Hade menang di pilkada Jabar. Apakah quick count itu benar? Atau curang? Apakah quick count menyesatkan?
Hade tidak akan menang mudah di Jabar. Aman sudah siap menyusul untuk mengalahkan Hade. Tinggal tunggu waktu selesai penghitungan lengkap 25 April 2008 nanti. Dai juga tidak akan tinggal diam. Dai juga masih berharap kubunya masih bisa menyusul perolehan suara agar menang.
Jika pada akhirnya Dai menang, dapatkah kita katakan pilkada Jabar curang?
Secara matematika saya katakan pilkada Jabar curang! Mengapa? Quick count (QC) bukan prediksi tetapi estimasi. Sangat berbeda antara estimasi dan prediksi. Estimasi menghitung sesuatu yang sudah pasti. Sedangkan prediksi memperkirakan sesuatu yang belum pasti.
Seorang juru masak sudah memasak soto 100 liter untuk pesta besar? Bagaimana ia menentukan apak soto itu kurang asin atau tidak? Dengan memakan 100 liter soto seluruhnya? Tentu tidak! Ia cukup mencicipi se ujung sendok saja. Juru masak sudah tahu bahwa 100 liter sotonya kurang asin. Itulah QC, estimasi.
Apakah jika Aman (Agum Numan) menang juga berarti pilkada Jabar curang? Saya pikir Aman punya peluang untuk menang mengalahkan Hade. Hasil QC yang moderat menyatakan Hade memperoleh suara 39% sedangkan Aman 35%. Jika toleransi kesalahan hanya 3% saja posisi bisa terbalik. Hade berkurang 3% menjadi 36% sedangkan Aman bisa naik 3% menjadi 38%.
Itu semua perhitungan matematika. Pasti akan berbeda dengan perhitungan politika. Mari kita lihat siapa yang akan menang: matematika atau politika?
Bagaimana menurut Anda?
4 tanggapan so far ↓
jagrag // April 14, 2008 pada 10:54 pm |
pertamax, masih empuk-empuk anget nih tulisannya… bangun malam ya pak?
*saya mah belum tidur…
Jadi inget dulu (kapan ya? yang mana?) yang di QC (susah nulis quickcount) kalah eh pas hasil akhir dianya menang. saya jadi berpikir, QC adalah cara si ‘yang harus menang’ untuk mengamati akan kalah atau ga. kalo akan kalah, berarti harus segera manipulasi sebelum final count.
Bingung sama maksud saya? (nulisnya agak ngawur soalnya) bisa lewat sms tanya nyah
Budi Sulistyo // April 15, 2008 pada 3:30 am |
Namanya juga cita2. Meskipun dinyatakan kalah oleh QC, tetap masih boleh bercita2 dan berusaha untuk menang. Usaha sampai tetes darah terakhir! Tapi gimana caranya ya??
Budi Sulistyo // April 15, 2008 pada 3:36 am |
Mungkin nantinya ada kebijakan tentang prosedur perhitungan pilkada/pemilu, yg kira2 isinya begini:
1. Lakukan pencoblosan
2. Lakukan penghitungan suara
3. Lakukan QC
4. Kaji hasil QC.
Jika hasilnya menyatakan bahwa mustahil terjadi perubahan/pertukaran ranking pemenang maka hentikan penghitungan suara.
Else lanjutkan langkah 2
Shunichirou // April 29, 2008 pada 6:40 am |
ngomong2, akhirnya menang juga toh? si HADE