Bukan hanya di sunat tetapi di kebiri!
Jika disunat, yang tersisa adalah nikmat.
Tetapi jika dikebiri yang tersisa adalah ….?
WordPress tidak akan gegabah mengambil sebuah keputusan. Saya yakin ada skenario besar di balik tindakan wordpress kali ini.
Saya menduga wordpress melakukan ini ada hubungannya dengan masalah bisnis, masalah uang. Coba perhatikan hubungan wordpress dengan leoxa. Tampaknya wordpress ingin memperkuat leoxa. Mengapa? Coba klik dan perhatikan http://leoxa.com/apiq
Bagaimana pendapat Anda?
Categories: Inspirasi · Isu
yang berkaitan: bisnis, blog, blogger, leoxa, wordpress
Anda tidak salah membacanya,
”Libur lebih penting dari kerja.”
Bahkan,
”Malas lebih penting dari rajin.”
Beberapa orang sering membenci hari Senin. Lebih enak hari Sabtu dan Minggu: santai. Tetapi dapat uang dari mana bila libur terus? Tidak pernah kerja.
Sam Walton – pendiri Waltmart – diceritakan pernah mengatakan,
”Hidup akan lebih indah jika tidak ada hari Minggu. Tidak ada hari libur.”
Walton adalah orang yang tidak tahan dengan liburan. Ia sudah ketagihan untuk terus bekerja. Ia kecanduan kerja. Hari Sabtu masuk kerja. Inginnya, setelah Sabtu langsung Senin. Biar bisa kerja lagi.
Akan seperti apakah kualitas hidup semacam ini?
Categories: Inspirasi
yang berkaitan: bahagia, hidup, kerja, kualitas, libur
Di tengah kesibukan yang full - bahkan overload - saya menyempatkan diri main badminton. Hasilnya, tubuh segar lagi. Banyak ide-ide kreatif muncul.
Olah raga penting untuk Anda, untuk saya, untuk kita semua.
Apalagi main badmintonnya seru sekali. Puassss….
Jangan lupa, nonton piala Thomas dan Uber dong….
Categories: Inspirasi
yang berkaitan: olah raga, segar, sibuk
Azim Premji, pimpinan Wipro, salah satu orang terkaya di dunia pernah mengatakan,
“Ambillah langkah yang memungkinkan Anda menjadi unggul. Jika Anda tidak mengambil langkah ini, Anda tidak akan unggul. Bahkan peluang untuk unggul pun Anda tidak memilikinya.”
Premji mengacu ke berbagai standar keunggulan dunia. Jika ingin unggul kita perlu mengacu kepada proses-proses unggul itu. Beberapa proses unggul tersebut adalah ISO, CMM, Six Sigma, Lean Management.
Bagaimana menurut Anda?
Categories: Inspirasi
yang berkaitan: lean, six sigma, standar, unggul
Kemarin saya ikut dalam training yang sangat menarik. Para SDM sebuah bank memiliki motto yang unik,
“Main-main, hasilnya bukan main!”
Einstein - manusia paling jenius abad lalu - juga suka main-main.
APIQ juga suka main-main. Bahkan di APIQ anak-anak banyak belajar sambil bermain-main.
Bagaimana pendapat Anda?
Categories: Inovasi Pembelajaran · Inspirasi
yang berkaitan: kerja, main, matematika
Rabu siang menjelang sore, 30 April 2008, saya dan keluarga berangkat dari Bandung silaturahmi menuju ke timur. Jam 3 dini hari saya tiba di Pati Jateng. Hanya tinggal 5 km lagi sampai ke rumah orang tua. Tetapi jalanan macet. Jam 6 dini hari kami baru berhasil berkunjung ke neneknya anak-anak.
Jumat pagi melanjutkan kembali perjalanan menuju Jawa Timur. Jumat sore sudah tiba ke neneknya anak-anak di Jatim. Sabtu siang lanjut ke Solo, lalu ke Jogja malam hari. Minggu pagi ke Borobudur. Minggu sore berangkat menuju Bandung lewat jalur selatan. Panjang berkelok-kelok.
Senin dini hari tiba di Bandung.
Rejeki sudah lama menanti. Artinya, senin bekerja penuh di Bandung.
Selasa rabu keluar kota ke Jatiluhur purwakarta.
Kamis ketiban rejeki di Bandung.
Kamis malam ngeblog sejenak….ya sekarang ini.
Jumat dini hari meluncur ke Jakarta. Bertugas sampai hari sabtu.
Benar-benar perjalanan panjang yang…
Categories: Inspirasi
yang berkaitan: jalan, jawa, rejeki, tour
Banyak orang salah mengejar tujuan. Mereka mengejar kesempurnaan. Padahal mereka tidak perlu mengejar kesempurnaan. Kita juga tidak perlu mengejar kesempurnaan di dunia ini. Kita hanya cukup mengejar KEUNGGULAN!
