APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

Meremehkan Kesederhanaan

Maret 4, 2008 · 4 Komentar

Seekor ikan muda yang hidup di dasar laut mendengar gosip. Ia mendengar katanya banyak air di dasar laut tempatnya hidup. Ia telah mencoba mencari ke segala arah tetapi tidak pernah menemukan air. Kabarnya, bahkan air itu ada di seluruh penjuru dasar laut.

Ikan muda itu memutuskan untuk bertanya kepada ibunya.

”Ibu, saya dengar banyak air di sekitar tempat hidup kita ini. Apa benar?”
”Katanya memang benar. Ibu pernah mendengarnya waktu masih muda dulu.”
”Bagaimana Ibu dapat menemukan air di dasar laut ini?”
”Saya tidak pernah menemukannya. Ibu sudah berusaha mencari ke segala arah tapi tidak pernah menemukan air itu.”
”Ibu, saya penasaran ingin sekali menemukan air itu. Bagaimana caranya?”
”Yang Ibu tahu, ada seorang kakek yang dapat membantu siapa saja yang ingin menemukan air.”
”Saya mau Bu!”
”Tetapi syaratnya sangat berat untuk bisa menemukan air.”
”Saya mau berkorban untuknya.”

Si ikan muda itu berlari untuk menemui kakek tua. Ia menyampaikan maksudnya ingin menemukan air di dasar laut. Kakek tua menjelaskan bahwa sangat berat untuk menemukan air.

”Kamu harus kuat untuk berenang sampai permukaan. Kita tidak memiliki kekuatan itu. Kita hanya mampu hidup di dasar laut. Insang kita hanya sesuai untuk dasar laut. Untuk berenang ke atas, mendekati permukaan, itu bukan kodrat kita.”
”Saya akan mencobanya Kek. Lalu apa yang harus saya lakukan bila sudah sampai batas permukaan?”
”Kamu hanya perlu melompat ke atas permukaan itu dan memandang ke bawah. Kamu akan melihat air.”

Dengan perjuangan keras, yang mempertaruhkan nyawa, ikan muda itu berusaha berenang sampai permukaan. Akhirnya ia berhasil sampai permukaan. Sesuai instruksi kakek, ia melompat setinggi mungkin. Kemudian ia menatap ke bawah. Itulah air.

Segera tersiar kabar ke seluruh penduduk dasar laut bahwa ikan muda itu berhasil menemukan air. Penduduk menyiapkan pesta meriah untuk menyambut kehadiran ikan muda itu. Setelah berpesta, penduduk meminta agar ikan muda itu menjelaskan tentang air yang sudah ia temukan.

”Air ada di mana-mana. Ke mana pun kita menghadap di situ ada air,” ikan muda itu menjelaskan.
”Mana buktinya?”
”Tidak perlu bukti. Karena semua yang ada di sekitar kita adalah air itu sendiri.”

Penduduk kecewa. Ikan muda itu tidak berhasil meyakinkan kepada penduduk bahwa air ada di mana-mana. Penduduk dasar laut tidak berhasil menyadari bahwa mereka telah melihat air. Karena mereka tidak pernah tidak melihat air. Itu masalahnya.

Saya mengalami problem yang sama dengan ikan muda itu ketika menemukan inovasi pembelajaran matematika APIQ. Inovasi awal saya adalah pembelajaran matematika dengan Onde Milenium. Suatu pembelajaran yang sangat sederhana. Saking sederhananya tidak ada orang yang percaya bahwa kita perlu Onde Milenium. Kata mereka, memang sudah seperti itu sejak dulu. Buat apa repot-repot pakai Onde Milenium?

Onde Milenium ini jelas sangat membantu bagi siswa – usia TK atau kelas 1 SD – untuk menguasai konsep matematika. Tetapi orang dewasa tidak mampu melihat peran Onde Milenium. Sebagaimana para penduduk dasar laut yang tidak menyadari adanya air di sekitar mereka.

Di suatu seminar atau training, saya dengan bangga menjelaskan tentang kehebatan Onde Milenium. Hampir setiap peserta tidak menghargai. Saya heran, inovasi sehebat ini tidak ada yang peduli? Saya kecewa juga – kadang sedikit, kadang banyak, kadang ikhlas. Tetapi saya tidak akan menyalahkan audiens. Ini adalah feedback berharga bagi saya.

Dalam kesempatan berikutnya, saya tidak akan mau menjelaskan inovasi pembelajaran matematika untuk tingkat paling dasar – semacam Onde Milenium. Jika audiens memaksa, saya akan mengajak mereka tamasya dulu ke permukaan laut. Caranya? Saya ajak mereka mengenal teknik berhitung cepat kuadrat tingkat tinggi, perkalian cepat teknik bintang, dan inovasi-inovasi lainnya. Mereka kagum dengan inovasi itu. Mereka mulai menaruh percaya.

Setelah mereka kagum dengan inovasi APIQ, baru saya sedikit menyinggung Onde Milenium. Mereka bisa menghargai kehebatan Onde Milenium dalam posisi ini, setelah mengalami banyak perjuangan menguasai aritmetika tingkat tinggi.

Saya yakin bahwa Toru Kumon – pendiri Kumon – mengalami kesulitan yang sama. Inovasi Kumon dalam pembelajaran bertahap sangat dahsyat. Tetapi juga sangat sederhana. Orang banyak meremehkan inovasi Kumon ini karena kesederhanaannya. Tentu saja, saya sangat mengapresiasi Kumon.

Sempoa menempuh nasib yang lebih bagus. Sempoa itu tidak sederhana. Orang lebih mudah menghargai sesuatu yang sulit semacam sempoa itu. Jadi bagi sempoa, cukup tunjukkan hasilnya yang hebat, orang akan percaya. Karena orang pada umumnya tidak bisa memahami sempoa. Jadi mereka percaya. Aneh kan?

Jarimatika bernasib bagus mirip dengan sempoa. Sedangkan Sakamoto lebih mirip dengan Kumon tampaknya, harus berjuang keras meyakinkan masyarakat. Saya sendiri di APIQ juga menghadapi kesulitan yang sama.

Jadi, selamat berjuang kawan!

Bagaimana pendapat Anda?

(agus Nggermanto; pendiri APIQ)

APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau (022) 2008621 atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.

Kategori: Inovasi Pembelajaran · Peluang Bisnis
Tagged: , , , , , , , ,

4 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar