas korupsi hingga ke liang cocopet. mudah2an pasangan hade tdk ‘membahayakan’

  • zizaw // April 21, 2008 pada 4:14 am | Balas

    siapapun itu, yang penting jangan RUSUH kaya MALUT. Kapan membangunnya kalo rusuh terus??? Berikan kesempatan pada yang terpilih dan… TENTU SAJA MASYARAKAT harus MENGAWASI

  • rider chanz // April 21, 2008 pada 4:25 am | Balas

    waduh itung- itungannya ribet amat ya??
    tapi, kita coba aja ngasih kepercayan dulu ke HADE.
    siapa tahu aja yang terjadi adalah hitungan yang pertama diatas…
    boleh kan berharap??

  • Nbank // April 21, 2008 pada 6:16 am | Balas

    Biasa …, Penonton Lebih pintar dari wasit ataupun pemain. Ibarat rumpian di warung kopi ngebahas dari mulai cabe kriting sampai pulsa murah, tumpah ruah dalam canda tawa tak berharga. !!!

  • Syams al Ideris // April 21, 2008 pada 7:40 am | Balas

    Agar f(x) = (2x + 3)/(4x -1) hasilnya mendekati tak berhingga maka penyebut : 4x-1 → 0 sehingga diperoleh x=¼ dalam matematika sudah jelas, pasti, eksak, bisa dihitung. Apa yang bisa dikaitkan dengan prediksi kemajuan Jabar setelah kemenangan “Hade”. Kayaknya nggak ada, dan kalau ada terlalu dipaksakan.

    Alasannya:
    1. Matematika itu kan bersifat eksak/ilmu pasti. Contohnya ya di atas tadi, tapi politik kan bersifat intangible/ tidak bisa diprediksi berdasarkan variabel yang ada.

    2. Kalau masalah baru/ sudah lama menjabat juga tidak bisa jadi ukuran akan membawa perubahan ke arah kemajuan atau tidak. Misalnya kalau baru dianggap belum berpengalaman sehingga dikhawatirkan akan membawa kemajuan negatif. Buktinya Soeharto berkuasa dalam beberapa kali periode (±30 thn) kan seharusnya sangat berpengalaman, tapi apa pengalaman itu membawa kesejahteraan, …atau membawa kebangkrutan bernegara?

    3. Baik tidaknya kualitas pemimpin mencerminkan kualitas rakyat yang dipimpinnya. Kan yang memilih “Hade” rakyat Jabar sendiri. Kalau mereka baik, tentu pilihannya juga baik, otomatis Hade juga baik. (sifat tranposisi logika matematika).

    4. Pemimpin dan rakyat yang baik bukan jaminan kalau kehidupan bernegara akan mejadi baik sebab ada faktor lain yang sangat menentukan. Yakni sistem bernegara yang dipakai, apakah sistem itu sesuai dengan kondisi rakyat tersebut, atau kah sistem itu hanya contekan dari negara Barat (baca: demokrasi). Sia-sia saja pemimpin baik kalau akhirnya terbentur dan dibenturknan dengan sistem bernegara yang kufur.

    5. Kalau memang bercita-cita memiliki negara yang aman, sejahtera, adil, makmur, maka pilihlah sistem bernegara yang paling baik. Apakah itu, sistem bernegara terbaik adalah sistem yang dibuat oleh “Yang Maha Terbaik” yang mana Dia lah yang mengetahui segala seluk belum manusia ciptaannya sehingga sistem bernegara yang Dia tawarkan kepada manusia tentulah yang terbaik pula. Jangan pernah berharap banyak pada sistem buatan manusia yang orientasinya hanya pada kepentingan kelompok/partai…. Carilah di semua agama di dunia ini, agama apa yang begitu paripurna sehingga sistem bernegara pun ada dalam kitab suci dan petunjuk nabinya….? Jawabannya hanya satu: ISLAM….

    Maaf kepanjangan :) tapi membaca postingan anda saya jadi tergelitik

  • dobelden // April 21, 2008 pada 8:41 am | Balas

    hmm… menarik analisa dari sisi matematis

  • ressay // April 21, 2008 pada 9:11 am | Balas

    lieur bacana.

  • alief28 // April 21, 2008 pada 9:24 am | Balas

    walah nggak mudeng…anak akuntansi nih….

  • nino // April 22, 2008 pada 12:36 pm | Balas

    analisisnya seperti analisis orang pinter, tapi sempit wawasan, jadi lucu … beda dikit dari TA (4 MATA).
    TA pasti nggak ngerti model matematika, itu aja bedanya.
    Gunakan ilmu secara proporsional, mas, pada tempatnya. Tiru DR. Syaiful Mujani lah, atau DR. Denny JA, kalau dapat sih meniru alm. Prof. DR. Andi Hakim Nasution.
    Celaka kalau ngaku ngerti matematika, tapi tidak kenal dengan Prof. DR. Andi Hakim Nasution!