Apa perbedaan sempurna dengan unggul?
Tolong teman-teman membantu saya mendefinisikannya. Silakan kawan-kawan menuliskannya di bagian bawah ini.
APIQ juga tidak ingin terjebak mengejar kesempurnaan. APIQ ingin sekedar mengejar keunggulan. Berikut ini adalah beberapa keunggulan APIQ:
A. Methodology
1. Quantum Quotient & Quantum Learning; APIQ mengambil pendekatan belajar yang mengaktifkan otak secara utuh. Otak kiri, otak kanan. Kecerdasan IQ, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual.
2. Experiential Learning; APIQ memfasilitasi siswa untuk belajar melalui pengalaman. Matematika yang sering dipandang abstrak, APIQ mencoba untuk menjadikan matematika sebagai pengalaman nyata. Dengan menggunakan tool-tool matematika kreatif, para siswa APIQ dapat merasakan pengalaman nyata dalam petualangan matematika.
3. Mastery Learning; APIQ membantu siswa untuk menguasai konsep matematika secara tuntas. APIQ tidak mengenal nilai 70, 80, atau 90. Semua siswa akan mendapat dorongan agar dapat meraih nilai 100 penuh. Oleh karena itu APIQ menerapkan pendekatan personal.
B. Knowledge
4. Math Education; APIQ adalah pembelajaran matematika secara utuh. Tidak sekedar aritmetika saja (berhitung saja). Pun APIQ juga bukan sekedar magic saja (teknik berhitung ajaib saja). APIQ memang mempelajari aritmetika, magic of math, plus aljabar, geometri, statistik, kalkulus dan lain-lain.
5. Sistematic Math; Matematika adalah bidang keilmuan yang sangat luas. Kesalahan menyusun urutan pembelajaran dapat berakibat fatal. APIQ menyusun kurikulum pembelajaran matematika secara hati-hati agar memperoleh hasil optimal. Struktur kurikulum matematika yang sistematis ini membantu siswa untuk menguasai matematika dengan lebih baik.
6. Creative Math; APIQ mendorong dan menuntut agar para siswa menumbuhkan kreativitas dalam pembelajaran matematika. Berbagai macam jenis permainan matematika APIQ terbukti merangsang kreativitas para siswa.
C. Inovation
7. Continuous Improvement; Inovasi berkelanjutan. Beberapa program pembelajaran matematika sudah dianggap selesai. Tetapi APIQ berkeyakinan bahwa matematika adalah bidang keilmuwan yang terus tumbuh. Matematika tumbuh secara obyektif dengan berbagai macam penemuan teori-teori baru, implementasi-implementasi baru, dan metode-metode baru. APIQ ikut berkontribusi untuk terus menemukan inovasi-inovasi baru khususnya dalam pembelajaran matematika.
Bagaimana pendapat Anda?
Salam hangat…
(Bersambung…)
(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
Categories: Inovasi Pembelajaran · Peluang Bisnis
yang berkaitan: anak, kreatif, kursus, matematika, unggul
Lebih penting kreatif?
Ataukah lebih penting disiplin?
Penting dua-duanya. Itu pilihan jawaban yang paling mudah. Dalam praktiknya tidak mudah untuk mendapatkan kedua-duanya. Mendapatkan satu saja sudah untung. Apa lagi dua-duanya. Siapa yang serakah malah kadang-kadang tidak mendapatkan kedua-duanya.
APIQ menghadapi dilema yang sama: pilih kreatif atau disiplin?
Kami merumuskan bahwa manfaat belajar matematika kreatif APIQ adalah:
”Kita (dan putra-putri kita) menjadi mencintai belajar matematika secara kreatif.”
Belajar matematika identik dengan disiplin. Tetapi APIQ sangat menghargai kreativitas – tanpa batas. APIQ ingin menggabungkan disiplin plus kreativitas. Sebuah perjalanan yang panjang – mungkin tanpa akhir.
Jika APIQ harus memilih mana yang nomor satu, kreatif atau disiplin, APIQ memberi kebebasan kepada siswa untuk menentukannya. APIQ hanya memfasilitasi agar anak dapat kreatif dalam matematika dan agar anak dapat disiplin dalam matematika. Selanjutnya siswa yang akan mengambil peran, mana yang lebih utama.
Fiki, siswa APIQ sejak TK, menurut saya lebih cenderung menempatkan kreativitas lebih tinggi di atas disiplin. Di sela-sela belajar APIQ, dia membuat gambar-gambar mobil yang indah, dia menyusun dadu-dadu milenium menjadi sebuah bentuk yang menarik. Dan banyak lagi kreativitas yang lain. Tentu saja Fiki juga menguasai berbagai macam konsep matematika.
