Beberapa waktu lalu saya ngobrol santai dengan seorang bupati. Beliau menceritakan betapa berat tanggung jawab seorang bupati.
”Untung ada tahajud.”
”Ada apa dengan tahajud?”
”Jika tidak sholat tahajud, tidak terbayangkan, apakah aku masih mampu memikul tanggung jawab sebagai seorang bupati. Doa dalam tahajud menguatkanku untuk terus menghadapi berbagai masalah di seluruh kabupaten ini.”
Saya kagum dengan ketangguhan bupati itu. Beliau dikenal sebagai seorang bupati yang sukses di masanya. Banyak prestasi yang berhasil diraih. Doa dalam sholat tahajud menguatkan beliau.
Di tempat lain – di Jawa Tengah – ada seorang pemuda yang rajin sholat tahajud. Dengan khusuk ia berdoa. Ia memohon dapat diterima kerja di Sumatera. Ia ingin bekerja di Sumatera karena terpesona oleh pamannya yang sudah sukses bekerja di Sumatera.
Bulan demi bulan ia berdoa. Tetapi ia tidak diterima kerja di Sumatera. Tanpa mengenal lelah ia bertahajud dan berdoa. Tahun berlalu, ia tetap belum diterima kerja di Sumatera. Tampaknya ia sangat yakin dengan kekuatan doa. Ia terus berdoa agar diterima kerja di Sumatera. Dan akhirnya…tetap tidak diterima kerja di Sumatera.
Tersiar kabar, sekitar tahun 2003, pemuda itu masuk RSJ – rumah sakit jiwa. Obsesinya untuk bekerja di Sumatera telah membuatnya kehilangan akal sehat. Doa dalam dalam tahajudnya, tidak membuatnya lebih berakal sehat. Sampai tahun 2008 ini, ia masih dirawat karena gangguan jiwa.
Mengapa?
8 tanggapan so far ↓
jagrag // April 11, 2008 pada 3:28 pm |
Yaaaah…. berikan analisisnya dong pak sebagai seorang yang punya SEPIA tinggi…
biar pembaca terhibur
doelsoehono // April 12, 2008 pada 5:11 am |
kemungkinan Dia cuma berdo,a aja pak tapi tanpa usaha…….trus apa lagi ta…bentar ada yang telp
doelsoehono // April 12, 2008 pada 5:28 am |
kemungkinan Dia cuma berdoa dan tanpa usaha……
saya sangat salut dengan blog-blog pak Angger yang begitu menarik dan begitu lihaenya memindahkan
atau mengkocek-kocek kata yang bikin pembacanya penasaran adanya dan dapat menambahkan ilmu-ilmu umum yang sebelumnya tak terpikirkan oleh kita ………makasih pak blog-blog yang sangat berbobiot selalu saya Tunggu
roisz // April 12, 2008 pada 7:52 am |
untung saya tidak berdo’a kerja di Sumatera,..
jauh soalnya, hehehe
jawad // Mei 16, 2008 pada 11:06 am |
ASSALAM …
Mungkin… dia hanya berpikir Allah akan mengabulkan persis seperti yang di minta dalam doanya. tetapi dia tidak berpikir bahwa Allah mengabulkan doanya melalui bermacam jalan dan proses. Mungkin Allah akan memberikan yang lebih baik dr apa yang kita harapkan dan tidak selalu yang terbaik menurut manusia itu baik menurut Allah, karena kemampuan manuia dalam merencanakan itu sangat terbatas. Sesungguhnya Allah Maha Tahu lagi Maha Merencanakan.
Syahbana // Juni 28, 2008 pada 11:03 pm |
Mungkin itu sudah jalan takdirnya, Tapi Alhamdulillah saya malah berhasil dengan shalat tahajud, Allahu Akbar, memang dia memutuskan siapa yang akan diberinya rahmat dan siapa yang tidak diberikan rahmat, alhamdulillah saya beruntung, setahun saya melaksanakan shalat tahajud, meminta agar diberikan kehidupan yang lebih baik, dan tiba tiba saya sekarang berada di Brussel untuk melanjutkan kuliah saya dengan biaya sendiri, saya yakin kalau kita niatnya baik untuk membantu orang tua dan saudara sekiranya sudah sukses, Insya Allah , Tuhan akan memudahkan jalan kita, saya disarankan Om Saya yang di Bank Indonesia untuk sholat tahajud agar bisa merubah hidup dan dinaikan martabatnya di kehidupan sosial, Om saya juga dulu mudanya sulit sekali, alhamdulillah sekarang sudah terbilang sukses, dan saya sendiri masih berjuang di brussels ini, Mohon doa dari semuanya agar Allah tetap memudahkan jalan hidup saya, agar dapat bermanfaat nantinya bagi orang tua saya, saudara saudari saya, kaum muslimin bangsa dan negara. AMIN
apiqquantum // Juni 29, 2008 pada 12:04 am |
AMIN…YA ALLAH kabulkanlah doa2 saudara2 kami yg hendak berbuat baik bg sesama.
ARINI // Agustus 1, 2008 pada 1:59 am |
Doa utk urusan duniawi itu bukan minta kpd ALLAH, itu sih harus USAHA dgn dirimu sendiri hanya Allah akan mengabulkan apabila itu yg tepat utk hambanya karena DIA MAHA TAHU segalanya, sedangkan diri kita sendiri belum tau apa yg akan terjadi dimasa y.a.d terhdp diri kita sendiri, tapi ALLAH sudah merencanakan itu