  • andalusia // April 23, 2008 pada 5:31 am | Balas

    matematika…duh gak ngerti…

    tapi sukses atau tidaknya HADE dalam memimpin Jabar itu tidak bergantung pada hitungan matematika, tapi lebih bergantung pada bagaimana HADE mampu mengumpulkan steakholder Jabar untuk sama-sama membangun Jabar. Dan, tentunya dengan kita selalu mendukungnya…

    Insya Allah…Hade tetep Hade pisan…

  • Amunisi HADE // April 23, 2008 pada 3:32 pm | Balas

    Well… model matematis untuk menggambarkan peristiwa memang tidak pernah salah.

    Biasanya yang menyebabkan salah adalah kesalahan dalam penentuan model yang digunakan.

    Kajian yang menarik… :)

  • nahwan // April 27, 2008 pada 11:45 am | Balas

    MATEMATIKA memang MAkin TEkun MAkin TIdak KAruan ha… haaaa…

  • yanti // April 28, 2008 pada 3:46 pm | Balas

    Assalaamu’alaikum
    Wah… ini blognya… ahli matematika ya…
    Saya kesasar nih…

    Ehmmm biar kesasar dapat ilmu juga deh…
    Makasi ya…
    Tetap boleh gabung kan walaupun bukan ahli matematika?

    Jazakumullahu kh kn

    Mampir juga ya… ke rumah mayaku di http://maaini.wordpress.com

    Wasalammualaikum

  • Shunichirou // April 29, 2008 pada 6:43 am | Balas

    wah, itungan matematika yang bikin pusing, heheh

    tapi sebagai warga negara yang baik.

    mari kita dukung hasil pilkada tersebut. toh sudah final kan?

    jangan rusuh atau berbuat hal2 yang justru menjadikan segalanya jadi lebih jelek (hee).

    intinya, siapapun yang menang, mari kita dukung untuk mewujudkan masa depan jawa barat yang lebih baik, amien.

  • abdullah // Mei 1, 2008 pada 5:16 am | Balas

    apapun yang terjadi adalah atas izin Allah

    jadi takdir tak akan mampu diperhitungan secara matematis..

    HaDe telah ditakdirkan untuk memegang amanah memimpin jaBar.
    maka skrg tugas KITA sbg warga JaBar adalah bgmana spY bisa membuat amanahnya bisa diemban dGn baik..

    sLmt bGi Hade, sMga banDung semakin baik dan beradab

  • pamayahan1965 // Mei 10, 2008 pada 1:14 pm | Balas

    Assalamu’alaikum…
    sebagai awalan, kemenangan HADE adalah diluar taksiran Matematika. Kita tahu statistik awal dari hampir seluruh Lembaga survey mengatakan bahwa HADE selalu ditempatkan pada posisi ke 3 alias buncit, tapi Politik bukan Matematika, jadi boleh saja berprediksi lewat Matematika dalam dunia Politik. Tapi bahasannya SiiiiP lah!! OKs Bgt

  • rbaryans // Juni 29, 2008 pada 2:33 am | Balas

    Tak perlu dipaksakan kaitan matematika dengan kehidupan sehari-hari… Ini menjadikan sebagian orang menjadi tidak suka dengan matematika, karena nampak ada yang tidak logis dipaksakan menjadi logis. Padahal tidak semua materi matematika dapat diilustrasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia nyata.
    Salam hangat dari Pa Guru. :D

  • ali // Maret 9, 2009 pada 4:57 am | Balas

    makacih
    alijd pintar gr2
    GAK DWONLOD

  • ali // Maret 9, 2009 pada 4:59 am | Balas

    jg buka situs ini
    aku aja sampek mrinding
    HI…… ATUUUUT……..

  • ali // Maret 9, 2009 pada 5:10 am | Balas

    “TOLONG BRO BWATIN GUE SOAL YG SANGAT AMAAAAAT

    BEEEEEEEEEEERRRRRRRRRRRRRRMMMUUUUUUUUUTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
    BWTUL PAK PRESIDEN
    BETUUUUUUUUL SKALE

  • ali // Maret 9, 2009 pada 5:11 am | Balas

    “TOLONG BRO BWATIN GUE SOAL YG SANGAT AMAAAAAT

    BEEEEEEEEEEERRRRRRRRRRRRRRMMMUUUUUUUUUTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU
    BWTUL PAK PRESIDEN
    BETUUUUUUUUL SKALE”

Tinggalkan sebuah Komentar