APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

Masukan dari April 2008

Hentikan Kecurangan UN; Hentikan UN

April 30, 2008 · & Komentar

Mau sembuh dari sakit kepala?
Potong kepalanya! Pasti tidak akan sakit kepala lagi.

Mau menghentikan kecurangan UN?
Bubarkan UN saja. Beres. Tidak akan ada lagi kecurangan UN.

Tetapi benarkah UN itu mirip dengan kepala?

Mau sembuh dari penyakit tumor?
Potong tumor itu – operasi besar. Pasti akan sembuh dari tumor.

Apakah UN lebih mirip dengan tumor atau kepala?

Bagaimana pendapat Anda?

Kategori: Ujian (UN
Ditandai: , ,

(Lagi) Manfaat Belajar (Kursus) Matematika Kreatif APIQ (bagian 2)

April 29, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Manfaat belajar matematika kreatif APIQ adalah:

Kita (dan putra-putri kita) menjadi mencintai belajar matematika secara kreatif.

Ova anak TK. Badannya subur – gendut. Sangat lucu. Di kelas APIQ selalu tersenyum-senyum. Kakaknya juga subur, kelas 4 SD, juga lucu.

”Mengapa Ova kok tidak sehebat kakaknya dalam matematika?” ibunya cemas.
”Setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Ova memiliki kelebihannya sendiri.”
”Kakaknya cepat dan senang dalam matematika. Ova tidak seperti itu. Padahal Ova sudah ikut APIQ?”
”Kakak ikut APIQ sudah berapa lama? Ova ikut APIQ sudah berapa lama?”

Ova dan kakaknya mewakili banyak anak di dunia ini. Biasa-biasa saja kepada matematika. Jika cara mengajar matematika di sekolah salah, dapat menyebabkan anak-anak benci kepada matematika. Perlu keahlian khusus untuk mengajarkan matematika secara kreatif, menarik, dan tepat. Ini adalah bidang fokus pekerjaan dan penelitian APIQ.

Kakak sudah mulai mencintai matematika. Ova masih biasa saja. Kakak sudah ikut APIQ lebih dari 6 bulan. Ova baru 2 minggu bergabung dengan APIQ.

Setelah beberapa bulan berlalu, Ova masih TK, saat saya menulis ini, Ova juga masih TK, ibu menceritakan,

”Saya sekarang mulai kerepotan meladeni Ova.”
”Mengapa?”
”Di setiap saat Ova selalu minta belajar matematika. Ova selalu minta dikasih pertanyaan matematika.”
”Bagus. Ova sudah mulai mencintai matematika.”
”Tetapi maunya hanya satu jenis soal saja. Hanya soal perkalian. Jika bukan perkalian ia tidak mau. Melihat segala sesuatu juga selalu dikaitkan dengan perkalian.”

Ova anak TK yang sudah menguasai konsep perkalian dasar dengan lancar. Tentu konsep penjumlahan dan pengurangan juga sudah ia pelajari. Sedangkan konsep pembagian baru Oval pelajari akhir-akhir ini.

Apakah tidak berbahaya mengajarkan perkalian ke anak TK?

Sangat berbahaya. Bila salah mengajarkannya. Jangankan perkalian, penjumlahan pun juga berbahaya bila salah cara mengajarkannya. Tetapi bila kita mengajarkannya dengan tepat, perkalian justru menjadikan anak-anak lebih kreatif dan percaya diri.

Di APIQ, kami memperkenalkan konsep perkalian ini dengan berbagai macam permainan. Anak-anak menyukai permainan itu. Bonusnya, mereka menguasai konsep matematika perkalian dengan benar. Onde Milenium dan Dadu Milenium menjadi permainan favorit para siswa APIQ. 

Manfaat belajar matematika kreatif APIQ:

”Kita (dan putra-putri kita) menjadi mencintai belajar matematika secara kreatif.”

Bagaimana pendapat Anda?

(Bersambung…)
(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

 

Kategori: Inovasi Pembelajaran · Peluang Bisnis
Ditandai: , , , ,

Air Menghidupkan

April 29, 2008 · & Komentar

Air itu hidup
Bahkan memberi kehidupan
Air itu mau menerima segala
Tetapi ia juga memberi segala

Cintailah air
Air pasti mencintaimu
Rawatlah air
Air pasti merawatmu

Bunuhlah air
Jangan!
Hinalah air
Jangan!
Sepelekan air
Jangan!

Jangan, jangan, jangan

Air adalah hidup kita
Air adalah diri kita
Air adalah air kita

Bahagiakan air
Air pasti membahagiakanmu

Kategori: Inspirasi
Ditandai: , ,

Memilih Sukses atau…

April 29, 2008 · 1 Komentar

”Aku tidak punya pilihan. Apa lagi yang bisa aku lakukan?”
”Kamu tidak punya pilihan ketika kamu menyatakan bahwa kamu tidak punya pilihan.”
”Tetapi aku benar-benar tidak punya pilihan!”
”Memang kamu jadi tidak punya pilihan sekarang.”

Manusia selalu punya pilihan. Karena hakikat manusia adalah ”kebebasan memilih”. Ada yang memilih untuk bebas terus berkarya. Ada pula yang memilih agar tidak punya pilihan. Anda punya kebebasan memilih?

Hamka di penjara. Dia tidak punya pilihan. Dia dipaksa, dijebloskan ke penjara. Tetapi Hamka punya pilihan. Memang Hamka tidak bisa serta merta memilih keluar penjara. Hamka memilih pilihan-pilihan berkualitas yang lain.

Di dalam penjara, Hamka bisa meminta kertas dan pena. Hamka memilih untuk berpikir. Hamka memilih untuk menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan.

Hasilnya?

Sebuah maha karya luar biasa!
Di dalam penjara, Hamka berhasil menulis Kitab Tafsir Alquran yang fenomenal.
Prestasi yang diakui sampai jaman sekarang.

Bagaimana dengan pilihan-pilihan Anda?

Kategori: Inspirasi
Ditandai: , , , ,

CIA Turun untuk Mengamankan UN

April 28, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

”Mengapa CIA repot-repot mengurus UN 2008?”
”Apakah polisi anti teror sudah tidak mampu menangani UN 2008?”
”Bukankah mereka telah berhasil menangkapi Kepsek dan guru-guru?”
”Berhasil? Apanya yang berhasil?”

Bila ada yang mengatakan UN 2008 tidak bocor, mereka harus lebih membuka mata dan telinga. Jika masih tidak berhasil mengetahuinya, mungkin perlu membuka hati. Atau haruskah bertanya kepada para malaikat?

Pagi tadi, sebuah TV swasta menyiarkan bocornya UN 2008. Siswa itu mengaku dapat bocoran. Dengan kunci jawaban yang valid.

“Enak dong dapat bocoran?” tanya wartawan.
“Ya, iyalah….” jawab siswa yang menerima bocoran itu.

Saya pernah bertemu dengan orang yang mahir membocorkan. Bukan membocorkan UN tetapi membocorkan uang. Orang semacam itu sering dikenal sebagai HACKER.

”Mudah membobol sebuah sistem. Mudah mengambil uangnya.”
”Lalu mengapa tidak kalian lakukan terus-menerus?”
”Ada yang tidak mudah.”
”Apa itu?”
”Menghapus jejak.”
”Mengapa penting?”
”Percuma saja berhasil mencuri tapi tertangkap.”
”Bagaimana caranya menghapus jejak?”

Lalu ia menjelaskan cara menghapus jejak yang paling sederhana. Bila seseorang berhasil membobol sistem kartu ATM misalnya. Jangan langsung mencuri dengan kartu ATM itu. Pasti akan tertangkap. Tetapi bobollah kartu ATM yang banyak. Misalnya bobol 1000 kartu ATM. Kemudian bagi-bagikan kartu ATM itu ke banyak orang. Orang-orang itu akan mencuri dengan kartu ATM. Ada 1000 pencuri. Lalu si hacker yang sebenarnya juga akan ikut mencuri dengan ATM itu dengan cara sedikit lebih canggih.

Apa yang akan terjadi?

