Saat ini semakin sulit untuk lulus SPMB. Mengapa? Karena banyak jurusan (fakultas) favorit di perguruan tinggi yang telah mengisi kursi mahasiswa baru mereka melalui tes seleksi khusus. ITB, UI, UGM, dan lain-lain telah menerima mahasiswa baru jauh hari sebelum SPMB membuka pendaftaran. Mahasiswa baru ini telah mengambil kursi yang dulunya diperebutkan melalui SPMB. Jadi persaingan SPMB semakin ketat saja.
Ketika jumlah kursi yang diperebutkan semakin berkurang, peminat SPMB nyaris tidak berkurang. Bagaimana caranya agar kita dapat memenangkan ”pertempuran” SPMB ini? Tidak mudah memang. Tahun 2007 ini jumlah peserta SPMB diperkirakan sekitar 400 ribu orang. Sedangkan daya tampung perguruan tinggi hanya 100 ribu mahasiswa baru minus yang sudah diisi oleh mahasiswa baru dari tes masuk khusus. Jadi akan ada 300 ribu peserta SPMB yang pasti tidak lulus. SPMB memang sebuah ”pertempuran”.
Berbeda dengan UN. Meski kita tahu bahwa ada ribuan siswa yang tidak lulus UN, tetapi UN bukanlah ”pertempuran”. Bisa saja semua peserta UN lulus 100% asalkan nilai mereka di atas nilai standar kelulusan ( tahun 2007, nilai UN harus di atas 5). Tetapi peserta SPMB tidak mungkin dapat lulus 100%. Andai kata 400 ribu peserta SPMB memperoleh nilai di atas passing grade, tetap saja perguruan tinggi tidak akan mampu menerimanya. Perguruan tinggi hanya akan memilih 100 ribu nilai tertinggi. Jadi, dalam SPMB pasti akan ada yang ”menang” dan ada yang ”kalah”. Untungnya ada cara agar kita selalu mampu menang dalam SPMB. Inilah cara meraih kemenangan dalam kancah pertempuran SPMB itu, bersiaplah!
Rahasia Waktu Ketepatan waktu – timing- adalah aspek terpenting untuk memenangkan segala permainan, termasuk SPMB. Mengapa David Beckham memiliki tendangan bola yang menakjubkan? Karena waktu. Tendangan bola Beckham melaju lebih cepat seper sekian detik dari gerakan keeper. Terjadilah goal yang menakjubkan. Masih ingat petinju legendaris Mike Tyson? Mengapa Tyson dapat memukul KO lawan-lawannya di masa jayanya? Karena waktu. Pukulan Tyson lebih cepat seper sekian detik dari lawan. Terjadilah KO. Bagaimana cara memanfaatkan waktu untuk kemenangan SPMB kamu?
Mencuri start. Siapa yang start lebih awal mempersiapkan SPMB, mereka lebih diuntungkan. Jika kamu mempersiapkan diri untuk SPMB sejak SMP itu lebih bagus. Peter Drucker – Bapak Manajemen Dunia – menegaskan bahwa kita perlu waktu 5 tahun untuk mendapatkan perubahan besar dalam hidup. Bila kita mencermati soal-soal SPMB, ternyata beberapa di antaranya sudah kita pelajari ketika SMP. Misalnya bagian trigonometri, fungsi kuadrat, dan lain-lain. Atau paling tidak bila kamu telah mempersiapkan SPMB sejak SMA kelas 1 atau kelas 2, itu merupakan keuntungan besar untuk meraih kemengan SPMB. Kenyataannya soal-soal SPMB lebih banyak dari materi kelas 2 SMA. Atau paling akhir, awal kelas 3 SMA kamu harus telah memulai mempersiapkan diri untuk SPMB.
Tetapi bila seorang siswa baru mempersiapkan SPMB pertengahan kelas 3 SMA – atau lebih lambat lagi – , ini bukan merupakan keunggulan. Mengapa? Karena siswa yang lain, umumnya, juga mempersiapkan SPMB pada waktu seperti itu. Jadi tidak ada nilai lebih dalam hal seperti itu. Tidakkah akan menjadi bosan bila kita belajar SPMB terlalu awal? Tidak akan. Kamu tidak akan bosan bila benar-benar mempelajari soal SPMB. Soal-soal SPMB dipersiapkan oleh para pakar dengan pertimbangan yang matang. Setiap soal SPMB memiliki kualitas yang sangat tinggi. Justru semakin sering mempelajari soal SPMB akan membuat kamu semakin suka kepada SPMB. Cobalah start lebih awal!
