”Batalkan saja SPMB 2008!”
“Mengapa?” saya bertanya.
“Batalkan saja UMPTN 2008!”
“Mengapa?” saya tanya lagi.
Dia tidak menjawab. Malah pergi entah ke mana. Saya mecoba berpikir keras alasan ia mengatakan perlunya pembatalan SPMB dan UMPTN 2008. Pasti ada alasan penting. Dia orang yang selalu berpikir secara mendalam. Dia pasti meyimpan sesuatu.
Mungkinkah ada hubungannya dengan 41 PTN yang hengkang dari Perhimpunan SPMB dan akan melaksanakan UMPTN 2008?
Apa masalahnya?
Kita tahu, di jaman Internet sekarang, perusahaan yang tumbuh dengan mengagumkan adalah Google. Bahkan harga saham Google sempat melampaui harga seluruh saham perusahaan Indonesia digabung menjadi satu. Google makin perkasa sampai sekarang.
Google memperkenalkan nilai-nilai khusus dalam menjalankan bisnis. Misalnya, cepat lebih baik dari lambat, Anda dapat menghasilkan uang tanpa harus berbuat jahat, dan selengkapnya ada 10 prinsip Google. Yang menarik dari 10 prinsip Google ini adalah prinsip nomor satunya. Prinsip nomor satu yang terpenting adalah utamakan pelanggan/pengguna, yang lainnya mengikuti.
Dengan prinsip nomor satu ini Google berhasil memberikan layanan pada para pengguna dengan kualitas terbaik dan tercepat. Meski pun pengguna memanfaatkan layanan Google secara gratis. Pernahkan Anda dipungut biaya oleh Google? Layanan search engine Google gratis. Dari mana Google memperoleh uang? Uang akan mengikuti bila engkau mengutamakan pelanggan, kata Google. Google mendapatkan uang dari iklan yang saling menguntungkan.
Apakah panitia SPMB dan UMPTN 2008 mengutamakan pelanggan/pengguna?
Apakah mereka mengutamakan para siswa yang akan berjuang mengikuti seleksi?
Apakah perpecahan SPMB dan UMPTN 2008 memberi dampak positif kepada siswa?
Anda, para siswa, yang dapat menjawab langsung pertanyaan itu.
Bagaimana seandainya seleksi ke universitas digratiskan seperti Google?
Apakah dengan gratis banyak membantu para siswa yang kesulitan dana?
Mengapa siswa harus membeli dua formulir, SPMB dan UMPTN 2008?
Dalam disiplin Lean Management dikenal sembuah rumus ”waste driver”. Rumus ini menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan pemborosan dan kerugian. Rumus ini telah teruji secara matematis mau pun praktik di lapangan. Ada berbagai macam penyebab pemborosan. Di antaranya, lamanya proses, kesalahan pengerjaan, kerusakan, kompleksitas, beban berlebih, dan lain-lain. Di antara penyebab-penyebab pemborosan itu, penyebab paling berbahaya adalah kopleksitas.
Mengapa kompleksitas? Karena kompleksitas juga menyebabkan terjadinya kerusakan, kesalahan, beban berlebih, dan lain-lain yang pada gilirannya menyebabkan pemborosan. Jadi, kompleksitas melahirkan penyebab-penyebab pemborosan yang lain.
Apa itu kompleksitas? Kompleksitas, mudahnya, dapat kita ukur dengan tingkat keragaman. Bila terdapat satu proses, maka kompleksitasnya level 1, misalnya. Jika terdapat 2 proses, maka kompleksitasnya menjadi level 4 bukan level 2. Kompleksitas naik secara kuadratik.
Jika hanya ada satu ujian, UN saja, siswa menghadapi kompleksitas level 1.
Jika ada 2 ujian, UN dan SPMB, siswa menghadapi kompleksitas level 4.
Jika ada 3 ujian, UN, SPMB, dan UMPTN, siswa menghadapi kompleksitas level 9.
Jadi siswa yang paling dirugikan dengan adanya bermacam-macam ujian yang tidak terintegrasi. Kebalikannya yang seharusnya terjadi. Mengapa tidak kita satukan saja UN, SPMB, UMPTN? Siswa hanya cukup melakukan satu ujian. Kemudian panitia yang akan mengolah datanya sesuai kepentingan. Kepentingan UN, SPMB, dan UMPTN. Tolong jangan korbankan siswa.
Dengan pandangan seperti itu, mengapa harus ada UN? Mengapa harus ada SPMB? Mengapa harus ada UMPTN?
Seandainya ada pilihan lain…???
Bagaimana pendapat Anda?
Salam hangat….
(agus Nggermanto; pendiri APIQ)
APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau (022) 2008621 atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.
2 tanggapan so far ↓
linha // Juni 25, 2008 pada 9:14 am |
saya setuju kalau seandainya cara masuk ke umptn begitu.Dan itu jelas sangat membantu kita untuk bisa masuk ke perguruan tinggi.yaaaa….kita tunggu saja kebijaksanaan pemerintah kita hm….hm…
dra.windy // Juli 25, 2008 pada 12:43 pm |
ok deh tar gw pikirin .