Polisi tidak akan menangkap si hacker sebenarnya. Mengapa? Sulit menangkap hacker itu. Polisi juga sudah sibuk menangkap seribu pencuri gadungan itu.

Bagi pihak tertentu yang ingin menghilangkan jejak kecurangan dalam UN bisa saja menyebar seribu SMS palsu. Semua mata tertuju pada SMS palsu itu. SMS bocoran yang asli terlindungi dan dapat dengan bebas berseliweran melalui gelombang elektromagnetik.

Penangkapan kepala sekolah dan beberapa guru di Sumut juga bisa menjadi penghapus jejak. Semua mata tertuju pada kasus Sumut. Kecurangan yang sebenarnya dapat bebas bergerak tak tersentuh. Siapakah mereka? Aku tidak tahu. Cari sendiri!

Saya berdoa semoga para guru dan kepala sekolah di Sumut itu dapat menghadapi segala cobaan dengan tabah. Anda rela berkorban demi siswa-siswi Anda. Tetapi ada pihak yang tidak setuju dengan jalan yang Anda tempuh. Ada pula pihak tertentu yang perlu mencari tangkapan. Saya mengusulkan agar pemerintah tidak berlebihan memproses kasus Sumut ini. Ini adalah kasus biasa dalam proses ujian di sekolah. Tidak perlu diperbesar sampai pidana.

Mari kembali ke bocornya UN. Apa kriteria UN tidak bocor?

Saya beruntung banyak berinteraksi dengan ahli security nowor wahid di Indonesia. Beliau sering mengatakan bahwa suatu informasi itu secure, aman, tidak bocor, bila paling tidak memenuhi aspek CIA.

C: confidentiality; kerahasiaan. Informasi itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berhak. Orang yang tidak berhak tidak boleh melihat. Misalnya password, hanya Anda sendiri yang boleh tahu. Orang lain tidak boleh tahu. Bagaimana dengan soal UN? Apakah hanya orang yang berhak yang dapat melihatnya? Bagaimana dengan proses pencetakannya? Bagaimana dengan format digital sebelum dicetak? Carilah informasi yang lebih lengkap. Anda akan dapat menyimpulkan bahwa soal UN itu bocor atau tidak.

I: integrity; integritas. Informasi itu harus terjaga keutuhannya. Saya mengirim uang ke Anda 1.000.000. Anda memang menerima uang kiriman saya tetapi hilang 0 nya satu biji. Kiriman uang ini tidak memenuhi aspek integritas. Bagaimana dengan UN? Apakah lembar soal yang dikirim sama persis dengan yang diterima? Kabarnya di Solo ada yang kekurangan lembar soal. Bagaimana pendapat Anda?

A: availability; ketersediaan. Informasi tersedia tepat saat dibutuhkan. Ketika Anda butuh mengambi uang di ATM, memang di ATM itu tersedia uangnya. Itulah availability. Ketika siswa akan mengerjakan UN, panitia harus mem-fotocopy dulu soal karena ada yang kurang. Jadi bagaimana?

CIA adalah syarat minimal agar sebuah sistem dapat disebut aman – tidak bocor. Semoga soal-soal UN memenuhi tiga kriteria CIA di atas.

Bagaimana menurut Anda?

(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

Kategori: Ujian (UN
Ditandai: , , , ,

Keberuntungan (Nasib) yang Membawa Sukses SPMB 2008 (SNM PTN): Gunakan Peluang dan Statistik

April 28, 2008 · & Komentar

”Anak SD pun dapat lulus SPMB!”
”Ah….tidak mungkin. Bagaimana caranya?”
”Semua soal SPMB pilihan ganda kan? Anak SD itu tinggal pilih jawaban (tanpa baca soal). Ternyata keberuntungan sedang berpihak padanya. Akhirnya dia lulus deh ke perguruan tinggi idaman.”
”Pasti Bapak hanya mengarang, berkhayal?”
”Memang. Tapi ada kan, peluang anak SD lulus SPMB?”

Saya mengamati sebagaian besar anak (siswa SMA) takut menebak jawaban SPMB (menembak). Mengapa? Karena penilaian SPMB menggunakan sistem minus. Bila sebuah jawaban salah, maka ia akan membuahkan nilai minus atau pengurangan.