Strategi Belajar Tono anak yang rajin belajar. Mungkin dia anak yang paling rajin belajar di sekolahnya. Tetapi Tono tida lulus SPMB. Nilai UN-pun nyaris tidak lolos. Mengapa bisa seperti itu? Belajar bukan sekedar urusan kuantitas saja, tapi kualitas juga sangat penting. Pilih strategi belajar sesuai tipe kamu. Setiap anak memiliki cara-belajar yang berbeda-beda. Ketahui cara mana yang paling cocok buat kamu. Ada anak yang cocok belajar dengan banyak gambar, anak yang lain lebih suka dengan rumus-rumus, ada juga yang lebih menyukai simulasi atau praktikum. Ada anak yang efektif bila belajar dengan menyendiri, sepi. Tetapi ada anak yang efektif belajar bersama-sama dengan kelompok, sambil diskusi, dan saling mengajari. Ada juga anak yang senang belajar dengan mempelajari buku sendiri, anak yang lain lebih suka dibimbing oleh guru dengan mengikuti semacam program bimbingan belajar. Jika kamu telah menemukan strategi belajar yang tepat, tidak ada yang dapat menghalangimu meraih sukses. Semoga!
Penetapan Tujuan Tujuan besar apa yang sebenarnya ingin kamu capai? Lulus SPMB! Ah… itu masih kurang besar. Setelah lulus SPMB, kamu ingin apa? Ingin kuliah di perguruan tinggi favorit. Terus ingin apa lagi? Ingin jadi dokter, ingin jadi insinyur, ingin jadi pengusaha, ingin jadi presiden…Setelah kamu menjadi seperti yang kamu inginkan, lalu apa yang kamu inginkan lagi? Terus buat pertanyaan semacam ini dan temukan jawabannya dengan jelas. Jawaban yang tegas dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi tujuan hidup kamu atau misi yang akan kita raih.
Buat plan rangkap. Ternyata SPMB hanyalah sebuah jalan untuk meraih tujuan yang lebih tinggi. Tidak masuk akal bila tujuan yang lebih tinggi itu hanya bergantung pada kemenangan ”pertempuran” SPMB. Buatlah beberapa plan (rencana) alternatif untuk meraih sukses seandainya SPMB tidak lulus. Mungkin rencana itu berupa kuliah di perguruan tinggi swasta, mengambil program D3, atau kuliah di luar negeri. Maksud rencana alternatif ini adalah untuk melepaskan kita dari beban psikologis berlebihan ketika ”bertempur” SPMB. Bukan untuk melemahkan semangat. Ketika kita sadar sepenuhnya bahwa SPMB bukan satu-satunya jalan meraih sukses, kita akan lebih tenang menghadapi ”pertempuran” SPMB itu. Fokuskan energi untuk memenangkan ”pertempuran” SPMB itu.
Penting juga memilih jurusan (fakultas) yang tepat dalam SPMB. Pemilihan jurusan ini mempertimbangkan diri kamu sendiri ( bakat, minat, kemampuan), prospek di masa depan, dan peta persaingan ”pertempuran” SPMB untuk memenangkannya. Taktik di Medan Tempur SPMB Taktik apa yang akan kamu lakukan ketika hari-H SPMB? Atau 1 hari menjelang SPMB?
Pada akhirnya ”pertempuran” SPMB akan ditentukan oleh pertempuran yang berlangsung hanya selama 2 kali 2 setengah jam atau 3 kali 2 setengah jam. Semua usaha dapat sia-sia belaka bila seseorang tidak memiliki taktik yang tepat menghadapi ”pertempuran” SPMB yang berlangsung singkat itu. Berikan kinerja terbaik di medan tempur SPMB. Menjelang hari-H SPMB, kesehatan menjadi nomor satu. Konsentrasi pikiran menjadi ujung tombak sukses SPMB. Jika kamu sudah bersiap, belajar SPMB berbulan-bulan sebelumnya, menjelang hari-H SPMB adalah saat yang tepat untuk mereview apa yang sudah kamu pelajari dan berkonsentrasi kepada apa yang sudah kamu kuasai.
Setelah SPMB hari pertama, apa yang perlu disiapkan untuk hari kedua? Jangan mengikuti pembahasan di radio atau koran jika kamu tidak siap. Karena, jika ternyata seseorang kecewa dengan pembahasan hari pertama dapat berakibat fatal terhadap hari kedua SPMB. Tetapi jika kamu siap, ikuti pembahasan di radio atau koran itu. Ada beberapa keuntungan jika kamu sudah tahu hasil SPMB hari pertamamu. Jika hasil hari pertama kamu sudah bagus, nilainya sangat tinggi, kamu dapat mengambil taktik hati-hati di hari kedua. Kamu cukup menjawab soal-soal yang kamu yakini benar jawabannya saja. Kamu akan memenangkan ”pertempuran” SPMB itu. Tetapi jika seseorang nilai hari pertama kurang memuaskan, maka ia hari kedua harus mengambil taktik yang lebih agresif dengan menjawab soal lebih banyak. Ia tidak cukup hanya menjawab soal-soal sedikit yang paling diyakininya. Ia justru harus berani menebak jawaban soal menggunakan pendekatan statistik yang ampuh. Dengan cara ini, ia akan memenangkan ”pertempuran” SPMB.
Banyak berdoa juga bisa menjadi taktik pamungkas kamu. Juga perbanyaklah berbuat kebaikan agar keberuntungan memihakmu di medan ”tempur” SPMB. Selamat berjuang! Semoga sukses! Selamat meraih kemenangan!
(agus Nggermanto; pendiri APIQ) APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di apiq.wordpress.com atau (022) 2008621 atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.