Ahya, temannya Fiki, menurut saya lebih cenderung menempatkan disiplin lebih tinggi di atas kreativitas. Ahya tekun mengerjakan latihan-latihan matematika APIQ. Bahkan ketika Ahya kelas 1 SD sudah mampu menyelesaikan beberapa soal matematika tingkat kelas 5 SD. Tentu saja, Ahya juga tetap kreatif. Ahya menyelesaikan perhitungan kuadrat dengan visualisasi kreatif teknik bintang.
APIQ menyambut gembira para siswa yang kreatif. Pada saat yang sama APIQ juga menyambut gembira para siswa yang disiplin. APIQ berusaha memfasilitasi keduanya: kreatif dan disiplin. Matematika adalah media utamanya.
Manfaat belajar matematika kreatif APIQ:
”Kita (dan putra-putri kita) menjadi mencintai belajar matematika secara kreatif.”
Bagaimana pendapat Anda?
(Bersambung…)
(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
Categories: Inovasi Pembelajaran · Peluang Bisnis
yang berkaitan: Add new tag, anak, belajar, kreatif, kursus, manfaat, matematika
Mau sembuh dari sakit kepala?
Potong kepalanya! Pasti tidak akan sakit kepala lagi.
Mau menghentikan kecurangan UN?
Bubarkan UN saja. Beres. Tidak akan ada lagi kecurangan UN.
Tetapi benarkah UN itu mirip dengan kepala?
Mau sembuh dari penyakit tumor?
Potong tumor itu – operasi besar. Pasti akan sembuh dari tumor.
Apakah UN lebih mirip dengan tumor atau kepala?
Bagaimana pendapat Anda?
Categories: Ujian (UN
yang berkaitan: curang, korban, UN
Manfaat belajar matematika kreatif APIQ adalah:
Kita (dan putra-putri kita) menjadi mencintai belajar matematika secara kreatif.
Ova anak TK. Badannya subur – gendut. Sangat lucu. Di kelas APIQ selalu tersenyum-senyum. Kakaknya juga subur, kelas 4 SD, juga lucu.
”Mengapa Ova kok tidak sehebat kakaknya dalam matematika?” ibunya cemas.
”Setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Ova memiliki kelebihannya sendiri.”
”Kakaknya cepat dan senang dalam matematika. Ova tidak seperti itu. Padahal Ova sudah ikut APIQ?”
”Kakak ikut APIQ sudah berapa lama? Ova ikut APIQ sudah berapa lama?”
Ova dan kakaknya mewakili banyak anak di dunia ini. Biasa-biasa saja kepada matematika. Jika cara mengajar matematika di sekolah salah, dapat menyebabkan anak-anak benci kepada matematika. Perlu keahlian khusus untuk mengajarkan matematika secara kreatif, menarik, dan tepat. Ini adalah bidang fokus pekerjaan dan penelitian APIQ.
Kakak sudah mulai mencintai matematika. Ova masih biasa saja. Kakak sudah ikut APIQ lebih dari 6 bulan. Ova baru 2 minggu bergabung dengan APIQ.
Setelah beberapa bulan berlalu, Ova masih TK, saat saya menulis ini, Ova juga masih TK, ibu menceritakan,
”Saya sekarang mulai kerepotan meladeni Ova.”
”Mengapa?”
”Di setiap saat Ova selalu minta belajar matematika. Ova selalu minta dikasih pertanyaan matematika.”
”Bagus. Ova sudah mulai mencintai matematika.”
”Tetapi maunya hanya satu jenis soal saja. Hanya soal perkalian. Jika bukan perkalian ia tidak mau. Melihat segala sesuatu juga selalu dikaitkan dengan perkalian.”
Ova anak TK yang sudah menguasai konsep perkalian dasar dengan lancar. Tentu konsep penjumlahan dan pengurangan juga sudah ia pelajari. Sedangkan konsep pembagian baru Oval pelajari akhir-akhir ini.
Apakah tidak berbahaya mengajarkan perkalian ke anak TK?
Sangat berbahaya. Bila salah mengajarkannya. Jangankan perkalian, penjumlahan pun juga berbahaya bila salah cara mengajarkannya. Tetapi bila kita mengajarkannya dengan tepat, perkalian justru menjadikan anak-anak lebih kreatif dan percaya diri.
Di APIQ, kami memperkenalkan konsep perkalian ini dengan berbagai macam permainan. Anak-anak menyukai permainan itu. Bonusnya, mereka menguasai konsep matematika perkalian dengan benar. Onde Milenium dan Dadu Milenium menjadi permainan favorit para siswa APIQ.
Manfaat belajar matematika kreatif APIQ:
”Kita (dan putra-putri kita) menjadi mencintai belajar matematika secara kreatif.”
Bagaimana pendapat Anda?
(Bersambung…)
(aNgger: agus Nggermanto; Pendiri APIQ)
Categories: Inovasi Pembelajaran · Peluang Bisnis
yang berkaitan: anak, cepat, kreatif, kursus, matematika