Tetapi kita perlu mencermati bahwa sistem minus di SPMB bukan lah sistem minus seimbang. Maksudnya salah dan benar dalam menjawab tidak mendapat nilai yang seimbang. Jawaban benar mendapat poin 4 sedangkan jawaban salah mendapat poin minus 1 (dikurangi 1). Tidak menjawab mendapat nilai 0.

Jika ingin sukses SPMB, kita harus memanfaatkan sistem penilaian ini dengan cerdik. Siswa-siswa yang lulus SPMB ke perguruan tinggi idaman, tidak hanya pandai. Tetapi mereka beruntung. Mungkin mereka memang pandai dan beruntung. Mungkin saja mereka hanya beruntung (tidak pandai). Tetapi tidak mungkin mereka hanya pandai tanpa beruntung. Jadi faktor keberuntungan (nasib) lebih menentukan dalam lulus SPMB dari faktor penguasaan ilmu. Benarkah begitu?

”Jangan begitu! Yang terbaik adalah belajar dan beruntung.”
”Belajar saya bisa Pak. Tapi bagaimana agar bisa beruntung?”
”Ada caranya. Pertama pahami dan gunakan ilmu peluang dan statistik!”
”Maksudnya?”

Sistem penilaian SPMB: benar poin 4 (kali 4) dan salah minus 1 (kali -1). Anggaplah soal dan kunci jawaban SPMB adalah sistem random (acak). Maksudnya, seperti kita akan melempar dadu. Maka mata dadu yang muncul adalah acak. Semua mata dadu (1,2,3,4,5,dan 6) memiliki peluang sama untuk muncul. Masing-masing memiliki peluang 1/6.

Ilustrasi; Jika melempar mata dadu sebanyak 6 kali, maka peluang muncul mata dadu adalah masing masing satu kali 6 x 1/6 = 1. Tetapi kan tidak selalu begitu? Benar, tetapi itulah ilmu peluang.

Coba kita melempar dadu 600 kali. Maka kita akan memperoleh data, masing-masing mata dadu muncul sebanyak 1/6 x 600 = 100 kali. Masuk akal kan? Mungkin tidak selalu tepat = 100. Tetapi pasti akan mendekati 100.

Dalam SPMB ada 5 pilihan jawaban (A,B,C,D, dan E). Peluang masing-masing pilihan jawaban benar adalah 1/5 atau 20%. Betul?

Jika Anda mengisi jawaban 50 soal SPMB secara acak, berapa nilai Anda?
Peluang kita benar adalah 1/5 atau 20%. (1/5 x 50 soal = 10 soal)
Benar mendapat poin 4. Maka 10 soal benar x 4 poin = 40 poin.

Peluang kita salah adalah 4/5 atau 80%. (4/5 x 50 soal = 40 soal)
Salah mendapat poin minus 1. Maka 40 soal x (-1) = – 40 poin.

Jadi total nilai kita adalah 40-40 = 0.

Sama saja dengan tidak menjawab sama sekali, nilai kita = 0.

Tetapi ada perbedaan. Dengan tidak menjawab sama sekali, pasti kita memperoleh nilai 0. Dengan menjawab secara acak, peluang kita secara statistik juga akan memperoleh nilai 0. Di sini, nasib keberuntungan dapat berperan. Jika Anda beruntung, Anda dapat meraih nilai di atas 0. Tetapi bila sedang bernasib buruk, maka akan memperoleh nilai minus.

Bagaimana pendapat Anda?

Mari kita ilustrasikan situasi yang sedikit berbeda. Karena kita sudah belajar beberapa materi SPMB, kita menguasai sebagian soal itu. Misalnya dari 5 pilihan jawaban kita yakin pasti jawaban E salah. Jadi hanya ada 4 pilihan jawaban yang benar (A,B,C, dan D).
Misalkan juga ada 20 soal yang seperti ini. Lalu kita menjawab semuanya dengan acak. Berapa nilai yang kita peroleh?

