Ujung-ujungnya, dari sebuah teori fisika modern yang sangat rumit kita mengenal rumus persamaan energi sama dengan massa kali kecepatan cahaya kuadrat. Agar lebih keren, kita biasa menulisnya sebagai e = mc2. Mudah sekali untuk mengingatnya. Mudah sekali menghitungnya. Mudah sekali untuk memahaminya.
Eisntein yang mencetuskan rumus itu patut mendapat julukan jenius. Tak ada tanda-tanda kerumitan dalam rumus itu. Jika misalnya 1 gram radioaktif dapat menyalakan lampu untuk satu kota maka 2 gram radioaktif dapat menyalakan lampu untuk 2 kota. Atau, jika 1 gram radioaktif dapat menerangi kota selama 1 bulan, maka 2 gram radioaktif dapat menerangi kota itu selama 2 bulan. Semudah itu hasil akhirnya.
Rumus Einstein ini tidak kompleks pun tidak complicated. Padahal proses di balik penemuan itu sangat panjang dan berliku. Tetapi hasilnya sangat indah: tidak kompleks dan tidak complicated.
Apa beda kompleks dan complicated?
Jelas berbeda bila kita menggunakan bahasa Inggrisnya.
Tetapi dalam bahasa Indonesia?
Apa padanan kompleks?
Apa padanan complicated?
Berdasar pengalaman dan pengamatan saya, orang Indonesia nyaris tidak pernah menggunakan kata complicated. Akibatnya, kita akan tetap menggunakan kata kompleks untuk menyatakan kompleks mau pun complicated.
Bagaimana menurut pendapat Anda?
Dalam inovasi pembelajaran matematika APIQ, saya mencoba mengurangi hal-hal yang complicated. Bahkan terhadap rumus-rumus yang kompleks, saya berusaha menyederhanakan. Salah satu inovasi APIQ adalah menyederhanakan algoritma perhitungan perkalian dan kuadrat dengan teknik bintang. Teknik perkalian cepat bintang ini membantu kita dengan beragam visualisasi. Kita dapat melakukan banyak penyederhanaan dengan bantuan visualisasi. Bukankah satu gambar visual bermakna seribu kata?
Pada dasarnya, matematika adalah disiplin ilmu yang kompleks – walau tidak harus complicated. Bahkan dalam matematika, kita mengenal sistem bilangan kompleks – bukan bilangan complicated. Menurut saya, menghilangkan kompleksitas dalam matematika adalah tidak mungkin. Kompleksitas, dari satu sisi, juga menunjukkan kematangan. Terutama bila terorganisir dengan rapi. Bila tidak, kompleksitas hampir sinonim dengan complicated.
Apa ukuran kompleksitas?
Bagaimana cara mengukurnya?
Kita dapat mengukur kompleksitas dari melihat seberapa banyak komponen yang menyusun suatu tugas, misalnya. Bila suatu tugas memiliki satu langkah untuk menyelesaikannya maka tugas itu memiliki kompleksitas level 1. Bila tugas yang lain memiliki 2 langkah maka tugas itu memiliki kompleksitas level 4 – bukan level 2. Karena kompleksitas naik secara kuadratik.
Kita ambil contoh yang lain. Bila sebuah tugas dapat diselesaikan oleh satu orang maka tugas itu memiliki kompleksitas level 1. Bila tugas yang lain harus diselesaikan oleh 2 orang maka tugas itu memiliki kompleksitas level 4. Bila 3 orang maka level 9. Begitu seterusnya.
Semakin kompleks sebuah tugas, semakin sulit kita mengendalikannya. Kompleksitas juga mengarahkan pada semakin besarnya risiko kesalahan. Baik dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan, mau pun perhitungan matematis.
Bagaimana dengan Anda?
(agus Nggermanto; pendiri APIQ)
APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau (022) 2008621 atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.
1 response so far ↓
Peduli Terhadap Kompleksitas dan Kesederhanaan « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum // Maret 3, 2009 pada 12:29 pm |
[...] 1. Kompleksitas. 2. Kesederhanaan. [...]