Hidup ini indah. Kematian lebih indah lagi. Tapi aku baru mengalami yang pertama, yang kedua belum. Semoga memang lebih indah. Hidup terasa sangat indah ketika kita jatuh sakit. Betapa sehat memang berharga. Mengapa harus menunggu sakit untum menikmati hidup?
Aku mengembangkan indikator baru untuk mengukur keindahan hidup. Badminton adalah olah raga permainan yang kusukai. Asyik sekali bermain badminton. Untuk menikmati dan menjaga kesehatan, aku menetapkan indikator bahwa badminton yang indah adalah 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Itulah kehidupan indah, badminton 2 atau 3 kali dalam seminggu.
Minggu ini aku nyaris hanya sempat main badminton 1 kali dalam seminggu karena sibuknya bekerja. Tapi, hidup jadi kurang indah atau tidak ya? Karena jadwal badminton berkurang sedangkan bonus uang bertambah. Atau itu yang disebut keindahan hidup sebenarnya?
4 tanggapan so far ↓
doelsoehono // Maret 29, 2008 pada 4:37 am |
Sing penting niatnya Pak. Satu kali juga sudah lumayan. Sampe ketemu hari Rabu
Rayyan Sugangga // Maret 29, 2008 pada 10:13 am |
Iya pak dari pada tidak sama sekali. Kalau tidak sempat atau sedang diluar kota. Push-Up dan sit-up juga bisa Pak
(dan honor tetap bertambah he he
Primus // Maret 29, 2008 pada 2:39 pm |
apabila pak angger sudah menemukan jawaban bahwa badminton lebih indah bagi2 dunk . .. . banusnya . . .
intan // April 2, 2008 pada 7:33 am |
wah kalo gitu badminton 10 menit dalam seminggu ga ada indah-indahnya ya Pak