Peluang kita benar adalah ¼ atau 25%. (1/4 x 20 soal = 5 soal)
Benar mendapat poin 4. Maka 5 soal benar x 4 poin = 20 poin.

Peluang kita salah adalah ¾ atau 75%. (3/4 x 20 soal = 15 soal)
Salah mendapat poin minus 1. Maka 15 soal x (-1) = – 15 poin.

Jadi total nilai kita adalah 20 – 15 = 5.
Kita memperoleh nilai positif 5. Kita untung. Dalam situasi seperti ini mestinya kita berani menjawab soal. Bukankah begitu?

Bagaimana pendapat Anda?

Situasi yang sering terjadi adalah siswa sudah tahu pasti hanya ada 2 jawaban yang mungkin benar. Misalnya hanya A atau B yang mungkin benar. Sedangkan C, D, dan E sudah pasti salah. Apa yang harus kita lakukan?

Misalnya ada 8 soal dalam situasi seperti ini.

Peluang kita benar adalah ½ atau 50%. (1/2 x 8 = 4 soal)
Benar mendapat poin 4. Maka 4 soal x 4 poin = 16 poin.

Peluang kita salah adalah ½ atau 50%. (1/2 x 8 = 4 soal)
Salah mendapat poin minus 1. Maka 4 soal x (-1) = -4 poin.

Jadi total nilai kita adalah 16 – 4 = 12 poin.

Kita untung besar dengan menjawab soal yang semacam ini. Jangan takut dengan sistem minus. Secara statistik (dan peluang) kita akan memperoleh keuntungan.

”Itu kan statistik. Bagaimana jika jawaban yang kita tebak ternyata salah semua. Kan jadi minus semuanya?”
”Jika demikian….memang nasib buruk sedang menimpa. Kasihan….”
”Adakah cara agar kita bernasib mujur dalam SPMB?”
”Tentu ada. Pertama, berbuatlah baik kepada sesama. Kedua dan yang lainnya kita diskusikan di lain kesempatan aja ya…”

Selamat berjuang…

(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)

Kategori: SPMB
Ditandai: , , , , ,

Korban-Korban Kecurangan UN 2008 Mulai Berjatuhan

April 27, 2008 · & Komentar

Takut
Khawatir
Terjatuh
Terpuruk
Gelap

Curang
Dicurangi
Ditahan
Dipidana
Gelap

Membela
Berkorban
Dikorbankan

Tuhan,
Maafkan kami
Kami memang salah
Kami telah berbuat curang

Tetapi kami curang demi kebaikan putra-putri kami
Mereka dicurangi
Mereka tidak mampu membalas itu

Engkau tahu
Engkau Maha Tahu
Ada yang lebih curang di sana
Ada sumber curang di sana

Tetapi mengapa kami yang dihukum?
Engkau tidak menghukum mereka yang lebih curang
Engkau tidak menghukum mereka sumber curang
Tetapi Engkau pasti menghukumnya
Paling Engkau menundanya

Jangan Kau hukum mereka Tuhan
Cukup sadarkanlah mereka
Agar tidak mencurangi putra-putri kami

Membela
Berkorban
Dikorbankan

Engkau selalu hadir dalam jiwa kami
Terimakasih, Engkaulah Pembela kami
Pasti pertolonganMU datang

 

Kategori: Ujian (UN
Ditandai: , , , ,

Mengapa Kun Fayakun Pasti Gagal?

April 26, 2008 · & Komentar

Dapatkah kita memastikan sesuatu yang masih akan datang?
Tentu tidak.
Pasti di sini bermakna peluangnya hampir 100%.

Mengapa saya dapat memastikan Film Kun Fayakun karya H. Yusuf Mansyur pasti gagal? (Tolong dibetulkan bila salah mengeja.)

Kira-kira dua bulan sebelum film itu ditayangkan, saya jalan-jalan ke DT (tempatnya Agym). Terpampang poster yang sangat besar:

”H. Yusuf Mansyur Present:”

Mengapa tidak ada huruf ”s” dalam verb ”present”?
Saya berpikir mestinya, sesuai guru bahasa Inggris saya waktu SMP,

”H. Yusuf Mansyur Presents”

Setara dengan ”He presents…” bukan ” He present…”

Bagaimana menurut Anda?

