Membaca iklan Kumon yang mempromosikan kursus matematika dan bahasa Inggris, mengingatkan saya kepada seorang teman. Lebih tepatnya, istri saya yang ingat duluan. Teman saya itu adalah kepala pengelola bisnis kursus sempoa yang sangat sukses di jamannya. Saat ini bisnis kursus sempoa memang sedang surut. Tetapi, teman saya itu orangnya sangat baik. Dia tidak murni mencari keuntungan uang dalam bisnis sempoa itu. Dia punya misi ikut mencerdaskan putra-putri melalui matematika.
Bisnis sempoanya telah tersebar luas. Jaringannya hampir ada di seluruh Indonesia. Tapi saat ini jumlah siswa hanya sedikit. Secara kreatif ia mengambil langkah baru. Kini kursus sempoa itu berubah menjadi kursus bahasa Inggris. Saya kagum. Langkah yang bagus. Saya sangat mendukung.
Apakah langkah ini meniru langkah Kumon? Saya tidak tahu. Seandainya memang meniru Kumon, tetap saja, ini adalah terobosan bagus.
Bahasa Inggris sangat diperlukan oleh putra-putri kita. Ketika globalisasi semakin menguat, dengan diperkuat oleh fenomena internet blogging, putra-putra kita semakin membutuhkan bahasa internasional. Bahasa internasional paling umum adalah bahasa Inggris disusul bahasa Arab, Jepang, Mandarin, dan lain-lain.
Jadi, kursus bahasa Inggris lebih penting dari matematika? Tidak. Tidak begitu maksud saya. Maksud saya adalah kursus bahasa Inggris lebih penting dari kursus sempoa – mohon tetap membedakan antara kursus sempoa dengan kursus matematika.
Bolehkah saya menyimpulkan kursus yang terbaik adalah Kumon? Karena Kumon mengajarkan bahasa Inggris dan matematika, betul kan? Bila anak Anda cocok, kesimpulan di atas menjadi benar. Tetapi bila anak Anda tidak cocok dengan metode Kumon jangan memaksanya! Bisa berbahaya.
Apakah APIQ akan memberikan kursus bahasa Inggris?
Hmmm… ide menarik!
Saya pikir-pikir dulu deh.
Awalnya saya berpikir APIQ akan hanya berfokus pada kursus matematika. Dengan fokus saya berharap APIQ dapat memberikan pembelajaran matematika yang unggul. Saya menilai keberhasilan Kumon justru karena fokus kepada matematika. Berbeda dengan lembaga bimbingan belajar yang serba bisa: matematika, bahasa Inggris, fisika, kimia, biologi, dan lain-lain. Fokus kepada matematika memberi nilai lebih bagi Kumon.
Mungkin APIQ bisa meniru langkah Google. Google hanya fokus pada search engine. Google telah membuktikan menjadi nomor satu di dunia maya dalam search engine dengan strategi fokus. Google ingin melebarkan kekuatan ke search engine video. Tetapi Google kalah melawan Youtube.com. Semakin Google berjuang, Youtube semakin unggul.
Bukan Google namanya, bila gampang menyerah. Dari pada repot-repot bertanding lawan Youtube, Google malah merangkul Youtube. Google membeli Youtube. Kini Youtube masuk dalam grup Google. Google telah mengakuisisi Youtube.
Kelak, mungkin, APIQ akan mengakuisisi kursus bahasa Inggris terbaik yang pernah ada. Mengapa tidak? Mimpi boleh-boleh saja kan?
Bagaimana pendapat Anda?
Salam hangat…
(agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.
11 tanggapan so far ↓
doelsoehono // April 1, 2008 pada 10:46 pm |
Buat aja Pak Apiq Bahasa Inggrisnya …
intan // April 2, 2008 pada 7:31 am |
iya Pak…rangkul aja TBI, kali kalo dirangkul APIQ hargna bisa lebih miring dikit….kan harga teman Pak
NOVIA // Mei 28, 2008 pada 4:15 am |
kalau bapak buka kursus bahasa inggris saya mau jadi franchcee nya lho buat cabang cikarang. info franchise kirim ke e-mail saya.ma kasih
apiqquantum // Mei 28, 2008 pada 8:43 am |
Trims NOVIA atas dukungannya.
Satu Saja « APIQ: Aritmetika Quantum // Agustus 13, 2008 pada 1:30 am |
[...] sebuah kursus berkembang hanya dengan mengajarkan satu bidang studi matematika saja? Kumon menjawabnya dengan positif. Kabarnya Kumon telah berkembang di 40 negara lebih. Di Indonesia pun Kumon juga sudah berkembang [...]
Jeff // Oktober 16, 2008 pada 6:34 am |
Pak informasi kursus matematika ini sangat menarik, kalau saya tinggal di daerah Mampang Jaksel, dimana tempat kursus terdekat
apiqquantum // Oktober 16, 2008 pada 2:04 pm |
Terima kasih Jeff,
Untuk sementara ini kursus Matematika Kreatif APIQ baru ada di Bandung.
Mohon doa dan dukungannya agar APIQ segera buka di Jakarta.
Salam…
Inovasi-inovasi Terhebat: Kumon, Sempoa, Jarimatika, dan APIQ « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum // Januari 27, 2009 pada 2:36 am |
[...] saya, saya memperoleh banyak pelajaran dari inovasi-inovasi pembelajaran matematika terdahulu. Kumon telah berhasil membuat pembelajaran matematika menjadi tahap-tahap. Tentu APIQ belajar dari [...]
Sempoa vs Kumon Lagi « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum // Februari 6, 2009 pada 12:15 am |
[...] sudah menulis tentang kumon, sempoa, dan jarimatika di tulisan-tulisan [...]
linang // April 7, 2009 pada 11:33 am |
Kumon menjadi metode belajar yang tepat apabila orang tua mendukung sepenuhnya…
ayyas // Juni 21, 2009 pada 12:49 am |
sama dengan novia ni, bisa minta tolong kirimkan info franchise ke e-mail sy.