April 2008, poster besar terpampang di pertigaan Siliwangi-Ciumbeleuit dengan tulisan:

”H. Yusuf Mansyur Present:”

Saya berpikir bahwa suksesnya sebuah karya film terletak pada garapan detil-detil yang menentukan. Jika dalam urusan tata bahasa saja terlewatkan detil paling pentingnya, bagaimana dengan urusan yang lain?

Jika ada yang dapat menjelaskan, mengapa ”present” tanpa ”s” dengan memuaskan, saya akan langsung nonton film Kun Fayakun. Dan prediksi saya akan saya ganti, ”Kun Fayakun Pasti Sukses!”

Kategori: Inspirasi
Ditandai: , , , ,

Berjumpa Rasul dan Batman Setiap Hari

April 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mungkin sudah takdirku.
Mungkin sudah keberuntunganku.
Mungkin sudah jalan hidupku.

Aku bertemu Rasul setiap hari.
Aku bertemu Batman setiap hari.

Pagi-pagi, Batman mengucap salam,
”Selamat pagi…”
”Selamat pagi, siapa kamu?”
”Aku Batman!”
”Batman siapa?”
”Batman yang baik.”

Anak laki-laki saya yang kecil selalu mengaku dirinya sebagai Batman. Pernah saya tawarin menjadi Superman, tidak mau. Spiderman? Tidak mau. Maunya hanya Batman.

Anak laki-laki saya yang besar beda lagi. Nama belakangnya adalah Muhammad. Ketika usia 4 tahun, Ahya mulai menghafal syahadat. Ia juga sudah mulai akrab dengan suara adzan.

”Siapa nama kamu?”
”Ahya Muhammad Rasulullah.”
”Nama kamu itu hanya sampai Muhammad titik. Tidak ada Rasulullahnya!”
”O…gitu…”

”Siapa nama kamu?”
”Ahya, Muhammad, Rasulullah.”

Tetap saja, Ahya akan selalu menyebut namanya sampai Rasulullah.

”Memangnya kamu mau, namamu ditambahin Rasulullah?”
”Mau, mau, mau!”

Betapa bahagianya berjumpa Rasul dan Batman setiap hari.

Kategori: Inspirasi
Ditandai: , , , ,

My Blogging Story (5): Awas Tersinggung!

April 25, 2008 · & Komentar

Orang sekaliber BR (http://rahard.wordpress.com) tidak kebal terhadap kritik. Blog menyediakan ruang kritik yang bebas, bisa anonim tanpa nama. Tetapi BR tetap berlapang dada terhadap berbagai kritik. BR membiarkan kritik itu mengalir. Meskipun BR dapat membendung atau menghapus kritik, BR tidak melakukannya.

Saya (http://apiqquantum.wordpress.com) meneladani BR. Saya membuka pintu untuk berbagai komentar. Kadang ada yang memuji. Kadang ada yang mencaci. Awalnya saya takut menghadapi berbagai komentar blog yang bebas sebebas-bebasnya itu. Akhirnya saya menyadari, ini adalah moment pembelajaran yang sangat berarti.

Ketika blog saya, APIQ, menempati urutan pertama dalam BOTD wordpress, terdapat ribuan mata yang membaca blog APIQ tiap hari. Sangat mungkin tulisan saya menyinggung perasaan para pembaca. Tolong maafkan saya, saya tidak bermaksud menyinggung perasaan siapa pun.

Pelajaran penting yang saya ambil dari BR dan KU (Khairul Ummah, http://khairulu.com) adalah jangan menilai pihak lain. Jangan mengevaluasi. Jangan men-judge. Tetapi bila kita memiliki sebuah opini sampaikanlah secara asertif. “Saya memiliki pemikiran begini, begini…. Bagaimana menurut Anda?”

Sampaikanlah pikiran Anda, opini Anda, analisis Anda melalui blog. Tetapi bukan penilaian Anda terhadap pihak lain. Itulah asertif yang baik.

Bagaimana pendapat Anda?

Kategori: Inspirasi
Ditandai: , ,